Who is Better, Chef Master Juna or Vindex?

Juna Rorimpandey dan Vindex Valentino Tengker

Siapa yang enggak tahu acara reality show yang sekarang ini sedang naik daun lontar di Indonesia? Kalau sampai ada yang enggak tahu, duh kasian banget. Pasti enggak punya tivi di rumah. Atau nunggak tagihan listrik, jadi enggak bisa nyetel tivi.

Oke, jadi.. salah satu acara reality show yang sedang tinggi ratingnya di Indonesia adalah Master Chef Indonesia. Acara masak memasak gitu deh… Pesertanya tidak berprofesi sebagai koki atau chef. Tetapi mereka dikarantina untuk memperebutkan posisi The First Master Chef in Indonesia.

Tapi, yang mau saya omongin bukan acaranya, melainkan juri-jurinya. Di acara ini jurinya ada 3, Mr. Cool-Chef Juna, Ms. Chic-Chef Marinka, dan Mr. Charismatic-Chef Vindex. Dan gara-gara rajin menonton acara ini setiap Sabtu & Minggu sore jam 16.30, saya jadi tergila-gila sama cool-nya Chef Juna. Beda sama mama yang terus menerus memuji Chef Vindex yang berkharisma.

Saya: Chef Juna itu cakep banget..*ngomong di depan tivi sambil ngeces*

Mama: Ah, mending Chef Vindex. Lebih sabar dan kebapakan. Kalau Juna itu urakan. Mana badannya tatoan semua. Bajunya sebelah selalu dikeluarin. Ngomongnya pedes, enggak pernah senyum.

Saya: Justru itu Ma.. Itu kerennya.

Mama: Tapi kasian pesertanya. Kalo mencela masakannya, sadis.

Saya: Yang penting dia cakep Ma.. Itu paling akting doang.

Mama: Kalo mama, tetep lebih suka Vindex. *dengan nada menggebu-gebu membela idolanya*

Saya: Ya… Kita kan beda generasi Ma.. Beda jaman. Itu usia Chef Vindex paling seumuran mama. Kalo Juna diatasku dikitlah.. Masak aku disuruh suka sama om-om. Mending sama mas-maslah.

Mama: *Ketawa. Trus diem lagi ketika idolanya sedang memberi komentar ke peserta audisi. Setelah idolanya selesai, baru lanjutin ngomong* Tuu.. Juna tu kalo ngomong bibirnya miring-miring gitu. Aneh.

Saya: Bilangin, kita itu beda generasi Ma.. Aku ngefans sama orang di generasiku. Kalo mama sama yang di generasinya. Lagian, sesangar-sangarnya Chef Juna, seandainya dia jadi pacarku mama tetep mau kan jadiin dia mantu. *senyum-senyum sambil kedipin mata*

Mama: *Ketawa. Terus pergi ke dapur. Mau mempraktikkan pelajaran baru dari acara itu*

Sepertinya mama merasa, bahwa kata-kataku terakhir itu hanyalah sebuah mimpi.

Ya iyalah mimpi. Saya kan udah punya pacar yang nyata. Meski badannya tidak sekekar Chef Juna, tapi kadang-kadang ada miripnya juga di rahangnya. *ehem* Meski tidak sejago masak seperti Chef Juna, tapi jago bikin sambel uleg.*uhuk-uhuk* Dan meski tidak se-cool Chef Juna, tapi beruntung karena dia sesabar Chef Marinka. Sama juga pasti dengan mama yang ngefans sama Chef Vindex. Se-kharismatiknya Chef Vindex tidak ada yang bisa mengalahkan sangarnya suaminya alias bapak saya. Haha..

Ah, namanya juga wanita. Mengidolakan artis siapa saja itu wajar. Asal tidak sampai se-alay anak-anak ABG. Inget umur.. :p

>>Jadi kesimpulannya? Whois better, Juna or Vindex?

Nobody. Karena semuanya sempurna di mata siapapun yang mengidolakannya. 🙂

*foto nyomot dari http://masterchefindonesia.com/ dan diedit seperlu via Corel Draw X4.

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)