Prioritas Keuangan Keluarga

Prioritas Keuangan Keluarga

Sebenernya saya orang yang jarang ngemall, tapi suka main ke mall, karena enggak kepanasan. Tiap pergi ke mall, kadang suka mengamati orang-orang yang lalu lalang. Melihat deretan mobil di parkiran, yang 80% isinya adalah mobil-mobil keluaran baru semua.

Lalu dari mobil itu keluarlah satu keluarga yang ditaksir usia pasangan suami-istri ini enggak jauhlah dari saya. Kemudian membatin, “Ini mereka kerjanya apa ya?”, “Background ekonomi keluarganya apa ya?”, atau “Mereka anaknya siapa ya?”

Sekepo dan seenggak penting itu. Padahal, apa urusannya. Dan ya.. setiap keluarga punya rejekinya masing-masing. Setiap keluarga juga punya prioritasnya masing-masing. Setiap keluarga punya pos-pos wajibnya sendiri-sendiri.

Ada keluarga yang duduk manis, pasti dapet jatah rumah dari orang tuanya. Ada keluarga yang harus bekerja keras demi bisa beli sendiri rumah sendiri. Ada keluarga yang nyaman aja kemana-mana pakai motor atau kendaraan umum. Ada keluarga yang membutuhkan mobil untuk mobilitas hariannya. Ada keluarga yang hobi traveling dan berburu tiket promo. Ada juga keluarga yang tidak akan pernah traveling sampai target tabungan pendidikannya terpenuhi.

Sadar diri kalau enggak lahir dari keluarga kaya raya yang minta duit buat beli motor aja pasti dikasih (enggaakkk dulu kerja pertama langsung balikin motor ke ortu dan nyicil motor sendiri). Dan ngelihat pengeluaran keluarga itu harus diatur sedemikian rupa supaya semuanya bisa cukup. Jadi, ngurutin prioritas keuangan itu PENTING BANGET.

Sebenernya, kalau pengin nurutin lifestyle supaya lebih “terlihat”, bisa-bisa aja ganti mobil baru yang lebih futuristik. Atau beli macbook pro biar lebih prestigious kalau dipake kerja di working space. Padahal aslinya enggak butuh-butuh amat. Pekerjaan yang cuma nulis ini masih bisa dipenuhi sama laptop biasa.

Atau ganti hape android jadul ini dengan iphone keluaran terbaru. Bisa, kalau mau. Tapi, kontrak sama android ini masih 2 tahun lagi. Karena saya menerapkan masa berlaku hape seperti Presiden, 5 tahun. Soalnya, hape kalau diturutin bisa tiap tahun ganti. Jadi, kalau selama ini hape suka lemot, tinggal rajin-rajin aja pindahin foto dan video ke desktop. Atau kurangi aplikasi yang enggak pernah dipake. Dan cara cepetnya, format ulang, jadi kayak baru lagi.

Segitunya Bu, ngatur prioritas keuangan keluarga.

Iya. Karena supaya dianggap oleh orang lain itu bukan dari materi yang kita miliki. Tapi dari cara kita bersikap dan memperlakukan orang lain. Kayak zaman kita sekolah dulu deh.. Anak yang banyak temennya bukan anak yang kelihatannya kaya, tapi anak yang bisa bergaul dengan baik sama temen-temennya.

Dan setelah marak minimalist lifestyle gini, lama-lama kena virusnya Fumio Sasaki dan Marie Kondo juga.

Kesuksesan kita bukan dinilai dari seberapa banyak barang yang kita miliki, untuk menuhin isi rumah.

Sungguh melegakan buat keluarga yang udah hampir 7 tahun nikah, dan perabotnya itu-itu aja. Padahal enggak ada alesan males beli karena harus pindah-pindah kontrakan. Lha wong rumah dari dulu sampe besok tetep di sini juga..

Memori barang itu bukan dari kita nyimpenin barangnya, tapi simpen di hati, atau di foto trus simpen di laptop.

Dan setelah fokus ngatur prioritas keuangan keluarga itu, tingkat bahagianya bukan dari seberapa banyak punya barang di rumah, seberapa baru mobilnya, seberapa “besar” rumahnya, seberapa update gadgetnya, seberapa banyak koleksi fashion dan make up-nya, seberapa jauh travelingnya.

Tapi, bahagia itu dari seberapa banyak tabungan (yang tidak terlihat) yang ada di rekeningnya.

Wuihh.. Sedap amat omonganmu, Bu.. Padahal tabungan belum juga ber-M-M.

*

Balik lagi, prioritas tiap keluarga itu beda-beda. Kalau memang prioritasnya adalah mobil, untuk kerja sehari-hari karena rumah-kantor itu jauh banget. Ya enggak salah. Atau prioritasnya adalah traveling, karena kalau enggak pergi jalan-jalan bisa stress ngurusin kerjaan. Ya enggak salah juga.

Cuman, karena enggak lahir dari keluarga yang tinggal kedip langsung terima saham, atau bersin langsung keluar emas. Enggak punya nama belakang yang “besar”. Jadi, harus kerja keras untuk ngatur prioritas keuangan keluarga.

Biar kalau nurutin lifestyle, tetep bisa memastikan anak mendapat fasilitas pendidikan yang lebih baik daripada orang tuanya. Dan kalau pensiun, bisa hidup nyaman tanpa membebani anak.

 

26 thoughts on “Prioritas Keuangan Keluarga

  1. Ahahaaaa iya banget .. saya malah lebih dalem lagi kadang. Melihat penampilan orang lantas berkhayal, mereka berasal dari keluarga mana dan dulunya hingga berpenampilan segitu cakepnya apa ya effort nya .

    Lantas senyum senyum sendiri gitu karena ngebandingin Ama diri sendiri yang kudu kerja keras sebelum punya apa-apa, tapi bersyukurlah karena masih dikasih sehat. Duh komennya ga penting banget ya

  2. Hape kalo diturutin memang gak ada habisny ebener banget mbak, baru bei hp baru 2 bulan kemudian udah ada yag terbaru lagi
    Priorotas aku skr untuk pendidikan anak & hari tua juga kayanya

  3. Aku juga termask yang beli kalo bener2 butuh. Dari dulu sih. Dari jaman mudah aja minta2 sama ortu alias masih gadis, kalo ngga beneran butuh ya ngga minta. Sampai papaku yang bertanya, aku butuh apa, ngga mau beli jam, atau ini atau itu, kubilang ngga, hahaha.

  4. Prioritas keluarga emang berbeda-beda, menurut aku ngga bisa disamaratakan tiap keluarga. kadang aku suka mikir kenapa ada keluarga yg mentingin beli mobil tapi masih ngontrak rumah, padahal rumah (lagi lagi menurut aku) lebih penting dari mobil… But again, semua pasti ada pemikirannya masing-masing. Yang penting saya & suami tau apa yg harus diprioritaskan untuk keluarga saya

  5. Setiap keluarga penting kok memiliki prioritas keuangan. Kayak aku prioritas keuangan sekarang adalah pendidikan anak dan rumah. Jadi nabung porsi paling banyak buat kedua hal itu. KAlau mau belanja suka mikirnya prioritas keuangan.

  6. Haha iya nih, cara ampuh biar hp nggak lemot ya rajin rajin mindah data, hapusin foto yang nggak penting hehe.
    Kalo aku, hidup ya.. sewajarnya. Kalau nurutin pingin ini itu demi A dan B apa jadinya…hehe

    1. Mbak Noni, aku komen di sini aja deh soalnya kolom komen blog ini di hpku blank. Mungkin karena sinyal lemah.

      Btw, sama ih kayak aku nunggu hp rusak/hilang dulu sekitar 4-5 tahun baru itu mau ganti.

  7. Setuju. Tiap keluarga pasti ada prioritas sendiri2. Rezekinya juga sendiri2. Haha… jadi pingin nangis tapi juga ketawa mengingat tabungan sendiri kosong melompong pas persis aku selesai wisuda S2. Tapi ya hepi. Meski ingat, abis ini kudu kerja lembur bagai qudha lagi balikin tabungan ludesss.

  8. waah…bener bener bener nih mbak. tiap keluarga punya prioritas masing-masing. Kadang mmg selintas ada rasa “wah kok dia bisa gitu gitu ya…”, tapi balik lagi kalau rumput tetangga lebih hijau, bisa jadi karena effortnya lebih gede atau mmg dari awalnya dapat warisan kebun yang ijo royo2 dan pandai merawatnya hahaha

  9. Sepakat mba sama prinsipnya…aku malah jarang nge mall..nggak suka. Aku juga maunya, sak madyo klo orang jawa bilang…yang penting sesuai kebutuhan, nggak malu-maluin

    Dan aku jd teringat..fotoku banyak, blm tak pindahin ke netbook. Makanya, ponselku lemot. Makasih, sudah diingetin

  10. Bijak dalam menggunakan uang sesuai dengan porsi kebutuhannya ya, mba. Harus sadar diri dengab keadaan, jangan demi lifestyle ngutang sana-sini.

  11. Aku suka banget bacanya. Betul kalau turunin lifestyle segala yg penting2 itu bakal cepat terpenuhi deh.
    Aku juga gitu soalnya. Dan jadi tahu kalau dulu uang habisnya cuma jadi lemak di perut

  12. Setujuuuu, prioritas tiap keluarga berbeda. Keluarga ku punya prioritas tiap 10 tahun sekali, awal nikah karena suami udah punya rumah, fokusnya renovasi. 10 tahun kemudian pendidikan anak-anak, trus haji dalam usia muda. Alhamdulillah meski banyak ujian, bisa menemukan jalan keluar yang terbaik dan terwujud impian kami

  13. Akhirnya ada yang bahas tentang masalah ini jugaa. Bagus konten nya mbak, seimbang ga menyudutkan salah satu pihak. Bener, tiap orang punya prioritas nya masing2, ga bole nyinyir jehehe.
    Aku juga sadar diri aja, merasa bukan horang kaya tapi jg masih butuh halan2, ah yg penting mah ga ngutang ke orang. Ngehehe.

  14. Jadi inget pengalaman punya hp android pertama, bertahan sampai 5 tahun kurang. LEmot pun, dijabanin tetep digunakan. Nggak bisa juga nurutin mau ganti 2 tahun ganti. wkkkw kayak uang tinggal metik aja kali yaa. hhee
    Emang betul, walau belum nikah, keuangan dianggarkan khususnya untuk kebutuhan yg jadi prioritas. Kalau HP mah ya aku dulu, ditahan dulu, sampai akhirnya. Ah yaudah emang waktunya ganti. Karena pas hp terjun ke air ekekekee

  15. Priorities, priorities, priorities. Stick to them and you will fulfill your dream soon. Aku dulu prioritasnya beli rumah. Dan karena fokus, Alhamdulillaaaah dapet. Well, memang harus semangat ya mbaaa

  16. Betul, Mbak. Setiap keluarga punya prioritas masing-masing. Mereka punya pilihan sendiri bagaimana mengatur gaya hidupnya.
    Saya sendiri lebih memilih punya rumah dulu dibandingkan dengan punya mobil. Alhamdulillah sudah tercapai, dan akhirnya mobil pun punya. Sekarang pengennya bisa beribadah ke tanah suci. Kalau dipikir-pikir keinginan manusia itu gak ada habisnya ya, Mbak hihihi

  17. Aku juga sering nih kepikiran begini. Apalagi kalo lagi di kampus dan lihat gaya hidup mahasiswa yg hedon banget. Jadi sering mikir mereka ini Anak siapa dan dikasih uang berapa sama ortunya yaa

  18. Keren mak Noni. Aku prioritas pertama saat ini kebutuha pendidika anak2. Terutama untuk urusan ilmu yang sesuai minat anak. Eh setuju tentang hape kalo diturutin kayaknya enam bulan sekali bisa ganti hape. Hampir tiap bulan ada peluncuran hape baru hahahaha

  19. Kangen sama tulisan kak Noni yang serius….banyak banget nyadarin aku bahwa kita sama.
    hahhaa…sama-sama kepo sama orang yang lalu-lalang di mall dengan tentengan branded dan anak di dorongin sama baby sitter.

    “Gitu itu…suaminya kerja apa yaak…??”

    Dan akupun bersyukur…
    Ketemu sama bukunya Fumio Sasaki.

    Euurg~
    Mantap pissan laah..

  20. Aku jadi selalu inget nasehat seorang temen : kalau kita bukan bagian dari keluarga konglo atau penguasa negeri ini, maka jangan pernah anggap hidup mudah
    Kita harus pinter2 atur prioritas, termasuk atur prioritas financial, mana yang bener2 butuh mana yang yang hanya ingin, tabungan cukup
    Pendidikan anak terbaik

    Semangat untuk kita semua

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)