Ini Kunci Tumbuh Kembang dan Kecerdasan Anak

 photo enfagrow_zpsmp1bevuw.jpg

Sebagai ibu, saya merasakan bahwa separuh hidup saya ada di anak. Sekalipun saya bekerja, tapi yang menduduki pikiran pertama saya adalah anak. Kalau anak sehat dan hepi di rumah, keseharian saya di kantor pasti juga ikutan hepi. Tapi kalau anak sakit, duh.. bawaan di kantor selalu kepikiran dia dan pengin cepet pulang.

Saya jadi ingat, dulu masa-masa awal Luna lahir, kepekaan saya terhadap bayi masih belum terasah sempurna. Ketika saya pergi seharian, saya tidak merasa harus segera pulang, hingga payudara saya membengkak dan Mama menelepon, menyuruh saya segerapulang untuk menyusui Luna. Saya dulu juga tidak paham, bahwa setelah disusui bayi harus digendong posisi tegak, supaya tidak gumoh. Saya juga belum paham, kalau bayi rewel di tengah malam tidak melulu karena haus, karena bisa jadi sebenernya perutnya kembung. Dan saya juga suka enggak ngeh kalau suatu hari Luna tidak poop seharian, padahal seharusnya poop itu teratur sehari sekali. Continue reading →

Ketika yang Dipilih Anak Tidak Diinginkan Orangtua

ketika yang dipilih anak tidak diinginkan orangtua photo 1471882145360-001_zpslyrccw38.jpg

Kali ini saya tidak akan cerita tentang diri sendiri, tentang suami, apalagi tentang anak. Gara-gara baca tulisan dari Tanti tentang passion, saya jadi pengin cerita sedikit tentang adik saya. Adik yang paling badung, paling bengal, paling rebel, tapi om idola-nya Luna.

Tulisan Tanti bisa dibaca di sini:
Mengubah Hobi Menjadi Rezeki

Di antara ketiga anak mama dan bapak, adik saya ini yang paling rebel. Entah sudah berapa kali mama dipanggil guru BP gara-gara ulahnya. Ketahuan boloslah, ketahuan ngerokok di sekolahlah, bahkan ketahuan minum juga pernah. Lagian dia bego juga waktu itu, minum kok pake seragam sekolah. Lol

Tapi sebelnya, dia ini anak tercerdas dibanding dua saudara lainnya. Kalau saya harus belajar 3 hari 3 malem buat pinter, harus les ini-les itu biar fasih. Dia enggak perlu semuanya. Ibaratnya ditinggal ngeluyur sampe pagi, besoknya di sekolah tetep bisa dapet nilai bagus pas ulangan harian. Continue reading →

#IdeMainAnak: 12 Ide Melukis

 photo 1471622438524_zpszichqyds.jpg

Luna suka banget melukis. Semenjak kenal crayon di usia 1,5 tahun, dia udah hobi coret-coret di segala buku ceritanya. Jadi semua buku cerita yang dibeli sebelum usia 1,5 tahun tidak ada yang selamat dari coretannya.

Untungnya nih, dia bukan anak yang hobi coret-coret di tembok. Pernah sih, ada segaris spidol di tembok dan sofa. Tapi karena selalu dikasih tahu bahwa itu bukan tempatnya menulis dan melukis, dia jadi ngerti bahwa kalau mau melukis harus di kertas.

Setelah saya kenalin dia dengan cat air, dia makin seneng melukis. Apalagi tambah pake air ya. Anak mana sih yang enggak suka air? Makin kotor bajunya, tangannya, lantainya.. Makin hepi dianya. Jadi tiap mau painting time, saya selalu bawa dia ke teras, tidak boleh masuk sebelum tangan dan kakinya bersih. Supaya kalau saya harus ngepel lantai, ya cuma seuplik teras doang yang kotor. Continue reading →

Begini Caranya Menciptakan Keluarga yang Sadar Gender

cara menciptakan keluarga yang sadar gender.jpg

Mumpung masih gres nih, saya mau berbagi cerita event yang saya hadiri 6 hari yang lalu.

Jadi, sejak sebelum lebaran saya dapat undangan dari Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA) untuk ikut Pelatihan Pemahaman Kesetaraan Gender bagi Penulis dan Penerbit Buku Ajar Sekolah.

Dari judulnya udah wow banget ya.. Khas pemerintah. Acaranya juga wow. Wow capeknya karena 2 hari dikarantina di Hotel Inna Garuda. Mulai 11-12 Agustus, full day dari jam 8 pagi sampai 10 malam.

Diisi oleh 3 fasilitator, Bu Ikhlilah dari Program Magister Kajian Gender UI, Pak Wawan dari Departemen Agama, dan Bu Ida dari KPPA. Duh… maaf enggak hafal nama lengkapnya. Continue reading →

Saya Setuju dengan Full Day School

saya setuju dengan full day school.jpg

Baru-baru ini menteri pendidikan yang baru, bapak Muhadjir Effendy mewacanakan program Full Day School untuk jenjang pendidikan dasar SD dan SMP. Lalu mendadak, timeline saya rame bahas tentang ini. Bahkan kalau kalian mau iseng search di google dengan keyword “Full Day School”, maka yang keluar di urutan teratas adalah berita-berita tentang hal ini.

Saya jadi ikutan tertarik untuk bahas tentang ini. Karena berbeda dengan kebanyakan ibu-ibu yang bertebaran di timeline, saya adalah ibu yang pro terhadap Full Day School.

Continue reading →

[Pengumuman Giveaway] Momen Terindah

 pengumuman giveaway momen terindah.jpg

Akhirnya pulang ke rumah juga.

Jadi tiap saya bikin giveaway, heran deh.. nggak sengaja bikindeadline pengumumannya bebarengan dengan jadwal saya ke luar kota. Sebenernya mau diusahain ngundi dan bikin pengumuman tanggal 5 Agustus kemarin. Tapi Jumat itu kerjaan di Jakarta ribet banget. Akhirnya baru bisa hari Minggu ini.

Nggak pa-pa ya… Yang penting ada pemenangnya. :) Continue reading →

Mengasuh Banyak Anak

tips mengasuh banyak anak.jpg

Kalian pengin punya anak berapa? Satu, dua, atau tiga?

Kalau saya pengin punya anak 2, syukur-syukur bisa cowok-cewek. Tapi kalaupun enggak, ya nggak pa-pa. Rejeki dari Tuhan harus diterima dan dijaga. Termasuk kalau-kalau Tuhan mau kasih saya anak lebih dari 2. Berarti saya dianggap mampu kan.. Baik secara mental juga finansial.

Enggak kebayang deh kalau saya punya anak lebih dari 3. Kayaknya kok repot banget ya… Tiap mau pergi, persiapannya selalu lama karena harus memastikan perlengkapan yang dibawa komplit semua. Balita di rumah enggak abis-abis, trus kapan istirahatnya ya..

Tapi temen saya satu ini anaknya 5. Serius. 5. Lima. L-i-m-a.
Continue reading →

Berbagi Ide Stimulasi Kecerdasan bersama Morinaga Chil-Go!

 photo chilgo_zpspcz06cmq.jpg

Luna yang sudah bukan batita lagi makin keliatan karakternya. Kagum deh sama ciptaan Tuhan ini. Secara fisik dia mirip bapaknya, tapi secara sifat mirip ibunya. Kebiasaannya juga sudah mulai terbentuk, jadi lebih enak kalau menyiapkan keperluannya. Misalnya, dia bakal bad mood kalau tiap pergi (kemana pun itu) enggak bawa susu. Selalu deh ada susu di tas saya, meski itu cuma 1.

Nah, yang bikin saya penasaran sekarang adalah tentang tipe kecerdasannya. Kecerdasan manusia itu kan ada banyak ya.. Dan sesungguhnya tidak ada anak yang bodoh, hanya tipe kecerdasaannya saja yang berbeda. Kita menyebutnya kecerdasan majemuk atau multiple intelligence. Ragamnya ada 8 tipe: Kecerdasan Musikal, Kinestetik, Logikal Matematik, Visual Spasial, Linguistik, Naturalis, Interpersonal, dan Intrapersonal.

Kira-kira Luna ada di tipe yang mana ya.. Dia suka banget nyanyi, dan jago nyusun puzzle dengan cepat. Tapi dia juga hobi panjat dan lompat-lompat, trus paling jago menyiptakan gerakan yang aneh-aneh. Dan semakin saya berusaha cari tahu, semakin saya bingung, karena dia masih 3 tahun, masih labil. Continue reading →

DIY: Kebun Binatang dari Kardus Bekas

diy kebun binatang dari kardus bekas.jpg

Salah satu sampah rumah tangga yang besar adalah kardus susu. Selain karena bentuknya yang memang besar, tapi ini memang juga lazim dialami ibu-ibu lain yang anaknya doyan susu, kan?

Luna peminum aktif susu formula dan susu UHT. Itu artinya, dalam sebulan ada beberapa kardus susu yang terbuang sia-sia. Dulu pernah sebagian kardus susunya saya kasih ke daycare, karena mereka sedang DIY bikin tas. Selanjutnya saya jadi mikir, sayang juga nih.. kalau kardusnya dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan terlebih dahulu.

Trus akhirnya, kepikir untuk bikinin ini buat Luna. Continue reading →

Menjadi #Relationshipgoal Bagi Anak Kita

menjadi #relationshipgoal bagi anak kita.jpg

Lagi-lagi tentang Karin. Semoga kalian tidak bosan melihat timeline bersliweran membahas gadis ABG ini.

Sudah 4 hari terakhir, enggak di kantor, di rumah, di grup whatsapp, bahkan di sosmed, kami membahas Karin tiada henti. Termasuk dengan suami. Tapi bukan tentang “bagaimana menjadi orangtua yang baik, supaya besok anak kami tidak seperti Karin.” Melainkan bagaimana kami berdua bisa menjadi #relationshipgoal bagi anak-anak kami nantinya.

Melihat hubungan Karin Novilda dan Muhammad Gaga yang dijadikan #relationshipgoal bagi anak-anak ABG, tapi sayangnya relationship itu cuma seumur jagung. Lalu, masa iya yang namanya #relationshipgoal itu seperti itu. Pastinya enggaklah..

#relationshipgoal yang baik dan benar itu seharusnya ada di pasangan orangtua kita masing-masing. Kalau orangtua anak-anak kita, ya berarti #relationshipgoal mereka adalah kita.
Continue reading →