Manfaat Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros

Manfaat Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros

Semenjak memutuskan untuk jadi pekerja lepas, saya punya tantangan dengan penghasilan bulanan. Sebelumnya, saya tinggal terima jadi selalu terima gaji yang nominalnya tetap. Mau kerjanya santai atau keras, nominalnya selalu segitu. Tetapi, sekarang penghasilan saya tergantung dengan seberapa keras saya bekerja.

Jujur aja, agak khawatir sih. Karena udah terbiasa santai, takutnya pengeluaran saya lebih besar ketimbang pemasukan. Takut keuangan rumah tangga boncos.

Karena itu, sekitar 3 bulan yang lalu saya ikutan kelas Cashflow Therapy bareng finplan Nadia Harsya. Sebenernya, kelas ini tuh sederhana banget. Selama 1 bulan penuh, kami diminta mencatat semua pengeluaran sekecil apa pun itu.

Nadia kasih format excel-nya. Kami tinggal masuk-masukin di pos masing-masing. Dari situ, jadi kelihatan berapa besar sih, anggaran untuk kebutuhan rumah tangga, bersenang-senang, membayar hutang, menabung, dan sebagainya.

Pentingnya mencatat keuangan rumah tangga

Mencatat detil semua pengeluaran harian dan pemasukan aslinya itu ribet banget. Karena ini bukan kebiasaan kami, apalagi suami. Jadi, ketika memaksanya melaporkan pengeluaran detil setiap harinya, itu jadi tantangan.

Tetapi, dari kebiasaan baru ini saya jadi merasakan bahwa ini adalah kunci awal pengaturan keuangan rumah tangga supaya enggak boncos.

 Manfaat mencatat keuangan rumah tangga  yang saya rasakan adalah ini:

  • Pola pengeluaran jadi lebih stabil karena jadi tahu batasan pengeluarannya.
  • Bisa menentukan skala prioritas. Jadi enggak semuanya diputuskan atas dasar self reward atau impulsif aja.
  • Tahu detail pengeluaran dan pemasukan. Terutama buat saya pekerja lepas yang penghasilannya bisa dari mana aja.
  • Bisa mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Ini selalu jadi penyemangat saya tiap bekerja. Rasanya hidup jadi lebih bergairah karena selalu produktif setiap hari untuk mencapai tujuan itu.
  • Terhindar dari hutang konsumtif. Seneng rasanya tahu kalau hutang kami tinggal KPR aja. Dan persentasenya pun kecil sekali dari standar batasannya.

Jadi, di kelas cashflow therapy kemarin, saya mendapatkan format pencatatan pengeluaran di excel, sekaligus  batasan komposisi pengeluaran tiap bulan. 

  • Pengeluaran rutin 40%-50%
  • Menabung 10-30%
  • Cicilan maksimal 30%
  • Pengeluaran pribadi 10-20%

Setelah sebulan mencatat, wah.. ternyata pengeluaran pribadi saya cuma 1% aja. Itu buat jajan croffle doang. Dan menabungnya bisa sampai 46%.

Kayaknya itu karena efek PPKM deh.. Saya enggak ke mana-mana jadi anggaran entertainmentnya pindah ke tabungan. Blessing in disguise masa pandemi. Lol.

Punya hutang itu tidak masalah asalkan

Asal bisa bayar dan enggak ganggu pengeluaran rutin bulanan.

Persentase hutang saya syukurlah cuma 3% dari batasan maksimal 30%. Dan itu cuma hutang KPR aja. Senangnyaa..

Saya bukan orang yang anti hutang karena in some case hutang itu bisa membantu kita untuk mencapai sesuatu. Asalkan ya itu tadi, bisa bayar dan enggak ganggu pengeluaran rutin. Big no kalau kita membayar hutang dengan hutang yang lainnya.

Ibarat gali lubang tutup lubang. Bukannya hutang jadi solusi, tapi malah masalah baru lagi.

Tunaiku, fintech mudah dan praktis dari Bank Amar

Sekarang ini, jasa peminjaman uang itu ada banyak banget, banget, banget. Sengaja diulang tiga kali, emang karena saking banyaknya. Lol.

Tapi, kalau enggak jeli memilih, bisa terjebak ke jasa pinjol yang serem-serem itu. Yang bunganya tidak masuk akal, lalu ditagih sama kreditur serem.

Nah, salah satu fintech yang bisa dipertimbangkan adalah Tunaiku – pinjaman terpercaya. Tunaiku ini adalah produk pinjaman tanpa agunan yang sudah beroperasi sejak tahun 2014.  Kelebihan Tunaiku dibandingkan fintech lainnya, antara lain:

  • Tanpa agunan, tanpa kartu kredit
  • Mudah isi pengajuan online, hanya 10 menit
  • Pinjaman cepat cair sesuai nominal pengajuan
  • Ajukan pinjaman bisa lewat aplikasi atau website
  • Bayar cicilan lebih cepat, bisa tanpa bunga

Poin terakhir ini yang paling menarik banget karena kita jadi lebih termotivasi untuk selesaiin tanggung jawab hutang.

Hal penting lainnya adalah, Tunaiku dari Bank Amar ini sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Jadi, relatif aman kalau kita mau pinjem dana di sini.Trus, bank Amar adalah salah satu lembaga keuangan di bawah holding perusahaan multinasional, TOLARAM. Perusahaan yang berkantor pusat di Singapure ini sendiri sudah berdiri selama lebih dari 60 tahun dan tersebar di berbagai benua, Afrika, Asia, dan Eropa.

Semoga aja, Tunaiku bisa jadi solusi buat temen-temen yang pengin berhutang dengan lebih aman dan tepercaya, ya..

Baca juga: Prioritas Keuangan Keluarga

Sebisa mungkin kita memang hanya berhutang produktif aja. Tetapi, bukan berarti hutan konsumtif itu enggak boleh yaa.. Sejauh itu, mendukung kebutuhan, aktivitas, produktivitas, dan pekerjaan kita, kenapa enggak. Asalkan, yang penting kita bisa bayar dan total hutang enggak melebihi 30% dari komposisi pengeluaran.

Yuk, jangan lupa catet pengeluaran rumah tangga tiap bulannya supaya kita tahu anggaran di masing-masing pos. Kita jadi punya rem setiap akan mengeluarkan uang. Cuma modal excel doang, tar lama-lama pasti akan terbiasa.

One thought on “Manfaat Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros

  1. sekarang aku juga catet catet pengeluaran mbak, berhubung ada mbanking yang bisa dipantau in and out uangnya, untuk catetan manual juga jarang dilakukan
    jadi masih bisa terkontrol dari mbanking tadi

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)