Tips Menjalani LDR dengan Suami

Tips Menjalani LDR dengan Suami

Saya masih ingat, saat boyongan pindah ke rumah baru setelah 1 minggu menikah, Bapak berpesan ke kami seperti ini, “Suami istri itu jangan pernah pisah rumah. Kalau salah satu pindah kerja ke kota lain, lebih baik yang satunya ikut.”

Ya, kurang lebih seperti itulah kata-kata Bapak, yang intinya kami enggak boleh LDR.

Read more

Memilih Buku Anak

Memilih Buku Anak

Warbiyasak! Tepuk tangan.

Saya yaa.. sesuka-sukanya baca buku, sepengin-penginnya anak ikutan demen sama buku, tapi enggak punya pos untuk belanja buku tiap bulannya. *Langsung gagal mengklaim diri sebagai book enthusiast.*

Soalnyaaa… kadang duit buat beli buku bisa dipake buat traveling atau beli baju. Apalagi bentar lagi Paskah tuh.. Masa 3 hari berturut-turut ke gereja bajunya itu-itu aja. Brb, berarti harus beli 3 baju dikali 3 orang. Bonus mana bonus, kapan turunnya. >.< Read more

Tips Menghadapi Anak Egois

tips-menghadapi-anak-egois-1

Sejak usia 2,5 tahun Luna udah mulai egois. Kalau egois dan posesifnya kumat pas di luar ketika berinteraksi dengan orang lain selain keluarga inti. Huhuhu… sungguh menguras emosi lahir-batin buibu.

Tapi egois-nya Luna ini tidak berhubungan dengan kepemilikan barang atau makanan. Dia jarang banget enggak mau berbagi tiap bawa makanan, dan biasanya mau bermain bersama sekalipun kadang pernah juga enggak ngebolehin mainannya dipegang orang lain. Tapi untuk kedua hal itu jarang dramanya.

Nah, yang paling drama adalah perkara kepemilikan orangtua.

Iya, Luna tu posesif banget sama orangtuanya. Misal ya, saya meluk/nyium Si Bapak, atau sebaliknya. Dia bakal protes dan berusaha melepaskan kami berdua dengan teriak, “Apak tuuu….” (bapakkuu..) atau “Apak Naa yoo..” (bapaknya Luna yoo..)

Lalu pas di warung tetangga saya bantuin anak kecil yang pengin ambil cokelat. Luna langsung lari dan meluk kaki saya sambil nglirik si anak dan ngedumel, “Abuk tuu…” -____-

Dan yang paling menguras emosi adalah saat saya bantuin kakak sepupunya ngambil mahkota Frozen di atas lemari. Bukan cuma meluk kaki, protes, atau posesif aja dia. Tapi juga nangis kejer. “Ndak ilehhh…. Abuk Naa…” (enggak bolehh… Ibuknya Luna..) Read more

#MyLifeAsEditor10: Saya Suka Freelancer Seperti Ini

source pic
source pic

Saya bukan seorang freelancer, tapi pekerjaan membuat saya sering berhubungan dengan freelancer. Dari situ saya memilah freelancer menjadi 2 tipe; fulltime freelancer dan parttime freelancer.

Untuk fulltime freelancer, pemasukannya tiap bulan benar-benar ditentukan dari berapa job yang dia terima bulan itu. Sedangkan parttime freelancer, pemasukannya tiap bulan adalah dari gaji bulanan di tempat dia bekerja tetap dan tambahannya dari bayaran job freelancenya.

Karena hampir tiap hari berhubungan dengan freelancer, daftar stok freelancer di database saya pun ada banyak. Tapi masalahnya, tidak semuanya rutin saya order. Alasannya biasanya, hasil kerjanya tidak maksimal, deadline pengerjaan selalu molor, bayarannya selalu minta naik terus, attitude-nya enggak banget, susah dihubungi, dan suka tiba-tiba menghilang kalau ditagih deadline.

Jadi, buat yang bener-bener mau menekuni profesi sebagai freelancer, saya bantu dengan memberi list hal-hal yang saya suka dari freelancer ya. Supaya job freelancenya lancar dan awet diorder terus. Read more

Tips Memarkir Mobil di Rumah Mungil

me-and-my-baby-at-home

Kali ini saya mau bahas suatu hal yang krusial banget dalam berkeluarga.

Halah, kayak kamu udah nikah 50 tahun aja, Nik!

Eits, yang mau saya bahas bukan keluarga dalam arti yang sesungguhnya; suami-istri-anak-orangtua-mertua. Tapi, ber-te-tang-ga.

Pas udah nikah, cepat atau lambat kita bakal ngrasain kehidupan bersosial sama tetangga. Kalo dulu pol mentok sama temen se-kosan. Dan kalopun tinggal sama ortu, mereka sudah mewakili keluarga kita untuk bersosialisasi, tanpa harus kita ikutan arisan ini-itu. Cukup tebar senyum ramah, beres semua perkara.

Tapi pas udah nikah, kita ini kepalanya, kita yang harus bisa mewakili keluarga, dan menjaga nama baik keluarga demi nusa dan bangsa. #tsah

Jadi, hubungan baik nan harmonis pasti harus dijaga dong ya.. Tetangga itu kan ibarat keluarga terdekat. Kalo ada apa-apa sama kita, padahal orangtua atau saudara kita nun jauh di sana, pastilah mereka yang bakal nolongin kita. So, menjaga kerukunan antar umat pertetanggaan itu susah-susah gampang.

Masalah gaul dengan ibu-ibu arisan, udah deh, saya enggak pantes cerita. Pengalaman arisan juga baru semenjak nikah ini. Itu pun sering nitipnya. Bhuhahaha…

Saya mau sharing tips memarkir mobil di rumah aja ya. Ini kesannya sepele, remeh, tapi kalo bener-bener ngganggu, bisa bikin emosi dan pecah perang pertetanggaan loh. *ih, amit-amit* Bahkan sampai ada undang-undang yang mengatur masalah perparkiran di rumah juga loh. Tapi buat saya, duh.. sebisa mungkin jangan sampai seret-seret masalah parkir-parkiran sampe ke pengadilan deh. Read more

Siap Menjalani Interview Kerja?

Jangan grogi kalau diwawancarai oleh interviewer yang ganteng.
Jangan grogi kalau diwawancarai oleh interviewer yang ganteng.

Satu demi satu step ditempuh. Serangkaian psikotes yang bikin psyko sudah terlewati. Sekarang, babak interview dengan sederet petinggi-petinggi perusahaan harus dihadapi. Keder dulu sebelum bertanding? Sebaiknya jangan. Siapa tahu petinggi perusahaan itu ganteng, masih lajang, dan pastinya bukan gay. Hhmm.. prospek bagus kan.. Atau, perut mules bikin bolak-balik kamar mandi? Sebaiknya juga ditahan. Siapa tahu jalan menuju kamar mandi sama seperti jarak Jogja-Jakarta, capek kan..

Jadi, simaklah beberapa Tips Menjalani Interview Kerja ala Noni: Read more