Snacking Rules for Toddler

Snacking Rules for Toddler.jpg

Yang udah pernah ketemu suami saya (karena saya jarang posting fotonya), pasti akan selalu menyebut bahwa Luna itu mirip banget sama bapaknya. Saya enggak kebagian apa-apa, kecuali sama-sama ceweknya. Bahkan rambut dan giginya Luna juga mirip Bapaknya. Entah harus bangga atau gimana.. Kenapa giginya enggak serapi gigi Ibuknya, sekalipun udah rajin banget gosok gigi. Huhuhu..

Tapi semakin dia besar, saya baru menyadari kalau sifat-sifat dia ternyata banyak yang nurun dari saya. Kami sama-sama keras kepala, enggak sabaran, dan tomboy. Sampai suami saya pernah bilang, “Untung aku orangnya sabaran yaa.. Jadi sanggup menghadapi 2 wanita yang keras kepala begini.” LOL. Tipikal sama-sama anak perempuan pertama kali yaa..

Oiya, ada satu lagi sifat Luna yang plek banget sama saya. Dia ini anaknya jajanan kayak ibuknya. LOL. Kalau lagi enggak nafsu makan, dia pasti akan selalu nafsu jajan. Mulai dari jajanan pasar, roti kering dan basah, sampai snack biskuit yang dijual di toko-toko.

Emang enggak pa-pa gitu, anak kecil jajan di luar? Kalau tempat jajannya enggak bersih kan, berpotensi menyerang pencernaan anak yang bisa membuatnya diare atau terkena bakteri Salmonella yang mengakibatkan demam tifoid atau tipes.

Itulah kenapa saya anaknya pro-imunisasi banget. Luna dapat imunisasi komplit (baik yang diwajibkan pemerintah ataupun tidak), dan dampak yang terasa banget sampai sekarang adalah dia belum pernah terkena diare atau tipes.

Baca juga: Daftar Imunisasi Anak dan Manfaatnya

Meski demikian, saya tetep punya aturan memilih snack untuk anak.

  1. Pilih jajanan pasar, yang dijual di tempat yang bersih. Enggak banyak lalat atau debu berterbangan.
  2. Pilih snack non-MSG, karena MSG itu enak. Jujur deh, MSG itu enak kann.. Makanya bikin kecanduan. Kalau udah kecanduan dan jadinya over, bisa berbahaya bagi tubuh.
  3. Pilih snack kue basah atau kue kering rumahan. Syukur-syukur sempet bikin sendiri, tapi kalau enggak sempet saya beli di luar kok. Karena saya enggak se-selow itu untuk baking, karena masih kerja dan blogging juga.
  4. Hindari snack yang warnanya menyala. Misalnya cilok yang pakai saus merah banget, atau minuman yang warnanya hijau menyala. Uhh.. kok mikirnya jadi macem-macem yaa, pakai pewarna-lah, nanti efek buat anak jadi batuk-lah, dll. Ketimbang mikir yang macem-macem, lebih baik dihindari aja.
  5. Tidak menyetok snack tidak sehat semacam permen dan kripik-kripikan di rumah. Naa..ini tantangan berat. Soalnya aku doyan banget ngemil kripik. Jadinya, tiap punya kripik pasti disembunyikan di lemari dapur, dan baru dikeluarin pas Luna udah tidur. LOL.
  6. Mengecek tanggal kadaluwarsa dan kode BPOM atau PIRT yang tertera di snack.
  7. Wajib minum air putih setelah snacking time dan sebisa mungkin hindari minuman berperisa. Rasa manisnya yang berlebihan, enggak jarang bikin tenggorokan gatal.

Kemudian tantangan lainnya muncul ketika ngajakin Luna ke supermarket atau minimarket. Dia suka tiba-tiba masukin jajanan ke dalam keranjang troli. >.< Dan sampai kasir, saya harus milahin mana yang boleh, mana yang enggak boleh.

Jadi, kalau kalian sering liat di display deket kasir, ada beberapa snack yang tidak pada tempatnya. Itu pasti pelakunya orang-orang kayak saya. Baru nemuin snack yang tidak lolos approval, dan mau balikin tapi jauh atau bahkan enggak tahu tempat asalnya, jadi nitip taruh di situ aja. LOL.

Untungnya, lama-lama Luna paham loh.. Mana snack yang boleh, mana yang enggak boleh. Dan dia enggak pernah gatel pengin ambil tiap lewatin display snack ber-MSG.

Snacking Rules for Toddler.jpg

Menyadari bahwa saya punya anak yang jajanan dan brunch time-nya itu tiap siang. Jadi saya selalu bawain Luna bekal snack di tas sekolahnya. Biasanya sih, saya beli dadakan di toko jajanan pasar yang sejalan sama rute rumah-daycare. Tapi masalahnya, bulan puasa gini toko jajanan pasar selalu tutup tiap pagi. Bukanya baru sore karena menyediakan takjilan. Akhirnya saya harus pindah berburu snack di minimarket yang paling deket sama rumah.

“Alfamart yang warnanya merah,” tunjuk Luna yang udah hapal banget tiap kami melewati minimarket ini.

Di dalam Alfamart, saat dia lagi milih-milih susu, saya milihin snack yang bisa dibawa buat bekalnya. Dan mata saya tiba-tiba melihat ada label “Produk Sponsor Pak Rahmat” di sebelah label harganya. Radar emak-emak freebies langsung menyala.

Pak Rahmat di Alfamart.jpg

Pak Rahmat di Alfamart.jpg

Bergegaslah saya ke kasir dan menanyakan ke Mbak Kasir.

Katanya, Pak Rahmat adalah “Paket Ramadhan Hemat” dari Alfamart. Cara mendapatkannya adalah dengan belanja produk-produk sponsor sejumlah total Rp75.000, maka kita bisa tebus murah beberapa produk tertentu seharga Rp500.

Pak Rahmat di Alfamart.jpg

Mumpung barusan aja terima THR, saya langsung cari produk-produk sponsor yang ada label Produk Sponsor di dekat label harganya. Lebih gampangnya sih, sambil lihat poster di brosur yang dikasih sama Mbak Kasirnya.

Daftar belanjaannya, tentu disesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Seperti sabun cuci Rinso, Downy, tissue Paseo, sabun Sunlight, sikat gigi Formula, pasta gigi Sensodyne, bedak Marsk, shampoo Head and Shoulder, body lotion Marina, snack Pocky, Snickers, Biskies, Indocafe Coffeemix, permen Frozz, .

Wuaaa.. kok jadi banyak yaa..

*kekep dompet, udah cukup pemborosan selama bulan Ramadhan. Setelah THR datang, tetep harus berhemat*

Baca juga: Familife: Pengeluaran Terboros selama Ramadhan

Setelah semua belanjaan ditotal, dan mencapai minimal Rp75.000, saya bisa membeli 1 buah produk tertentu seharga Rp500.

1 kaleng Richeese Nabati Wafer, 1 kaleng Tango Wafer, 1 kaleng Nissin Wafer, 1 Liter Minyak goreng Tropical, 1 botol sirup Marjan, 1 botol sirup ABC, 1 pack Kurma premium Alfamart.

Masing-masing bisa dibeli cuma bayar 500 perak doang. Gopek!

Kapan coba terakhir harga minyak goreng di Indonesia ini cuma gopek? Kayaknya zaman saya belum lahir deh. LOL.

Pak Rahmat di Alfamart.jpg

Udah gitu, ternyata di ekor struk saya masih mendapatkan kode unik yang bakal diundi dengan hadiah utama mobil Datsun Go+. Caranya dengan memasukkan kode unik dan nomor transaksi ke website ini: http://pakrahmat.alfamartku.com/

WOT?? Cuma modal 75 rebeng doang loh!! Untuk periode I berlaku mulai 1-15 Juni 2017. Trus lanjut lagi periode II berlaku mulai 16 Juni-1 Juli 2017. Masih lamaaa..

Emosi seketika. Kenapa ada orang sebaik ini sihh.. Baik amat Pak Rahmat. Udah gitu, pilihan snack produk sponsornya kebanyakan tidak menggandung MSG. Aakkk.. aku makin cinta.

*

Memilihkan snack untuk anak itu emang musti teliti dan rada-rada tricky yaa.. Apalagi kalau anaknya udah segede Luna yang udah tahu nikmatnya jajanan tidak sehat, yang kebanyakan dia dapatkan dari hampers ultah temennya. Huhuhu

Karena saya rada strict urusan snack, jadi untuk hampers ulangtahun pun saya pemilih. Tidak pernah sekalipun saya menyediakan snack MSG. Paling roti kukus bentuk lucu-lucu, pudding, dan yang terakhir kue bolu dan 1 buah buku.

Trus pas lagi bagiin, sempet denger celetukan anak, “Kok isinya cuma ini?”

LOL. Kaget kayaknya dia, biasanya selalu terima hampers komplit dengan jajanan tidak sehatnya. Tapi giliran yang ultah Luna, isinya “gitu doang”.

Se-strictnya saya, Luna tetep pernah ngerasain snack MSG loh.. Dapet dari hampers ultah, trus diem-diem dia buka sendiri. *anakku udah bisa buka snacknya sendiri* *antara bangga, tapi juga kecolongan* Tapi sampai sekarang, tetap berusaha untuk konsisten menjaga kualitas snacknya.

Dengan enggak gampang luluh sama rengekan anak. Enggak lengah ketika diam-diam mereka memasukkan jajanan tidak sehat ke dalam keranjang belanjaan. Dan enggak gampang kalap tiap nemu program belanja menarik seperti Pak Rahmat di Alfamart. Tetap pilih produk yang sesuai kebutuhan dan sejalan dengan prinsip snacking keluarga kita.

Selamat berbelanja dan menyiapkan snack untuk keluarga! :)

23 thoughts on “Snacking Rules for Toddler

  1. Baru tau kalau ada Program Pak Rahmat.
    Jadi bisa lebih hemat yaa…apalagi pengeluaran menjelang mudik inii…bener-bener mamak harus pintar mengelola keuangan.

    *antara reward karena anak-anak berhasil melewati shaum sehari penuh sama berhemat.

    Program Pak Rahmat hadir tepat waktu. Yeeay~~

  2. 75 rebu dpt segitu byk? Wooo

    Soal snack anak, kalau tinggalnya sama ortu itu yg susah. Kita gak bolehin tp kdg ortu bolehin, pakai diem2. Kudu ada kerjasama yg baik mah

  3. Wkwkwk….. Aku ngikik bayangin dirimu ngumpet malam-malam snacking biar ga ketahuan Luna. 😀 Aku juga berusaha menghindari camilan ber-msg. Nah, keripik-keripikan itu semacam godaan yang sulit diabaikan. Pas tabah ga beli, eh giliran ditawarin temen suka pengen nyicip hahaha.. Btw Pak Rahmat ini baik banget, ya. Tau aja kebutuhan di bulan Ramadan ini banyak banget. Untunglah ada promo kerennya.

  4. Promonya menggiurkan yaaaaa 😀
    AKu juga suka belanja di ALfa banyak promo2 apalagi pas Ramadhan seperti sekarang ini. Biasa beli snack buat anak2 juga di sana TFS

  5. Request dong Mbak Noni.. apa aja ya jajan kering yang perlu dihindari untuk si kecil. Soale temenku yang udah ibu-ibu juga punya snacking rules kayak gini, tapi aku gak tau zat-zat apa aja yang perlu diperhatikan di komposisinya hehe.

  6. nah yang susah kalau ke sekolah, dimaan jajanannya mengerikan, dilarang tp lht temannay beli jadi ikut beli

  7. Luna pinter ya mba..

    emng siy ya masalah snacking ini tricky bgt dan mesti “galak” juga maknya ngasi tau untuk ga makan snack yang ngga2

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)