#WeeklyStory: Paskah yang Lelah

#weeklystory paskah yang lelah

Kemarin, sungguh minggu yang melelahkan, tapi menyenangkan. Masuk kerja cuma 2 hari, sisanya libur Pemilu, cuti, dan libur paskah. Tapi yang namanya Paskah itu hari raya paling besar dan paling melelahkan. Bolak-balik ke gereja berkali-kali. Boros baju sist. lol

Karena mau libur dan ambil cuti. Sejak Senin, saya sudah berusaha menyelesaikan semua pekerjaan di kantor. Ditambah, hari Selasa mau pergi ke Solo untuk meeting dan main ke Boardgame Library-nya Hompimpah. Praktis, hari efektif untuk beresin pekerjaan cuma 1 hari: Senin.

Di hari Selasa, dalam perjalanan ke Solo, tiba-tiba Mas Bos kirim whatsapp. Beliau menawari saya untuk pergi ke Kualalumpur untuk menghadiri exhibition dan business meeting. Kalau acaranya di minggu depannya lagi sih, masih oke yaa.. Tapi yang bikin kaget adalah acaranya adalah hari Senin esok minggu. Artinya, saya harus berangkat Minggu siang, padahal Minggu itu Paskah. Hari raya terbesar umat kristiani sedunia.

Tidak ada persiapan maksimal yang bisa saya lakukan. Karena banyak hari libur dan saya cuti Paskah.

Cuman, balik lagi ke prioritas dan kematangan persiapan. Dan berhubung prioritas saya adalah merayakan Paskah bersama keluarga, ditambah tidak bisa mempersiapkan dengan maksimal. Akhirnya saya putuskan untuk enggak berangkat.

Sedih banget sebenernya. Karena saya melewatkan kesempatan. Tapi ya sudah. Saya juga tidak menyesal. Karena acara paskahan bersama keluarga pun, berjalan dengan seru dan menyenangkan seperti biasanya.

*

Hari Rabu itu Pemilu. Dan suami saya adalah petugas KPPS, untuk pertama kalinya! Sepulang dari Solo Selasa malam pukul 7, dia sudah harus pergi ke TPS untuk persiapan Pemilu. Sampai rumah malem, entah jam berapa, karena saya udah tidur.

Besok paginya, pukul 6 pagi dia sudah berangkat lagi ke TPS. Ini pertama kalinya Pemilu diadakan di perumahan kami. Biasanya, selalu gabung desa sebelah. Tapi karena jumlah penduduknya makin padat, akhirnya dibuatlah TPS sendiri.

Dan ini pertama kalinya, kami akan ikut Pemilu di perumahan ini. Kami barusan pindah KTP tahun kemarin. Excited dan pengin buru-buru nyoblos. Tapi karena masuk ke list DPK, jadi baru bisa nyoblos pukul 12 siang.

TPS di perumahan saya sederhana dan panas banget. Enggak kebayang jadi petugas KPPS yang lebih dari 24 jam bekerja di tempat itu, tanpa AC dan kipas angin. Mana hari itu Jogja panas banget. Pukul 9 malam, dia bisa balik rumah dan mandi itu pake curi-curi waktu. Setelah itu balik lagi ke TPS dan baru nyampe rumah lagi, katanya pukul 3 pagi, saat saya sudah pules-pulesnya tidur.

Siapa bilang sih, ngitung suara di TPS itu tugasnya Panwaslu aja. Semua petugas KPPS harus ada di TPS sampai semua berkas berangkap-rangkap selesai ditandatangani. Dibayar cuma Rp500.000 dengan pekerjaan seberat itu, enggak semua orang mau loh.. Tapi gitu masih disepelekan dan dituduh curang.

Padahal kalau kita mau, tungguin aja itu semua proses penghitungan suaranya di TPS sampai selesai.

Duh, capek bener emang ngikuti berita-berita Pemilu ini. Apalagi kalau buka Twitter. Isinya banyak orang gampang banget ngebacot. Nonton TV juga bawaannya pengin ngata-ngatain. Bener kan, yang paling mengkhawatirkan dari Pemilu itu after effect-nya.

*

Esoknya, mulai dari Kamis sampai Minggu, adalah rangkaian peringatan Tri Hari Suci Paskah. Kamis Putih, Jumat Agung, Malam Vigili Paskah, dan Minggu Paskah.

Tidak banyak orang tahu, bahwa Paskah sebenarnya adalah hari raya terbesar umat kristiani. Bukan Natal, melainkan Paskah. Tapi lebih banyak orang ngucapin selamat natal, ketimbang selamat paskah.

Di tahun ini, lingkungan saya kebagian banyak tugas di rangkaian Pekan Paskah. Di hari Minggu Palma, tugas koor. Kamis Putih, tugas mengatur parkir di misa pertama.

Hahaha, tentang ngatur parkir ini ada cerita khusus yang bikin saya kesel sama emak-emak. Di saat semua pemilik kendaraan bisa diatur flow keluar-masuknya kendaraan. Tapi ada emak-emak yang ngerasa bener yang enggak mau diarahkan. Emang ya, kekuatan emak-emak itu.. Merasa paling tahu dan paling bener, padahal cuma sok tahu aja. lol

Lanjut lagi, hari Jumat Agung kebagian tugas Tata Tertib. Harus berangkat pagi, untuk menyambut umat yang datang ke gereja dan nyariin kursi untuk mereka. Esoknya, hari Sabtu di Malam Vigili Paskah, baru ke gereja pukul 9 malam dan sampai rumah pukul 12 tengah malam. Padahal besoknya, hari Minggu Paskah harus balik gereja lagi ibadah pagi.

Siangnya, saat matahari lagi terik-teriknya menyengat kota Jogja, diajakin keponakan keliling Gembiraloka Zoo.

Tuhan! Kaki ini gempor sekali. Istirahat sebentar, udah pergi lagi. Nafas bentar, udah ganti kostum untuk ke acara yang lain.

Ya udahlah ya, boleh dibilang Paskah adalah hari raya terbesar karena ibadahnya 5 kali. Lol

*

Tapi paling enggak, rangkaian ibadah Paskah ini bikin saya lupa sama urusan negara yang ruwet. Enggak suka sama berita-beritanya, tapi penasaran. Gimana dong?

Dan ibadah Paskah ini bikin saya juga lupa kalau hari Senin pagi ada meeting!

Mari bekerjaa… Karena siapapun presidennya, kalau kamu pengin liburan lagi, ya harus bayar sendiri.

 

 

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)