Siapkah Histeris di Hysteria?

“Liburan kok ke Jakarta,” begitu celetuk adik saya ketika tahu bahwa saya akan menghabiskan liburan tahun baru china itu di Jakarta.

Ya, emang bener sih.. Liburan kok ke Jakarta. Harusnya ke Jakarta itu untuk bisnis, kerja, cari proyek, atau buat ngumpulin duit. Ini, saya & teman-teman malah ngerencanain liburan ke Jakarta.

Sebenernya bukan tanpa alasan, kenapa kami memilih Jakarta sebagai tempat kami menghabiskan uang dan reunian. Ini lebih karena temen kami miss chubby ini barusan pindah kerja untuk ketiga kalinya, sehingga membuatnya tidak bisa mengambil cuti untuk liburan di luar kota. So, kami harus ngalah deh dan menyusulnya ke Jakarta supaya bisa reunian sekalian bersenang-senang bersama.

Salah satu tujuan kami dari serangkaian liburan kami di Jakarta adalah DUFAN. Taraaaa. Akhirnya setelah 5 tahun, saya pergi ke wahana gila itu juga. Kenapa saya bilang gila? Karena hanya orang gila (termasuk saya) yang mau menghabiskan uang masuk total 180.000 rupiah (harga masuk ancol 30.000 + tiket masuk dufan 150.000), untuk membuat jantung berdebar-debar, berteriak sekencang-kencangnya, basah-basahan, dan deg-degan setengah metong. Mau refreshing kok malah jantungan, gila kan…

Ketika sampai di loket tiket, sempat kaget juga karena kami sempat ditawari voucher “buy 1 get 1 free” dari Coca Cola. Kalau dilihat-lihat sih, cewek yang nawarin kami jelas-jelas bukan marketingnya Coca Cola. Dia hanya orang yang beruntung dapetin voucher itu, lalu mau dijual ke kami. Bukannya membeli, kami malah curiga, valid enggak tuh vouchernya. Sambil kami berusaha mencari tahu, dimana sih stand Coca Cola di sini, supaya kami bisa dapetin itu voucher juga.

Berhubung enggak nemu, akhirnya kami membeli tiket secara manual alias dengan harga normal, yaitu 150.000. Dan mbak-mbak yang tadi nawarin voucher, udah berhasil jual vouchernya ke orang lain, serta berhasil dengan sukses juga ditangkap sama manajemen Dufan, dengan alas an dia telah menjual voucher yang “tidak untuk diperjualbelikan”. Untung banget kami enggak jadi beli, karena siapapun yang ketahuan beli voucher yang tidak dijual itu, maka vouchernya dianggap hangus dan tidak berlaku. Nah loh.. artinya niatnya untung malah rugi berkali lipat kan..

Setelah sampai Jogja, baru saya tahu, bahwa ternyata program voucher dari Coca Cola itu, bisa didapat untuk pembelian 1 botol Coca Cola 1,5 liter atau 2 botol Coca Cola 350 ml di Alfamart, Alfa Express, dan Alfamidi khusus di Jabodetabek. Simpan struk bukti belanjanya, trus dituker deh.. dapet tuh voucher. Lumayan kan. Jadi, info buat kalian yang pingin ke Dufan selama periode promo ini, 1-28 Februari 2011, silakan beli Coca Cola dulu, baru deh tuker dengan tiket masuk Dufan di sana.

Saya dapat info ini di www.AdaDiskon.com. Sstt… ada info2 promo & diskon lainnya juga lo di web ini.

Oke, sekarang saya mau cerita tentang salah satu kejadian menyenangkan dan paling mengesankan di sana. Yaitu.. Naik Histeria. Hahaha.

Histeria adalah wahana pertama yang kami naiki setelah masuk ke Dufan. Tenaga masih fit, keberanian, belum berkurang, dan nyawa masih utuh. Jadi, antri puanjaaaaangggggg plus luaaaaammaaaaaa. masih juga kami jabanin. Kami antrinya 2 jam, dan mainnya cuma 1 menit!!!! Ohemjiiii. Rasanya enggak worth it, tapi kalau disuruh main selama 2 jam juga, makasihhhh dehhh.. kami akan mundur dengan teratur.

Ketika masih mengantri di luar puri. Masih tampak segar bugar, sebelum akhirnya masuk ke dalam puri yang sumpek & pengap.

Siapapun yang bikin puri Histeria ini pinter banget. Sukses menipu kami yang mengira bahwa antrinya enggak sepanjang itu, padahal kenyataannya di dalam puri, lekuk-lekukan antrian banyak dan itu dempet-dempetan, sumpek, pengap, dan pastinya puanjangggg. Awalnya, miss hiu hitam mau menyerah dengan alasan pusing kalau di tempat yang sumpek begini. Tapi berhubung teman-teman yang lain merasa bahwa kok rasanya percuma ya, kita sudah antri dari tadi, tapi menyerah begitu saja. Alhasil, dia mengalah dan berjuang melawan pengap dan sumpeknya puri histeria ini.

Deg-deg-deg, menjelang giliran kami naik Histeria. Enggak mau lihat dan lebih baik ngobrol, ngomongin orang-orang yang antri juga.

Dan eng.. ing.. eng.. giliran kami tiba. Kami langsung berlari menuju sisi Histeria yang kursinya genap ada 4 buah (maksudnya biar bisa duduk jejer), dan berteriak-teriak sebelum Histeria itu dinaikkan. Sumpah deh! Kami bener-bener kayak anak ababil, norak, dan heboh. Hahaha…

Five, four, three, two, one… Histeria!!!!

Wussshhhhhh.. badan kami dibawa ke atas, lalu dihentak turun ke bawah. Woooo… Rasanya nyawa kami ilang setengah. Bukannya teriak, tapi raut wajah kami kaget dan ketakutan. Coba deh lihat saja wajah saya yang mengkerut takut dan kaget. Rasanya kayak dilempar ke atas, dan pantat ini enggak nempel di kursi. Sumpah, ngeri.. tapi seruuuu. Apalagi pemandangan dari atas indah banget, pantai marina ancol yang bagus, meski enggak sebagus pantai nusa dua bali.

Dan setelah sampai di bawah, kami berteriak heboh lagi persis seperti ababil. Hahaha. Ketawa-ketawa enggak jelas, sampai batuk-batuk, dan semakin ketawa ngakak setelah melihat foto kami terpampang begitu cantiknya. Jadi.. inilah oleh-oleh foto dari kami.

Nah.. siapa di antara kami yang mukanya paling ketakutan. 😉

Untuk kalian yang ingin ke Dufan, jangan sungkan untuk main Histeria. Jantungannya bikin ketagihan!! 😉

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)