Telepon Penipuan

Waspada Telepon Penipuan

Menjelang subuh, suami saya membangunkan, katanya dia mau mau ke rumah orangtuanya dulu. Berkali-kali bapak-ibunya ditelpon orang yang mengatakan kalau anak pertamanya (kakak ipar saya) kecelakaan, nabrak orang sampai meninggal. Bapak sempet panik, apalagi anak pertamanya ini enggak bisa dihubungi, juga nomor istrinya.

Makanya, suami saya samperin bapak dan ibunya di rumah untuk jagain. Kalau orang yang iseng itu nelepon lagi bakal dibantai habis-habisan. Enak aja, iseng kok ngerjain orangtua, di subuh-subuh pula. Udah gitu masih pake acara bentak-bentak Bapak pula. Situ siapa. *emosi*

Untungnya, mertua saya sekarang sudah pindah rumah, mendekat dengan suami saya, anak ragilnya. Jadi kalau ada apa-apa seperti ini, bisa dengan cepet disamperin.

Baca juga: Saat Harus Tinggal dengan Orangtua/Mertua

Balik lagi ngomong tentang telepon misterius di subuh hari itu. Si penelepon ngakunya dari kepolisian, dia bilang kalau anak pertamanya kecelakaan di Solo. Pertanyaannya, kok bisa tahu kalau domisilinya di Solo?

Dengan nada membentak, dia minta Bapak untuk bertanggungjawab, dan ngajak janjian untuk ketemuan di Indomaret terdekat untuk bayar sejumlah uang damainya. Kejadiannya di Solo, ngajak damainya di Jogja, dan minta duit damainya cuma 200 ribu. Logis enggak?

Karena kesel ditelepon terus, Bapak matiin HPnya. Eh.. kok dia gantian telepon ibu dan ngebentak lagi, “Jangan dimatiin hapenya!!” Kok bisa tahu nomor hapenya ibu juga?

Akhirnya hapenya ibu dan bapak enggak ada yang dimatiin, tapi disilent. Berkali-kali orangnya nelepon enggak diangkat, sampe hapenya jatuh sendiri dari atas meja karena mode getarnya.

*

Tentang telepon penipuan ini mama dan bapak saya sering banget dikerjain. Dugaan saya, apa karena nomor mereka termasuk nomor lama ya.. Dan yang punya nomor lama biasanya orang-orang tua, dan akan lebih mudah mengerjai orang tua ketimbang anak muda. Mungkin loh ya.. Mungkin..

Mama pernah, suatu hari ditelepon orang di telepon rumahnya.

“Halo.. halo.. Iki aku..” *suaranya sok dilemah-lemahin*

“Aku sopo??” *mulai panik*

“Aku kecelakaan..”

“Iyo, aku sopo??” *panik tapi selamat*

Selamat karena enggak nyebut nama orang, entah itu suaminya lah.. kakaknya lah.. atau anaknya. Mama selamat karena telepon itu cuma berkutat di pertanyaan, “Iya, aku-aku, aku siapa??”

Kalau sampai mama menyebut nama suami, kakak, atau anaknya, bisa ketipu dan makin panik mungkin.. Karena kata kunci sudah didapat si penipu. Oke, aku akan menyamar sebagai si anu.. Gitu mungkin jalan pikirannya.

 

Lain cerita, pernah dulu saya ditelepon oleh seseorang yang mengaku-aku dari Telkomsel. Ndilalahnya, kok ya saya ditelepon satu minggu setelah resign dari sana. Kebetulan, tapi beruntung juga, karena saya pernah bekerja di kantor yang dicatut namanya buat nipu mantan karyawannya ini.

“Selamat ya Mbak.. Mbaknya menang undian Telkomsel.”

“Undian apa ya?” *perasaan daftar jadi pelanggan Halo belum ada setahun, kok beruntung banget langsung menang undian.*

“Undian dalam rangka ulangtahun Telkomsel ke-15.”

“Hah? Kelimabelas? Mbak.. Telkomsel ulangtahunnya kan baru keduabelas. Lha wong, baru kemarin itu syukuran saya ikutan di kantor kok.”

Tut..tut..tut..

Mbaknya kabur karena salah sasaran. Mungkin menelisik calon korbannya kurang profesional.

 

Bapak saya pernah juga, dan seringnya dari bank. Nelpon ngaku-ngakunya dari BRI, padahal bukan nasabah BRI. Oncem emang penipunya.

Atau ngaku-ngaku dari BCA dan bapak dibilang dapet hadiah mobil.

“Bapak enggak lihat undian kemarin di Indosiar? Bapak menang undian Gebyar BCA.”

“Ohh enggak lihat. Saya sibuk banget soalnya.”

“Iya Pak, hadiahnya 1 unit mobil Avanza.”

“Wah, saya enggak tertarik e.. Mbak. Udah mobilnya buat Mbaknya aja. Saya udah punya banyak.”

Rada-rada juga bapak ini. Mobil cuma punya satu. Hotwheels-nya adik-adik di kamar atas baru ada banyak. Lol

 

Tetapi ada juga beberapa orang yang kena sama aksi penipu ngeselin ini. Seperti kakak ipar saya, yang pernah kena 1,5 juta rupiah, gara-gara ditelepon sama orang yang bilangnya dia menang undian. Apes deh.. uang segitu sekitar 10 tahun yang lalu mayan gede lohh..

Ada juga papanya sahabat saya yang kena tipu sama pembeli mobil. Kebetulan emang dia lagi mau jual mobilnya. Trus ada orang yang ngaku-ngakunya perantara jual-beli, dan pembelinya cuma dilihatin body mobil dan dalem-dalemnya via video. Secepat itu transaksinya deal. Dengan rada ngotot, si pembeli bilang kalau sudah transfer uangnya, tapi papa sahabat saya ini enggak terima. Nurut aja ketika didikte untuk ke ATM. Dan berasa digendam, beliau malah mentransferkan uang sekian juta rupiah ke rekening pembeli abal-abal itu.

Saya yang denger ceritanya kesel bangettt

Tapi setelah itu, pelaku yang seorang perempuan ini ketangkep polisi dan sempet heboh muncul beritanya di TV. Trus nasib uang papanya temen saya ini, entah gimana.. enggak update lagi.

Cerita yang lain lagi ada dari temennya suami, yang orangtuanya kena tipu berjuta-juta. Kasusnya saya lupa-lupa inget, kayaknya tentang narkoba. Tapi kejadiaannya sama seperti bapak mertua saya kemarin, orangtuanya ditelepon dan mengabarkan bahwa ada hal buruk menimpa anaknya. Dan untuk menyelesaikan, orangtuanya dimintain duit sekian juta. Angkanya mayan fantastis pada waktu itu.

Namanya orangtua dan anak yang tinggal beda kota, pastilah panik. Si anak ditelepon berkali-kali, tapi hapenya mati. Pinternya si penipu ini, sebelumnya dia nelepon si anak dan minta untuk hapenya dimatikan. Alasannya, karena sedang ada penyelidikan embuh apa, saya juga lupa-lupa inget sebenernya. Si anak nurut dan hapenya mati. Pada saat yang sama, di ujung sana sang bapak khawatir dan nelponin anaknya berkali-kali tapi enggak bisa. Lalu akhirnya, pasrah, sekian juta rupiah melayang tertransfer ke rekening penipu demi menyelamatkan anaknya yang sebenernya enggak kenapa-kenapa itu.

Ada lagi yang lain, cerita temen saya Nadia yang sempat mengisi #SelasaSehat di sini (halo Nadia.. aku tulis ceritamu di sini yaa..) Dia berkali-kali pernah cerita kalau dengan bodohnya tertipu iming-iming dapet hadiah, dan kayak digendam justru dia mentransfer uang sekian juta rupiah ke seorang penipu. Habis sudah uang saku jatahnya dia di perantauan. Sedihh

Baca juga: Telepon dan Berbagi Sukacita

Walaupun sekian ratus orang sudah tahu skenario penipuan melalui telepon, tapi sampai sekarang, percobaan aksi penipuan itu masih aja berlangsung. Coba cek inbox message kalian. Ada berapa sms masuk yang bilang kalau rumahnya sudah deal dengan harganyalah, menang undian bank, atau sesepele mama minta pulsa.

Hahaha tentang mama minta pulsa, temen saya yang lain pernah jadi korbannya juga. Untungnya cuma pulsa 20 ribu loh bukan duit 20 juta. *udah apes tetep aja cari untung* Lol

Kadang saya suka heran, masih ada ya orang yang ketipu sama hal-hal tersebut. Dan nyatanya adaa Kalau mereka-mereka ini masih beraksi, berarti artinya scenario penipuan ini masih memberi peluang untuk mendapatkan rejeki haram. Ya kan

Tinggal tunggu, apakah mereka menelepon orang yang lagi blank dan butuh duit. Atau mereka menelepon orang-orang tua seperti orangtua saya, lalu dibuat panik, dan dikejar supaya segera mentransfer uangnya.

Kurang ajar emang mereka-mereka ini. Pada minta dibom sms 1000 dalam 1 detik kirim, biar hapenya jebol kayaknya.

 

Saking parnonya saya sama hal-hal beginian, bahkan saya enggak mau sms percobaan penipuan itu nyangkut di inbox message. Terima, langsung delete. Kalau ada yang nelepon dan itu nomor tidak dikenal, enggak mau angkat. Atau nyuruh orang lain angkat. Padahal, seringnya nomor asing yang nelepon itu dari marketing kartu kredit.

Tapi telemarketing kartu kredit kalo nelpon emang sering ngeselin sih.. Jadi pilihan untuk enggak angkat telepon mereka, masih jadi pilihan bijak. Lol

 

Mama saya juga enggak kalah parnonya. Lucunya, pas bener-bener kejadian bapak kecelakaan mama enggak percaya kalau bapak kecelakaan. Dikira orang itu mau nipu. Sampe bapak sendiri yang ngomong baru deh percaya.

Gitu Mama masih nanya-nanya kata sandi loh..

“Aku kecelakaan.”

“Aku sopo?”

“Aku bojomu.”

“Bojomu jenenge sopo?”

“xxxxxxxx” *bapak sebutin lengkap nama istrinya, yang untung inget. Lol*

“Anakmu piro?”

“Telu.”

“Jenenge sopo wae?”

“xxxxxxx, yyyyyyy, zzzzzzz.” *bapak nyebutin nama anak-anaknya komplit.

Bener-bener benteng yang dobel-dobel yaa.. Untung bapak masih bisa jawabin semua pertanyaan mama. Jadi hikmahnya, suami-suami, harap dihafalkan nama lengkap istri dan anak-anaknya yaa.. Jangan sampai setelah menikah, nama istri lupa karena keseringan manggilnya, Yang, Bunda, Mama, Umi, atau Mami.

LOL

*

Tapi pelajaran yang saya dapet dari beberapa kejadian ini adalah

Kalau ada orang asing yang mencoba-coba menelepon dan mengatakan kalau anggota keluarga kita kecelakaan, trus dia minta uang sekian juta rupiah untuk menanganinya. JANGAN PERCAYA.

Karena kalau memang terjadi sesuatu, rumah sakit pasti akan langsung mengambil tindakan yang mengutamakan keselamatan korban, ketimbang urusan duit. Apalagi kita sekarang kebanyakan udah pegang kartu BPJS di dompet masing-masing kan.. Kartu itu bisa jadi jaminan finansial loh..

Jadi jangan langsung terlena, panik, dan transfer sekian juta duit.

 

Pelajaran yang lain adalah

Kalau sulit menelepon anggota keluarga yang ditumbalkan ini, telepon anggota keluarga yang lain. Biasanya mereka pasti akan memberi sudut pandang yang lebih waras.

Dan misalnya pun harus pergi ke suatu tempat untuk bertransaksi (misalnya ATM), sebaiknya juga ajak orang lain untuk menjagai, mengawasi, dan menyelamatkan, kalau-kalau bakal digendam.

 

Pelajaran yang lainnya lagi..

Selalu berdoa, semoga kita dan keluarga kita dihindarkan dari segala bentuk kejahatan. Aminn

 

 

PS: Yang enggak ngerti sepenggal percakapan bahasa jawa di sini, googling please :)

25 thoughts on “Telepon Penipuan

  1. Aku juga heran lho mbak. Darimana si penipu bisa tau nomer2 korban. Nah, kalo yg lewat telepon rumah/kantor, aku kdg was was juga. Biasanya ada tuh yg bilang : saya dari instansi ini, apa benar ini telepon atas nama bapak / ibu X ?

    Tiati aja ya pokoknya

  2. Saya pernah dooong.. Ditelpon katanya menang undian 25 juta atau berapa gitu. Malahan saya kerjain, ku ulur2 waktunya, disuruh transfer, saya bilang saya tinggalnya di gunung, cuma bisa kirim wesel pos. Eh, dianya marah-marah.. Hahaha

  3. aku belum pernah tp ibuku yg sering , dibilang adikku kecelakaan, tp untungnya beliau tlp aku dlu, jd aku bisa bilang hati2 kl penipuan cek ke tempat kerjanya, di tlp ke tempat kerjanya gak apa2

  4. Yg aku heran, mereka bisa tau nomor lainnya dlm keluarga itu, dan hp orang yg mereka bilang tabrakan, pas pula bisa mati ya mba. Ini prnh kejadian ama mamaku soalnya. Samaaa, dia panik dibilang adekku kecelakaan. Tp pas ditelp adekku anehnya jg mati hp nya.

    Aku bingung di situ.. Untungnya mamaku ditemenin ama adekku yg lain. Jd penipunya dibentak lah..

    Hahahaha itu cara mamamu pake pasword segala macam keren lah. Aku jg mau ingetin suami dan keluarga biar begitu jg 😀

  5. itu herannya kok bisa tau juga nomor anaknya dan nyuruh anaknya non-aktifkan hape. kadang suka mikir juga, bisa jadi pelakunya orang-orang yang punya database customer.

    aku dulu sering banget dapat telfon menang undian, aku lawanin aja jawab asal-asalan dan ngeselin, eh dianya kesel terus maki-maki hahhahaa

  6. Mbak Noni, baru-baru ini aku juga pernah ditelpon sama mas-mas ngakunya dari kartu kresit Bca, katanya dapat voucher menginap di Bali. Eh, ujung-ujungnya minta no kartu kredit. Langsung aja aku matiin, males dengernya

  7. Keluarga tante saya juga sering di skam oleh penelepon tak bertanggung jawab. Apalagi tante saya itu orangnya lugu dan gampang panik. Pernah hampir tertipu tapi alhamdulillah, alm. suaminya dan anak-anaknya cerdik semua. Yg jadi pertanyaan saya, darimana ya mereka tau nomor telepon tsb? berhubung si penipu tsb rajin sekali menelpon rumah tante saya.

  8. Wuah emang bahaya mbak kalo orang2 yang ditipu itu orang awam, orang tua, baru pegang hp, dsb. Kasian

    Saya juga ada bejibun nih sms dari para penipu
    Yaudahlah yaaaa anggap angin lalu
    Tapi rencananya mau aku laporin sih
    Kan ada tuh caranya

    Kemarin, saya nonton vifeo yutup nya Dzawin Nur Ikrom, komika
    Emaknya abis ditelpon penipu, ya dilanjutin lah drama2an sama si Dzawin. Lamaaaa banget. Si dzawin sengaja ngabisin pulsa si penipu. Sampai akhirnya, si penipu cerita2 sendiri tentang kasus penipuannya
    Kocak dah

  9. Jahat ya orang kayak gitu. Bibiku pernah kena 1,2juta dalam bentuk pulsa yang dikirim bertahap dengan modus anaknya berada di kantor polisi. Si penelepon minta diisin pulsa 100rb berkali-kali. Baru sadar ketipu pas diingetin sama kasir indomaretnya karena curiga bibiku beli pulsa berkali-kali dalam jumlah besar dan waktu berdekatan. =(

  10. Aku juga pernah ngalamin, mba Noni…
    Kaka aku dibilang kecelakaan. Yang nelp polisi dan yaa gituu…nada suaranya marah-marah.

    Kenapa malah sana yang marah yaa…Kita kan panik.

    Ibu sampe nangis-nangis karena kaka gak bisa di telp pulaa…
    Beneer, mba Noni.
    Yang aneh itu…kok bisa klop yaa?!?
    Di saat ada masalah Phone Scam…di saat itu pula kaka gak bisa dihubungi.

    Gregetaaan banget!

    Alhamdulillah,
    gak ada apa-apa setelah aku telp ke kantornya.

    Fyuuh~~

  11. Bener juga ya, kl ditelpon trus dianya ngomong ‘ini aku …’, kadang kita malah main tebak2an dan nyebut nama, alhasil malah yg nelpon ngaku2 nama itu ya …

    Nyebelin emang org kek gini, bahkan sms penipuan tuh banyak bejibun di inbox blm sempet diapusin haha

  12. Banyak kejadian penipuan seperti ini mbak, masih banyak yg tertipu. Komplotan penipu itu pandai banget lho cari tahu ttg kita, tapi kalau kita tidak panikan dan cermat sepertinya masih bisa selamat dri yg ginian

  13. Banyak banget aku ngalamin telpon yg tidak jelas itu. Entah dari bank lah, asuransi lah, krtu lah. Wih macam macam. Memang sih aku pake hape lama orangtuaku dan sering jg dijadikan nomor kontak untuk asuransi. Aduh aneh2 aja. Ngakunya aku tinggal di Dumai padahal kita sekeluarga aja malah jarang ke Dumai.

    Hati2 aja deh sama mereka. Semoga mereka mendapat hidayah deh kelak.

  14. Aku jadi inget kak, pernah ada yg nelepon ngaku sebagai ayah, lah ayahku aja udah meinggal dari waktu aku masih bayi. Terus pas dia ngaku sebagai ayah aku bilang “Di akhirat bisa nelepon ya yah?” eh langsung tut tut tut. Wkwkwk

  15. Saya sering juga dapat telpon seperti itu
    Yg ada keluarga ditangkap polisi lah
    Ada teman lama lah
    Ada Menang undian lah
    Tapi saya ga pernah percaya
    Kadang mlh sy kerjain

  16. Ahahahaha.. kebayang keselnya saya kalau habis kecelakaan diajak kode2an gitu. Tak lempar HPnya wes. Wkwkwk

    Iya, nomor lama sering ditelpon penipu. atau nomor yg asal beli pulsa di sembarang konter.

  17. Ini apaaaa kecelakaan beneran pake password biar percaya wkwkwkw
    Tapi bener sih, hal2 kayak gitu malah bikin suatu saat kalo bener terjadi (tapi semoga enggak) malah jadi gak percaya karena dianggap tipuan orang lain. Heu.

    Mamaku juga pernah hampir kena, udah diajak telpon ada kali 15/20 menitan sama orang yang ngakunya polisi. Aku ada di rumah, cuma dengerin aja dulu, sampe akhirnya aku kesel. Hp mama aku ambil, aku yang ngomong agak bentak. Eh dimatiin telponnya. Ah cupu.

    Terus aku bilang sama mama, “Jangan ramah-ramah sama telpon gak jelas.”

    Wkwkwk.

  18. Sepertinya mereka ini emang sindikat yang terstruktur ya. Sering banget kasus ini menimpa orang-orang yang kukenal. Aku pernah sih ngangkat telfon yang masuk ke nomor orangtuaku, dan memang itu kayak penipu banget omongannya. Biasanya langsung aku matiin, Duh, bahaya betul, lho ini, Sampai sekarang operasinya masih eksis ternyata,

  19. hedeh paling males dapat telepon katyak gtu, biasanya aku matiin aja mbak, males soalnya buang waktu nanggapin.
    Eh dulu mertua hampir kena, pas suami hp ilang. Itu sebabnya skrng kalau nulis nama di hp bukan “mama” “papa” lagi tapi langsung pakai nama aja

  20. Mbak, aku juga sering loh dapet telpon penipuan gini. Trus yang paling aku sebelin, kalau ketauan dia mau nipu kita, ngomongnya jadi kasar, segala kebon binatang digelar.

    Hihi aku ngakak yang mbak Noni cerita soal bapak kecelakaan eh ibu masih nanyain nama istri, anaknya berapa hahahhaha… Ya gimana donk, waspada itu perlu ya.

  21. Kalo saya pernah juga pengalaman begituan. Ada orang yang iseng coba telpon. Cuma aku lebih duluan was-was gak mau yebutin nama aku atau nama keluarga aku. Dan biasa a aku tanya dulu, keluarga yg mana dan siapa?
    Ketika dia gak bisa jawab, berputar2, maka itu petanda tdk benar.

    Pesan ku, makanya kalo ada orav yg telepon entab siapa2 jgan suka nyebutin diri dgan nama sendiri ke orang. Misal ada yang telpon, jangan langsung sebut ia polan (nama sendiri) … Sebut saja aku/saya atau dll.

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)