Pertimbangkan Ini Ketika Membeli Mobil Bekas

Pertimbangkan Ini Ketika Membeli Mobil Bekas.jpg

Jadi ceritanya, seperti yang udah saya tulis spoilernya di sini. Duit THR saya abis bis..

Karena kami membelanjakan uang itu dengan… mobil baru.

Sebenernya enggak ada niat untuk ganti mobil. Mobil lama yang buluk dan lebih tua daripada saya itu masih baik-baik aja. Meski emang tampilannya enggak kekinian, tapi mendinglah.. bisa dipake keliling kota dan sesekali ke luar kota.

Bapak saya yang die hard fans-nya Toyota sebenernya enggak suka sama mobil saya. Secara mereknya beda dan bodinya enggak sip. Tapi duit-duit saya juga.., ya enggak udahlah.. diterima aja anaknya baru bisa beli mobil buluk begitu.

Sampai suatu hari saat pulang ke rumah orangtua, seperti biasa saya parkir mobil di halaman depan rumah. Lalu esoknya ada orang yang sms Bapak dan tanya, “Mobil anaknya dijual enggak? Saya lagi nyari mobil kayak gitu.”

Waaa… ada juga yang nyari mobil buluk itu. Dikiranyaa.. Lol Continue reading →

THR Dikemanain?

 photo 1466598274427_zpshtyshtk2.jpg

Assiikk… lebaran tinggal menghitung hari. Dan tiap lebaran, kantor saya selalu kasih cuti bersama yang panjang. Setau saya sih lebih panjang dibandingkan kantor-kantor lainnya. Lebaran tahun ini, total hari liburnya 11 hari, di luar kalau ada yang mau nambah cuti. Dan di hari terakhir kerja sebelum libur, masuknya cuma setengah hari. Haseeekkk..

Sebelum lebaran, kantor juga sudah bagi-bagi THR. Meskipun saya enggak ngrayain Lebaran, tapi pasti dapat THR dan bingkisan lebaran. Dan asyiknya lebaran jatuh di bulan Juni-Juli adalah transferan yang masuk ke kami enggak cuma gaji bulanan dan THR, tapi juga bonus tahunan part 1. Yeiy! Enggak perlu jadi PNS untuk bisa ngrasain gaji ke-14. Justru jadi karyawan swasta transferannya bisa lebih dari 14 kali. Alhamdulilah banget yaa…

Jangan tanya, THR dan bonus yang datangnya bersamaan ini lari kemana. Karena lebaran belum datang tapi saya sudah miskin merana. Tinggal menanti gajian di akhir bulan ini. Hahaha.

Continue reading →

Aktivitas Anak yang Melatih Otot Jari untuk Persiapan Belajar Menulis

*hahahaha.. judulnya panjang bangett.. biarin. biar gampang kedetect di Google.*

Aktivitas Anak yang Melatih Otot Jari untuk Persiapan Belajar Menulis.jpg

Ketika weekend kemarin pulang ke rumah orangtua, di teras rumah saya mengobrol basa-basi dengan ibu tetangga depan, yang kemudian si cucu menyusul karena melihat ada Luna di situ. Luna yang sedang dalam fase pamer, langsung berlari ke dalam dan mengambil kertas origami serta spidolnya. Lalu dia menulis garis-garis tak beraturan di atasnya.

Melihat Luna menulis, ibu itu pun tiba-tiba bilang, “Luna udah pinter ya.. Megang spidolnya udah bener. Diajarin di sekolah yaa..”

Saya tentu senyum-senyum seneng dong.. Padahal memegang pensil yang benar sebenernya tidak pernah jadi kurikulum pribadi saya. Sesekali saya memang membenarkan caranya memegang pensil. Tapi kalau lagi males, ya saya diamkan aja dia memegang pensil seperti menggenggam sikat gigi. Continue reading →

Tips Menjalani LDR dengan Suami

tips menjalani ldr dengan suami.jpg

Saya masih ingat, saat boyongan pindah ke rumah baru setelah 1 minggu menikah, Bapak berpesan ke kami seperti ini, “Suami istri itu jangan pernah pisah rumah. Kalau salah satu pindah kerja ke kota lain, lebih baik yang satunya ikut.”

Ya, kurang lebih seperti itulah kata-kata Bapak, yang intinya kami enggak boleh LDR.

 

Puji Tuhan, sampai sekarang kami memang tidak pernah LDR. Enggak kebayang deh kalau kami LDR, duh.. kayaknya kok repot ya. Semua dikerjakan sendiri dan kalau ada apa-apa bingung cara cerita ke suami gimana. Karena sesungguhnya, saya adalah tipe yang apa-apa diceritain, termasuk hal remeh-temeh yang dilihat di jalan. Memang sih, teknologi itu mempermudah, tapi seringkali bikin berantem juga. Misal sinyalnya jelek, trus bawaannya jadi bete. Udah janjian mau telponan, malah ditinggal tidur.

Hahaha.. iya, saya mah orangnya ngambekan. Continue reading →

Liburan Seru dan Lengkap di Badung, Bali

 photo liburan seru dan lengkap di Bali_zpstcxqvklk.jpg

Liburan ke Bali masih jadi highlight liburan keluarga saya tahun depan. Selain menikmati Kintamani, kami juga harus menikmati pariwisata terhits di Bali, yaitu Pantai Kuta.

Anyway ngomongin Pantai Kuta, tahukah kalian di kabupaten Badung (lokasi Pantai Kuta), terdapat banyak sekali tempat wisata ter-heitz lainnya. Garuda Wisnu Kencana, Pantai Jimbaran, Sangeh, Waterboom Kuta, Tanjung Benoa, Pantai Dreamland, Pantai Nusa Dua, Pura Uluwatu, dan masih banyak lagi. Continue reading →

Tidak Semua Profesi Punya Seragam

 photo 1465230722100_zpsndd5sat8.jpg

Alkisah ada suatu sekolah yang mewajibkan murid-muridnya untuk memakai baju profesi sesuai cita-cita anak. Semua orangtua kelabakan mencari baju profesi tersebut. Ada yang merogoh kocek dalam untuk membeli seragam pilot, ada pula yang meminjam seragam polisi milik anak tetangga. Padahal anak tetangga laki-laki, sedangkan anaknya perempuan. Enggak masalah sih, yaa… Polwan kan banyak yang pake celana panjang juga.

Semua murid memakai baju profesi yang punya identitas seragam. Polisi, pilot, tentara, pemadam kebakaran, dokter. Profesi idola dan populer saat saya masih kecil dulu. Eh, jadi inget lagunya Susan dan Kak Ria Enes, yang liriknya begini, “Aku kepengin pinter, biar jadi dokter.”

Continue reading →

Makan atau Minum Susu?

makan atau minum susu.jpg

Biasanya anak yang susunya kenceng, makannya susah. Biasanyaaaa… Saya bilang gini karena beberapa anak saudara dan anak temen seperti itu.

Padahal, kebutuhan gizi anak itu kompleks banget dan enggak bisa dipenuhi hanya dengan minum bergelas-gelas susu. Meskipun katanya ada susu yang bisa menggantikan nutrisi sayur dan buah, tapi menurut saya, nutrisi sayur dan buah harus didapat dari sumber aslinya.

Tapi gimana dong… kalo anaknya aja susah makan. Maunya minum susu doang.

Duh.. bingung juga ya..

Continue reading →

Terapi dan Stimulasi untuk Tumbuh Kembang Anak

Terapi dan Stimulasi untuk Tumbuh Kembang Anak.jpg

Saya yakin, semua ibu mempercayai bahwa anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga sepenuh hati. Bahkan sampai melepas anak untuk menikah pun, nurani ibu pasti akan terus menjaganya, memastikan dia bahagia dan baik-baik saja bersama keluarga barunya.

Apalagi kalau anak masih benar-benar usia kanak-kanak, pasti ibu akan memastikan semua kebutuhan pokok anaknya terpenuhi. Kerja pagi sampai sore, demi masa depannya yang lebih baik. Melepas karir impian, demi menemaninya sepanjang hari. Bangun pagi buta, demi menyiapkan makanan untuk menjamin asupan gizinya.

Tidak perlulah saya sebutkan satu per satu semua pengorbanan ibu. Karena bentuk pengorbanan setiap ibu pasti berbeda-beda, tapi tujuannya sama. Demi anaknya. Continue reading →

Terbius Pesona Kintamani, Bali

Sudah lama saya pengin liburan sekeluarga ke Bali. Luna belum pernah ke Bali, makanya saya pengin banget ajak dia liburan ke pulau terkenal itu. Dan suami saya menjanjikan kami untuk liburan ke Bali, tahun depan. Horee!

Wish it come true, ya..

Bali emang identik banget sama pantai-pantainya yang cantik. Tapi kalau tiap ke Bali mainnya selalu ke pantai terus, lama-lama bisa bosen juga. Padahal ya, di Bali itu ada daerah yang enggak kalah mempesonanya. Dan saya sudah menyimpan satu wishlist itinerary untuk kami ke Bali besok. Yaitu Kintamani.

Terakhir kali saya kesana saat masih mahasiswa. Duhh kangen banget, pengin ke sana lagi. Continue reading →

Menikmati Pesona Jogja dari Candi Ijo, Candi Tertinggi di Jogja

Menikmati Pesona Jogja dari Candi Ijo, Candi Tertinggi di Jogja.jpg

Beberapa minggu terakhir ini, kerjaan kantor lagi banyak-banyaknya. Seharian kerja kok ya enggak kelar-kelar juga. Selesai satu, tapi yang lain udah antri diselesaikan. Kalau mau diabaikan barang sebentar, tapi deadline berjalan cepat.

Trus malemnya sering ngelonin Luna dan bablas ketiduran sampe pagi. Mau melek untuk sekadar nonton atau asik-asikan sama suami udah enggak kuat matanya.

Makanya, weekend jadi waktunya untuk santai. Salah satunya dengan pulang ke rumah orangtua, membiarkan Luna bermain puas sama mereka, sementara saya hibernasi. Bangun-bangun, udah ada makanan komplit di meja, tanpa perlu repot-repot masak. Emang bener deh, pulang ke rumah orangtua itu bisa jadi termanjakan (ya cucunya, juga anaknya). Tapi tetep enggak mau kalau keseharian tinggal sama orangtua. Lol

Weekend minggu lalu, kami pulang ke rumah orangtua (mertua saya) di daerah Piyungan, di bawah kaki bukit Gunungkidul. Continue reading →