Demi Pencitraan

demi pencitraan

Beberapa waktu yang lalu di timeline saya sempet heboh bahas tentang seorang traveler yang ngutang demi biayain gaya hidup travelingnya. Sebenernya saya enggak begitu ngikutin beritanya sih.. Follow request akun IG-nya aja enggak diaccept-accept. Kasian amat yak aku.. 🙁 Tapi ya kurang lebih, sekilas yang saya pahami adalah tentang pencitraannya di publik sebagai orang yang hobi traveling, jadi ya pokoknya gimana caranya harus bisa traveling.

Baca juga punya Isti: Berhutang Demi Pencitraan

Lalu berlanjut, beberapa waktu yang lalu, Mbak Lusi juga bahas tentang eksis di sosial media yang bikin bangkrut. Di situ aku langsung merasa tertampar-tampar. Sekalipun (puji tuhan) sampai sekarang keeksisanku di sosial media adalah tanpa ngutang, tapi itu bikin saya mikir, sebenernya segala yang saya inginkan itu gara-gara sosmed kah? Read more

Untuk Intan Olivia, Dari Aluna Gantari

Untuk Intan Olivia, Dari Aluna Gantari

Hai Intan Olivia Marbun,

Apa kabarmu di surga? Pasti asyik sekali ya di sana. Damai, tenang, tidak merasakan sakit sama sekali, dan tidak ada orang-orang ribut seperti di sini.

Eh iya, aku lupa memperkenalkan diri. Aku Luna, Aluna Gantari. Kita seumuran loh.. Lebih tua aku sedikit sepertinya. Hanya tua beberapa bulan. Jadi kamu tidak perlu memanggilku “kakak”. Andai kamu besok masuk SD, kita sepertinya bakal seangkatan.

Read more

Belajar Berdamai dengan Perbedaan

Belajar Berdamai dengan Perbedaan

Dulu saat masih SMA, siswa yang mau masuk klub debat itu ada seleksinya. Tidak cuma pintar, cerdas, dan punya nilai akademik yang tinggi aja, tapi juga mampu mengendalikan emosi dan mampu menyampaikan pendapat dengan baik. Tanpa terkesan ngotot, tanpa adu ketegangan urat leher, dan tanpa nada bicara yang tinggi. Melainkan semua pendapat tersampaikan dengan santun, lugas, dan bernas.

Tapi sekarang, kelompok debat sepertinya tidak perlu ada seleksi ya… Semenjak TV mulai menayangkan acara debat bertajuk talkshow. Semenjak internet merasuk ke sendi-sendi kehidupan kita. Dan semenjak sosial media mulai mengambil alih kontrol hidup kita. Lalu semua orang seakan berlomba-lomba menyampaikan pendapatnya masing-masing. Read more

Arti Berbagi

image

Lebaran kali ini, saya merasa jalanan di Jogja tidak semacet lebaran tahun lalu. Bisa jadi karena lebaran tahun ini berdekatan dengan tahun ajaran baru, dimana orangtua mengeluarkan biaya besar untuk mendaftarkan ulang anaknya sekolah. *trus jadi inget, biaya daftar ulang daycare Luna yang belum dibayar*

Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya juga mudik. Pulang ke rumah orangtua yang jauhnya 35 kilometer, tetep bisa dibilang mudik kan..

Beberapa hari kami di rumah mertua dan beberapa hari di rumah orangtua. Meskipun di hari-hari weekend biasanya, sebulan sekali-dua kali kami juga pulang sih.. Tapi setiap lebaran dan natal, selalu menyempatkan diri pulang dan menginap lebih lama.

Read more

Saya Sedang Melihat Tuhan

Saya Sedang Melihat Tuhan

Ada yang pernah melihat Tuhan? Berarti kalian membaca tulisan ini dari surga.

Kalian pengin melihat Tuhan? Dipeluk dan curhat sama Dia secara langsung sepertinya nyaman sekali ya..

Coba tarik napas dalam-dalam, berhenti sejenak dari segala rutinitas pekerjaan dan keribetan hidup. Tuhan itu sangat dekat, Tuhan ada di sekitar kita, dan Tuhan bisa dalam wujud apa saja.

Read more

Hidup Itu Tentang Memberi Arti

hidup-itu-tentang-memberi-arti
“Mbak Noni, mau tanya-tanya tentang parenting dong. Bisa kan? Kantorku mau bikin seminar parenting nih..”

“Noni, sharing dong, gimana biar produksi ASI banyak meskipun ditinggal kerja?”

“Saya rajin baca blognya Bu Noni lho.. Silent reader. Kalau urusan teknik parenting, ah saya yakin Bu Noni pinter.”

“Aku tu pembaca blogmu. Karena parentingnya praktik langsung dan enggak idealis-idealis gitu. Jadi pas sama kenyataan.”

 

Ahh sekalipun hanya percakapan biasa, atau saling bertukar message sederhana. Itu sudah mampu membuat hati saya bahagia. Senang ketika apa yang sudah saya tulis dan bagi itu bisa menginspirasi orang-orang. Padahal sebelumnya, siapa sangka Noni yang anaknya slengean, berantakan, enggak telaten, enggak sabaran, ternyata bisa juga nulis bertemakan parenting.

Yah, anak itu mengubah segala. Dan karena anak saya belajar sabar dan lebih kreatif. Serta kembali menulis, kembali ngeblog, kembali berbagi. Berusaha untuk menginspirasi. Read more

Tentang Kesetiaan

tentang kesetiaan

Kriteria calon suami-mu apa? Setia dan pekerja keras.

Kriteria calon karyawan perusahaan-mu apa? Setia, tekun bekerja, dan jujur.

Betapa kata “setia” itu jadi kriteria pertama yang dicari orang-orang. Semakin banyak orang yang abai pada makna “kesetiaan”, maka semakin banyak pula orang-orang mencari sosok yang “setia”. Dan betapa banyak kehidupan yang kacau ketika kata “setia” itu dikhianati.

Setia pada pasangan, setia pada pekerjaan, setia pada proses pembelajaran, setia pada tugas dan tanggung jawab yang diberikan, setia pada masalah kecil, setia pada segala macam halang rintangan hidup. Dan masih banyak lagi hal-hal yang membutuhkan kesetiaan.

Sepasang suami-istri akan langgeng dan bahagia, ketika masing-masing bisa menjaga komitmen dan kesetiaannya. Sebuah karyawan akan bekerja sepenuh hati, lalu naik gaji, dapat bonus yang berlimpah, ketika dia setia pada pekerjaan dan segala tantangannya. Seorang pengendara mobil atau motor akan selamat sampai di rumah, ketika dia setia melewati semua jalanan dengan segala kemacetannya dan setia mematuhi semua rambu-rambunya. Seorang anak akan tumbuh besar, dewasa, dan sukses, karena ada sepasang orangtua yang selalu setia mengingatkannya.

Read more