Tentang Stimulasi Anak

Tentang Stimulasi Anak

Beberapa waktu yang lalu ada status yang viral di timeline saya. Tentang anak yang tidak pernah dibacakan buku hingga usianya 4 tahun, dan anak itu tidak tahu gambar-gambar dasar tentang buah dan sayur yang biasa ada di buku.

Saya menjadi salah satu orang yang ikut meramaikan viralnya, dengan membagikannya ke grup orangtua murid daycare Luna. Saya pun mengamini tulisan tersebut. Alih-alih menyuruh anak belajar membaca buku, lebih baik bacakan anak buku sedini mungkin usianya. Read more

Kesalahan Penyebab Anak Tidak Suka Baca

Kesalahan Penyebab Anak Tidak Suka Baca

Baca: Fun Cican, Serunya Bermain dan Belajar Bersama Cican

Ngajak anak untuk suka baca itu susah-susah gampang. Belum tentu loh, bapak-ibunya penulis trus anaknya punya hobi baca buku. Kayak Luna gini masih kecil, masih bisa diarahkan untuk membaca buku sebelum tidur dan tiap diajak ke toko buku dia langsung kalap semua pengin dibawa. Tapi enggak jaminan juga sih, besok gedenya dia tetep bakal suka baca.

Life is changing. Siapa tahu besok setelah SD dia ikut les biola, hobinya jadi berubah ke musik. Who knows?

Anak yang enggak suka baca buku itu enggak salah kok. Sama sekali enggak. Apalagi jaman anak kita besok, jendela dunia enggak cuma dari buku tapi dari internet.

Permasalahannya adalah, mereka suka baca enggak? Buku dan internet itu sama-sama harus dibaca. Semuanya butuh ketekunan mata dan otak untuk membacanya. Kalau cuma skimming atau baca cepat, informasi yang nyantol cuma setengah-setengah. Gawat kalau dengan ilmu setengah-setengah itu langsung disebar-luaskan. Read more

Sudahkah Membaca Buku Hari Ini?

Hari ini, 23 April 2012 adalah Hari Buku & Hak Cipta Sedunia. Di aneka jejaring sosial, banyak yang menulis “Selamat Hari Buku” dalam berbagai versi. Tetapi, pertanyaan besar dalam benak saya muncul. “Benarkah kita telah rajin membaca buku?” Bukan sekadar buku handout sekolah/kuliah yang memang wajib kita baca. Bukan sekadar membaca flyer yang ┬áberisi iklan-iklan aneka produk fashion, elektronik, ataupun gadget. Dan bukan pula sekadar membaca kolom baris iklan di surat kabar untuk mencari mobil dijual, rumah dikontrakkan, dan lowongan pekerjaan.

Satu minggu yang lalu saya sempat mengobrol (tidak banyak) dengan beberapa personil inti sebuah EO Pameran Buku. Sedikit bocoran, di tahun 2012 ini mereka memutuskan untuk cuti sejenak dari aktivitas pameran buku di seluruh Indonesia. Alasannya? Beberapa event pameran buku terakhir ini sangat sepi pengunjung dan omzet yang didapatkan pun tidak banyak. Sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, sebuah gedung expo di Yogyakarta membocorkan grafik pengunjung di berbagai event yang diselenggarakan di sana, nama “Pameran Buku” pun tidak ada di list 10 besar di sana. Di peringkat satu, bertengger pameran komputer & gadget. Dan di peringkat dua, duduk dengan manisnya si pameran fashion & lifestyle.

Sungguh, sangat, amat, MENYEDIHKAN. Read more