#MyLifeAsEditor 2: Kenapa Harus Kartini?

Ikutan OOTD Kartinian, biar kekinian.
Ikutan OOTD Kartinian, biar kekinian.

Kenapa ya harus Kartini? Padahal wanita lain juga banyak. Bisa jadi ada yang lebih pintar, bisa jadi ada yang berpikir kritis juga, bisa jadi ada yang ide-idenya lebih brilian. Iya ya, kenapa harus Kartini?

Jawabannya cuma satu. Karena Kartini menulis.

Dia menuliskan semuanya dalam bentuk surat. Pemikirannya, kegelisahannya, gugatannya, ide-idenya, mimpi-mimpinya, cita-citanya. Semuanya.

Bukan karena dia menulis status sepanjang 160 karakter. Bukan karena dia menulis status demi pencitraan dan popularitas. (saya yakin, jaman itu belum tren orang gila popularitas, pencitraan, dan kekinian.) Dia menulis karena dia ingin mengungkapkan semuanya pada sahabat-sahabatnya di Eropa.

Jangankan menulis, berpikiran maju pada jaman itu saja sudah melawan kodrat. Read more

#MyLifeAsEditor 1: Kejutan dari Strawberry

A4_STRAWBERRY SURPRISEGimana rasanya, kalau buku yang kamu konsep bakal difilmkan dan dimainkan oleh artis idola? Seneng banget!

Itu yang saya rasakan, ketika tahu buku The Strawberry Surprise karya Desi Puspitasari, akan difilmkan oleh Starvision, dan dimainkan oleh Reza Rahardian dan Acha Septriasa.

“Ih, Non.. Kamu kan cuma editornya, yang nulis itu kan Desi.”

Etapi, tahukah kalian bagaimana proses karya ini bisa menjadi novel, jika tanpa saya meminta Desi untuk menulis serial Love Flavour?

Di kantor saya (sepertinya juga di kantor penerbitan lain), pernah ada wacana untuk mengganti kata EDITOR menjadi IDETOR. Alasannya, karena pekerjaan editor tidak hanya sebatas mengedit kata dan kalimat, tapi juga sampai mengonsep, mengamati tren buku di pasaran, sampai mengorder penulis untuk mengerjakan naskah yang sudah kita konsep tersebut.

Begitu pula dengan novel The Strawberry Surprise ini. Read more