Two Become One

step0003

Foto di atas adalah foto wefie pertama yang kami ambil setelah punya anak. Diambil saat Lunski masih berusia sebulan, dan di malam hari sebelum ngeloni dia tidur.

Keliatan gelap ya.. Huks.. Waktu itu masih pake BB yang pernah hits pada masanya tapi enggak ada lightnya. Kalau dari dulu udah jatuh cinta duluan sama Android, pilihan pertamanya mungkin sama henpon Smartfren. Harga terjangkau dan fitur keren. Sayang, cinta pertama smartphone saya dulu jatuh ke yang lain.

Mungkin foto itu tampak biasa saja. Semua keluarga pasti punya foto wefie. Entah difotoin orang lain, atau penuh perjuangan dengan pakai timer ataupun tongsis/tongbro (tolong dong sis.. tolong dong bro..)

Tapi buat kami─terutama saya, foto itu sangat bermakna. Bisa nikah sama suami saya itu aja udah Puji Tuhan banget, apalagi punya anak seaktif (baca: ngglidig) Lunski, jelas itu anugerah yang luar biasa.

Read more

Stop Laughing Please.. Can you?

Apa perasaanmu ketika pesan yang kamu maksudkan tidak tersampaikan?

Berteriak di depan orang-orang itu secara langsung?

Atau mencurahkan itu melalui status BBM, Facebook, ataupun Twitter? Di mana 140 karakter itu tidak cukup untuk menampung semuanya, karena rawan kesalahpahaman.

Dan sayang, saya bukan orang yang seperti itu. Saya lebih memilih untuk menuliskan semua ini di tempat ini.

Tempat yang bisa mendengar cerita saya tanpa banyak protes.

Tempat yang bisa mendengar cerita saya tanpa banyak tanya.

Tempat yang bisa mendengar cerita saya tanpa didengar sambil tertawa.

Tempat yang bisa mendengar cerita saya tanpa ada kesalahan maksud.

Tempat yang bisa mendengar cerita saya tanpa tanggapan sinis.

Awalnya, dan sesungguhnya. Saya adalah perempuan yang tidak bisa membiarkan “ketidakjelasan” itu terus berjalan. Saya akan berbicara dan mengungkapkan, supaya semua menjadi jelas, dan tidak ada pembicaraan diam-diam di belakang. Tapi sepertinya, hari ini telah mengubah saya untuk lebih baik diam dan membiarkan “ketidakjelasan” itu terus berjalan.

Karena hari ini, ungkapan saya ke mereka, ke forum itu, tidak ditanggapi dengan serius. Read more