Hal yang Kamu Pikirkan Tentang Ibu Bekerja Ini Tidak Selamanya Benar

Hal yang Kamu Pikirkan Tentang Ibu Bekerja Ini Tidak Selamanya Benar

Sejak belum punya anak, saya sudah bekerja. Bahkan sebelum nikah ding.. Dan sampai sekarang (puji syukur) belum pernah ada fase nganggur. Termasuk itu selepas lulus kuliah, langsung kerja kantoran. Karena takut enggak punya uang. Hahaha..

Kalau ditanya, pernah bosen enggak? Pernah bangetttt.. Kayaknya rutinitasnya kok gitu-gitu aja. Tapi setelah gajian dan bonus tahunan ditransfer, trus hepi lagi dan enggak jadi bosen. LOL. Read more

Saat Harus Meninggalkan Anak Ke Luar Kota

Saat Harus Meninggalkan Anak Ke Luar Kota

Sebenernya saya bukan termasuk ibu yang terlalu sering ninggal anak ke luar kota. Tapi termasuk ibu yang tega ninggal-ninggal anak. Baik itu nginap di luar rumah karena urusan pekerjaan, pulang tengah malam karena ada event yang harus dihadiri, atau tugas kerja berhari-hari ke luar kota.

Usia Luna 3 minggu aja saya udah tega ninggalin dia di rumah cuma sama eyangnya, sementara saya dan suami jalan-jalan. Kami lupaa.. kalo benernya kami udah punya anak di rumah. Alasan awal mau beli kerai buat rumah, eh.. kok bablas belanja lainnya, sampai lupa waktu.

Baru setelah ditelpon mama, “Kamu dimana? Ini anaknya nyari susu. ASI-mu di kulkas udah abis.” Trus nyadar, oh iya yaa… aku udah punya bayi yang butuh ASI. :)))

Read more

Alasan Kenapa Ibu Harus Bekerja

alasan kenapa ibu harus bekerja

Setiap perempuan pasti punya alasannya masing-masing dalam memilih sesuatu. Kenapa memilih hidup lajang, kenapa memilih menikah usia muda. Kenapa memilih menunda punya anak, kenapa memilih tidak punya anak. Kenapa memilih punya anak satu aja, kenapa memilih untuk tidak membatasi jumlah anak. Kenapa memilih jadi ibu rumah tangga fulltime, kenapa memilih jadi ibu pekerja. Kenapa memilih jadi freelancer, kenapa memilih menjadi pekerja kantoran.

Saya ini ibu pekerja kantoran, dan saya punya alasan kenapa memilih itu. Meski di luar sana ada yang nyinyir dan menuduh saya enggak peduli sama anak, atau istri kurang ajar karena meminta suami menjemur cucian di depan.

Tapi enggak ada yang tau kan.. di dalam saya….. tidur-tiduran. Hahaha.. nggaklaahhh… Saya di dalem nyuci piring, masak, atau mandiin anak.

Read more

What Working Mother Want

 photo what-working-mother-want_zps10rafvy9.jpg

Lagi rame banget ya Working Mother vs Stay at Home Mother. Mau ikutan bikin rame juga ahh…. Tapi bukan ngomongin baik-buruknya. Itu kan urusan personal masing-masing orang.

Saya mau tulis tentang ini aja “What Working Mother Want”. Karena kami juga manusia, yang punya hati dan keinginan. *apaan sikk…* lol

1. Cuti melahirkan minimal 3 bulan, syukur-syukur bisa 6 bulan.

Kalau enggak salah, AIMI lagi mendorong pemerintah untuk mengesahkan cuti melahirkan 6 bulan kan ya… Demi suksesnya pemberian ASI eksklusif 6 bulan. Walaupun ada pro-kontra, termasuk dari kalangan wanita sendiri, saya sih mendukung 100%.

Ehh… enggak usah ngomongin cuti 6 bulan dulu deh. Masih ada juga loh, kantor-kantor yang cuma kasih cuti melahirkan 2 bulan. Hiksss…. :'(
Read more