Belajar Tepat Waktu

its_about_time
sumber foto

Perkenalkan, saya Noni Rosliyani. Hobi saya, terlambat.

Percaya enggak, karena hobi ini sampai sahabat-sahabat saya itu menyimpan nomor saya di hapenya dengan nama “Miss Late”. Karena saya selalu terlambat setiap janjian sama mereka. Janjian main, janjian jalan bareng, janjian mau nemuin orang, janjian apapun saya pasti terlambat.

Dulu, saya juga pernah diomelin sama temen karena kebiasaan ini. Temen saya ini lama banget tinggal di luar negeri, jadi tepat waktu seakan sudah mengalir di setiap sel tubuhnya. Trus pas balik ke Indonesia, ketemu sama saya yang hobi telatnya sudah merasuk di pori-pori tubuh. Jadi tiap mau main dan doi jemput ke rumah, pasti ada adegan nunggu saya mandi, dandan, and another blablabla.

Trus, kalo sekolah dan kuliah dulu gimana?

Tenang, saya hampir tidak pernah terlambat untuk dua hal itu. Enggak pernah ada adegan ngerengek ke satpam sekolah buat diijinin masuk. Karena mama saya yang cerewet udah bangunin saya subuh-subuh, dan dengan galaknya nyuruh saya buru-buru berangkat. Setelah kuliah, saya juga jarang banget terlambat, seringnya dateng mepet-mepet. Kuliah jam 10, dan jam 09.55 baru sampe di parkiran. Alhasil badan ini ramping, karena rajin lari-lari naik tangga.

Nah, kalo pas kerja?

Untung ya.. Kantor saya yang dulu-dulu enggak pernah ada yang mempermasalahkan keterlambatan ini. Asal kerjaan saya beres, bertanggungjawab sama kerjaan, udah deh.. Kalaupun ada beberapa temen yang nyindir. Bhay!

Pernah kapok enggak?

Belum. Hehehe… Read more

Telepon dan Berbagi Sukacita

Kapan terakhir kali kamu menelepon temanmu atau sahabatmu, untuk sekadar mengucapkan Selamat ulang tahun?

il_fullxfull.415784528_a5t7Dimana di era sekarang ini kita dipermudah dengan teknologi. Notification ulangtahun otomatis muncul di Facebook. Lalu kita tinggal kirim ucapan selamat di wall-nya, atau Line, Bbm, Whatsapp, Twitter, serta sosial media lainnya.

Lama kelamaan, ingatan teman-teman akan tanggal ulangtahun bisa menjadi tidak begitu berarti lagi. Toh, mereka mengingatnya bukan karena peduli, lalu sengaja mengingat di otak dan menandai di kalendernya.

Semua teknologi memang diciptakan untuk mempermudah. Tidak perlu menghabiskan pulsa untuk mengungkapkan rasa sukacita. Cukup buat akun di sosial media terkenal itu, maka kita akan terhubung dengan dunia. Read more

Envy itu Public Enemy

Cek hati, karena diam-diam kita pasti pernah iri hati.
Cek hati, karena diam-diam kita pasti pernah iri hati.

Envy itu pembunuh hati nomor satu.

Ya, ya, ya… I know… Tapi siapa sih yang enggak pernah ngerasa iri hati. Lihat sahabat nikah duluan, iri. Lihat teman dapat suami sukses dan kaya raya, iri. Lihat anak teman sudah bisa ini-itu, iri. Lihat teman bisa beli rumah dan mobil, iri.

Ahh… Sadar enggak sadar. Diakui enggak diakui. Diem-diem, perempuan itu gudangnya menyimpan iri hati.

Meski sejujurnya kita ikut bahagia atas pernikahan sahabat, tapi denger sahabat nikah duluan, rasanya itu… “Duh, kok keduluan.”

Meski cinta setengah mati dan tidak pernah menyesal menikahi suami yang enggak tajir-tajir amat, tapi tetep aja mikir…. “Andai suamiku sekaya suami dia. Bisa beli tas Louis Vuitton enggak usah mikir.” Read more

Siap Untuk Berubah?

“C’s of life: Choices, Chances, and Changes. You must make a Choice to take a Chance or your life will never Change.”

Ya, hidup adalah sebuah pilihan. Bahkan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih sukses, kita harus memilih. Memilih jalan hidup dan memanfaatkan kesempatan yang ada di depan.

Bingung memilih? Boleh konsultasi kok.. Tapi jangan tergantung dengan pilihan orang lain.

Read more

Hadiah Paskah Ini Untuk Saya?

“Di antara orang gudang dan orang kantor, saya melihat ada sebuah kelas yang terpisah. Mereka yang di luar lapangan memandang orang kantor sebagai kelas atas, sedangkan mereka sendiri orang kelas bawah.”

“Lalu, orang kantor yang dipandang paling jauh dari mereka siapa? Coba kamu tebak.” Read more