Tabungan Traveling

Tabungan Traveling

Buat beberapa orang yang kenal saya cukup baik, saya ini orang yang SANGAT terencana. Saking terencananya, sampai dicapslock. Lol

Sejak masih SMA bahkan, saya punya buku catatan tentang to do list harian. Anak SMA apa sih to do listnya. Selain PR ini-itu, ngerjain tugas kelompok sama geng, jadwal ekskul, dan pacaran. Hahaha

Setelah Kuliah, to do listnya juga mirip-miriplah. Kuliah ini-itu, ngerjain tugas, latian marching, nongkrong sama geng, dan pacaran. Noni emang anaknya suka pacaran. Karena pacaran bisa mendukung prestasi akademik.

Lalu setelah Kerja, to do listnya beda lagi. Apalagi sekarang, tanggung jawab nambah, to do listnya makin complicated. Tiap pulang kerja, selalu nyusun to do list untuk besok. Kadang, di jalan juga masih nulis to do list.

Bahkan ya.. Ini saya lagi perjalanan balik ke Jogja dari Jakarta. Di kereta masih nyusun list materi rapat untuk besok Senin. Dan nulis blogpost ini.

Sungguh. Akupun enggak ngerti sama diri ini.

Belum lagi tentang menu masakan tiap hari. Saya punya catatan di google doc, jadwal masak tiap hari. Sampe selauk2nya.

Jadi bisa banget ditebak, kalo urusan traveling saya orangnya juga sangat well prepared. Dan well preparednya enggak cuma untuk ittenerary traveling tapi juga menyiapkan budget traveling.

*

Sebelumnya, saya pernah nulis tentang pos-pos tabungan keluarga. Setelah tabungan dana darurat, tabungan pendidikan jangka pendek, tabungan pendidikan jangka panjang, dan tabungan pensiun. Tabungan traveling jadi urutan selanjutnya.

Traveling itu jadi kebutuhan yang penting enggak penting sih. Tergantung orangnya ya.. Buat kami yang tiap hari kerja work office hour. Traveling jadi quality family time yang penting juga. Cuma karena ada pos lain yang lebih penting, jadi tabungan traveling ada di urutan terakhir.

Enggak luculah, tabungan pendidikan Luna masih belum jelas, tapi saya bisa liburan kemana2.

*

Gimana cara saya mengatur tabungan traveling?

1. Tentuin tahun ini atau tahun depan mau liburan kemana aja.

Bisa dua destinasi, bisa lebih. Liburan ini termasuk budget mudik ya.. Karena mudik itu kan butuh biaya juga. Dan pasti sekalian jalan-jalan. Jadi harus disiapin biayanya jauh-jauh hari.

Kalo saya kayak gini misalnya. Tahun 2019 ini, saya arrange biaya liburan anniversary-an, liburan sekeluarga ke Bogor selama beberapa hari, dan mudik sekaligus liburan ke Banyuwangi dan sekitarnya di akhir tahun nanti.

2. Tentuin rincian biayanya.

Apa sih rincian biaya traveling? Transportasi, akomodasi, makan, belanja. Transportasi bisa banget dihitung perkiraannya. Kalau naik mobil, ya anggarkan bensin dan uang tolnya. Kalau naik kereta atau pesawat, hitung harga tiketnya di perkiraan tanggal kita mau berangkat-pulang.

Termasuk akomodasinya juga bisa banget. Seperti pesan taksi online bandara di link ini. Rent car juga bisa dihitung dulu anggarannya.

Makannya bisa diperkirakan. Jatah belanja juga bisa dianggarkan. Pokoknya susun RABnya dulu.

Untuk urusan kantor aja kita musti nyusun RAB dulu kok, sebelum jalanin tugas pekerjaannya. Apalagi kalau pakai uang sendiri. Sama juga, musti disusun detil.

Untuk meminimalisir bocor halus, kalaupun misal melebih budget juga enggak membengkak. Karena kita sudah tahu pagarnya.

3. Tentukan target biaya dan waktu nabungnya.

Yang ini nyambung dengan sebelumnya. Setelah dapet anggaran biayanya. Bikin target berapa bulan anggaran tersebut bisa tercapai.

Kalau saya, liburan itu jadi tabungan jangka pendek. Maksudnya, saya enggak nabung traveling dalam waktu bertahun-tahun. Kecuali kalau mau ke Eropa kali ya.. But, so far belum ada rencana traveling ke Eropa. Kecuali ada yang mau kasih gratis. Lol

Nah, karena tabungan jangka pendek, biasanya saya nabung sekitar 3-6 bulan tiap mau traveling ke luar kota.

Trus dari situ tinggal ditentukan anggaran nabung tiap bulannya. Cukup enggak kekumpul selama 3-6 bulan?

Kalau enggak cukup berarti perlu nambah nominal yang ditabungin. Kalau enggak bisa karena udah mentok dengan kebutuhan-kebutuhan yang lain. Kira-kira ada side job apa ya, yang penghasilannya bisa buat tambah-tambah tabungan pendidikan.

*

Kayaknya sederhana ya.. Tapi yang jadi tantangan tiap nabung adalah komitmennya. Bisa komitmen untuk rutin nabung sekian rupiah tiap bulan enggak? Bisa komitmen kalau uang terkumpul enggak akan dipake untuk belanja-belanja, enggak?

Dan karena pendidikan anak itu tetep lebih penting ketimbang traveling. Jadi jangan sampe anggaran traveling kalau overbudget lantas mengambil anggaran pendidikan.

Kasihan ahh.. Tabungan pendidikan kan hak anak. Dan Tabungan traveling, adalah kebutuhan keluarga untuk quality time dan charge produktivitas bersama.

Udah punya tabungan traveling belum, kalian?

 

One thought on “Tabungan Traveling

  1. Saya taon ini mulai alokasi dana liburan… jadi tiap bulan di budgetin untuk liburan taon 2019.
    Lumayan kebantu kalau pergi liburan dadakan enggak perlu otak atik dana lain.

    Kalaupun enggak kepake, bisa buat liburan taon depan.

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)