Ibu, Montessori Tidak Sebatas Itu

montessori

Seberapa jauh sih, kita mengenal metode Montessori?

Mungkin kita berpikir bahwa Montessori itu artinya bermain-main sama anak. Atau kebebasan anak bermain sambil belajar. Atau bisa jadi, sekolah dengan biaya SPP yang tinggi banget, karena alat peraga yang dibutuhkan pasti biayanya tidak sedikit. Read more

Practical Skill for Toddler: Mencuci Piring Sendiri

Practical Skill for Toddler: Mencuci Piring Sendiri

Di usianya yang menjelang 3,5 tahun ini, Luna suka banget ngikutin apa yang dilakukan orangtuanya. Sering saya dibuat takjub, kok tiba-dia ngerti lipstik dipake di bibir atau kuas besar buat blush-on pipi. Padahal itu karena tiap hari dia lihat ibuknya dandan. *brb nyembunyiin make-up di rak atas*

Termasuk juga urusan perdapuran. Diam-diam dia ternyata merhatiin juga gimana cara saya memotong sayur, mengupas wortel, atau menguleg bumbu. Lalu dengan gayanya yang sok Masterchef Junior, dia keluarin peralatan masak saya dari lemari dan main masak-masakan sendiri. Read more

Aktivitas Anak yang Melatih Otot Jari untuk Persiapan Belajar Menulis

*hahahaha.. judulnya panjang bangett.. biarin. biar gampang kedetect di Google.*

Aktivitas Anak yang Melatih Otot Jari untuk Persiapan Belajar Menulis

Ketika weekend kemarin pulang ke rumah orangtua, di teras rumah saya mengobrol basa-basi dengan ibu tetangga depan, yang kemudian si cucu menyusul karena melihat ada Luna di situ. Luna yang sedang dalam fase pamer, langsung berlari ke dalam dan mengambil kertas origami serta spidolnya. Lalu dia menulis garis-garis tak beraturan di atasnya.

Melihat Luna menulis, ibu itu pun tiba-tiba bilang, “Luna udah pinter ya.. Megang spidolnya udah bener. Diajarin di sekolah yaa..”

Saya tentu senyum-senyum seneng dong.. Padahal memegang pensil yang benar sebenernya tidak pernah jadi kurikulum pribadi saya. Sesekali saya memang membenarkan caranya memegang pensil. Tapi kalau lagi males, ya saya diamkan aja dia memegang pensil seperti menggenggam sikat gigi. Read more

10 Ide Main Anak ala Montessori (Part 1)

ide main anak

Minggu lalu saya pernah nulis tentang Mengenal Metode Montessori. Trus, udah janji juga mau nulis list ide main anak ala Montessori. Kebetulan saya dan Christin, sahabat saya sejak kuliah, emang suka bertukar ide main anak. Bedanya, karena Christin itu stay at home mom, jadi koleksi ide mainnya dia lebih banyak ketimbang saya.

Saya mah main sama Luna ala Montessori, cuma bisa pas weekend aja. Hari-hari lainnya, Luna main di daycare, yang enggak jauh beda, sama juga Montessori style.

Trus biar ketulis rapi dan bisa menginspirasi mamah-mamah muda lain yang suka bingung mau main apa sama anaknya, coba saya jadiin satu ya semua ide main ala Montessori kami.

Kenapa Part 1? Supaya besok ada Part 2-nya, trus Part 3-nya, dan seterusnya. Karenaide main anak enggak cuma 10 biji aja.

Jadi inilah, 10 ide main anak ala Montessori yang dipersembahkan oleh Luna dan Ibuk Noni, serta Elwest dan Mama Christin. *drum roll*

Read more

Mengenal Metode Montessori

playing sand outside small

Sebenernya saya tahu kata montessori sudah lama. (di Jogja ada banyak bla-bla.. Montessori School) Sudah tahu juga bahwa montessori itu bukan sebuah brand, melainkan sebuah metode belajar. Tapi persisnya belajar yang gimana, baru tahu ya setelah punya anak ini.

*note: postingan ini bakal panjang, siapin jari yang kuat buat scrolling. :))))

METODE MONTESSORI adalah suatu metode pendidikan untuk anak-anak, berdasar pada teori perkembangan anak dari Dr. Maria Montessori, seorang pendidik dari Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Metode ini diterapkan terutama di pra-sekolah dan sekolah dasar, walaupun ada juga penerapannya sampai jenjang pendidikan menengah.

Ciri dari metode ini adalah penekanan pada aktivitas pengarahan diri anak dan pengamatan klinis dari guru (sering disebut “pembimbing”). Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Ciri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan otodidak untuk memperkenalkan berbagai konsep.

─Dikutip dari Wikipedia

Read more