Hi, there!

hi, there

Tahun 2018 dan 2019 adalah tahu ter-tidak-produktif saya di dunia blogging. Menulis seadanya, dengan mood semaunya. Tidak pernah peduli dengan page view. Apalagi blog walking, hampir juga tidak pernah. Selalu apatis tiap liat temen share blognya, karena pasti sponsored post lagi, lagi, dan lagi.

Ya, sebenernya sah-sah aja sih.. Namanya juga cari duit. Tapi, bosen aja. Semuanya sponsored post. Sudah enggak ada lagi, cerita-cerita receh atau inspiratif yang lebih menarik untuk disimak.

Kalau diinget-inget lagi, tahun 2016-2017 adalah tahun saya semangat-semangatnya ngeblog. Sering ikutan lomba (meski enggak pernah menang), sering ikutan event blog, dan sering ikutan beberapa event yang temanya tentang blogging, seperti SEO, Google Analytics, how to make a viral contents, etc.

Lalu di tahun 2018, saya memang berencana untuk mengurangi kegiatan blogging dan segala tetek bengek influencer lainnya. Mulai jarang bikin sponsored post, makin selektif tiap dapet job. Dan enggak kerasa, itu kebablasan sampai tahun 2019 ini.

Dan ketika mau kembali semangat lagi ngeblog, jadi lebih berat. Karena liburnya kelamaan. Lol..

Sebenernya kenapa di tahun 2018 dan 2019 ngurangi kegiatan ngeblog, lebih karena pengin memberi waktu yang berkualitas sama anak dan keluarga. Enggak pengin hidup dipenuhi dengan target-target tulisan. Pengin lebih sehat kualitas tidurnya, enggak maksain bangun untuk nulis. Pengin lebih menikmati akar mula kenapa ngeblog, yaitu murni pengin curhat, bukan ngejar page views, apalagi cari duit.

Dan benar, selama 2 tahun kemarin, saya jadi lebih rajin baca buku. List buku yang berhasil diselesaikan jauh lebih banyak, ketimbang sebelum-belumnya. Saya masih suka tidur maleman, tapi buat baca buku, dan sesekali nonton. Nulis iya, kadang-kadang. Enggak setiap hari seperti sebelumnya.

Rasanya, kok itu jauh lebih menyenangkan ya.. Ketika hidupmu enggak dipenuhi dengan target-target yang kamu buat sendiri.

Tapi… karena dasarnya anaknya suka nulis. Saya kembali merindukan rutinitas ketik-ketik di depan laptop. Ditambah ketika di tahun 2019 ini, saya semakin mantap untuk menapaki keputusan besar yang suatu saat akan saya ambil. Dan sebagai pemanasan untuk itu, saya harus kembali menulis lagi. Tidak seambi 2 tahun yang lalu, tapi at least perpanjang domain itu kepake blognya untuk diisi.

Kalau ada orang yang mau detox dari sosial media. Saya sendiri merasa belum punya privilege itu. Kerjaan di kantor, memaksa harus mantengin sosmed. Kalau mau sign out dari akun pribadi, tapi kan ada akun corporate dan akun lain yang saya urusin.

Di satu sisi, pernah kebersit. Khawatir kalau kembali lagi rutin ngeblog, maka saya akan seambi dulu lagi. Bela-belain melek sampai malam untuk nulis. Mikir keras gimana konten yang bagus dan view-nya tinggi. Jungkir-balik foto produk atau untuk header postingan, biar cantik tampilannya. Mantengin laptop berjam-jam untuk bikin infografis, dll.

Kok rasanya, belum sesiap itu..

Duh, sejak kapan sih.. Blog dan sosmed jadi ajang untuk seru-seruan aja, tanpa tekanan untuk bikin konten yang bermutu.

Sejak kamu dulu, memonetize blog-mu Noni.. Dan sejak itulah, mau tidak mau.. kamu pengin tulisanmu menarik dan jadi candu bagi banyak pembaca.

Tapi, memonetize blog bukan hal yang saya sesali pernah dilakukan. Enggak mungkinlah. Karena diakui, hasil dari itu lumayan banget untuk dinikmati. Lingkaran pertemanan semakin luas. Dan gara-gara monetize blog, banyak orang tahu bahwa saya punya kemampuan menulis yang baik. Tawaran menulis mulai berdatangan. Dan di tahun 2020 besok, pertama kalinya saya akan jadi content writer tetap di sebuah website Jepang untuk Indonesia.

Cuman, jengahnya adalah ketika banyak orang mulai asyik memonetize blog-nya, mereka mulai lupa untuk mengisinya dengan hal-hal yang lebih personal dan asyik lainnya.

Dan, saya takut terjebak di sana.

Saya takut jadi enggak asyik lagi memandang dunia blog dan persosmed-an. Dibebani harus menulis hal-hal berguna, inspiratif, menjual, dan viral lainnya. Demi page view, demi uang, hingga mengorbankan waktu keluarga yang sangat berharga.

Ya, semoga aja di tahun 2020 depan enggak terjadi.. Berarti harus bisa memanage waktu, hati, dan pikiran dengan baik.

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)