Sikap Anak yang Bikin Terharu

Sikap Anak yang Bikin Terharu.jpg

Sebelumnya saya pernah cerita ya, tentang kelakuan Luna yang makin lama makin bikin ngelus dada. Di fase threenager ini, dia semakin keras kepala, susah diberi tahu, makin beranian, suka melawan, dan drama queen banget.

Baca juga: Menghadapi Si Terrible Three

Tapi, punya anak usia 3 tahun itu enggak seterusnya berasa nightmare lah.. Banyak banget perkembangan kemampuan sosial, emosional, dan motoriknya yang bikin saya terharu senang. Ya ampun, dulu anak bayi yang tiap malem selalu gelisah minta nenen ibuknya ini sekarang udah bisa bikin susu sendiri.

Ohyes.. sesekali saya membiarkan dia melakukan segala sesuatunya sendiri. Seperti mandi sendiri – meski terakhirnya saya mandiin ulang, bikin susu sendiri – meski abis itu susunya enggak diminum karena katanya kurang manis (yaiyalah.. cuma 1 sendok susu, airnya segelas penuh), juga merapikan tempat tidurnya sendiri – meski abis itu diam-diam saya merapikannya ulang, karena kurang bersih.

Baca juga: Pekerjaan Rumah Tangga untuk Anak 2-3 Tahun

Di #Familife kali ini Isti ngajakin saya untuk cerita tentang sikap anak yang bikin terharu. Sebelumnya saya mikir, terharu yang gimana yaa.. Soalnya asli saya itu orangnya enggak gampang nangis tiap lihat sesuatu yang mengharukan. Tangisan Luna dulu lahir aja enggak bikin saya nangis terharu. Enggak kayak di film-film, yang bayi dikasih sama suster, trus ibunya meluk sambil nangis. Saya mah cengengesan menahan sakit karena dijahit..

Tapi saya gampang nangis kalau lihat dan merasakan sesuatu yang menyedihkan. Misal pas dulu Luna bayi sakit dan musti ditahan di RS. Tiap malem saya nangis terus. Atau pas lagi nonton film, kasih tak sampai, atau kisah keluarga yang menyedihkan. Wah.. ini baru bisa bikin saya nangis.

Tapi kalau hal yang mengharukan ini adalah sesuatu yang menyenangkan, maka saya akan tersenyum terus. Termasuk beberapa sikap Luna yang sukses bikin saya terharu dan tersenyum bahagia.

Baca juga punya Isti: Sikap Anak yang Bikin Terharu

“Aku minta maaf ya..”

Tiga kata wajib yang harus diajarkan ke anak adalah maaf, tolong, dan terima kasih. Untuk kata “tolong” dan “terima kasih”, udah lewat ya.. Dua kata ini relatif mudah diajarkan. Tapi kata “maaf”, ini jauh lebih susah. Kalau misal pun beberapa anak ada yang mudah mengucapkan, tapi belum tentu gedenya gampang bilang “maaf”.

Secara alamiah, kayaknya manusia suka enggan mengakui kesalahannya dan minta maaf. Adanya ngeles mulu. Termasuk juga bocah tiga tahun yang keras kepala dan suka membantah ini.

Jadi pas tiba-tiba Luna bilang, “Aku minta maaf ya..” tanpa disuruh oleh siapapun. Aduhh.. langsung peluk anakku dan maafin dia. Kamu pinter amat sih, nak… *anak sendiri dipuji-puji*

Dan setelah itu, dia gantian suka nyuruh-nyuruh kita, “Luna enggak suka ibuk gitu. Sini minta maaf dulu.”

LOL. Baiklahh…. “Ibuk minta maaf yaa..”

“Ibuk, atile dulu.”

Ini kata kayaknya cuma orangtuanya yang paham. LOL

Jadi, iklan favorit Luna adalah Bebelac seri Kucing Hilang. Di akhir iklan, ada adegan anaknya meluk ibunya dengan backsound “love till the end..” Nahh.. Luna bilangnya, “atilee…”

Trus tiap iklan Bebelac muncul di TV, dia akan selalu berlari ke saya, lalu memeluk dan mencium saya sambil bilang, “atilee…”

 photo snoopy and charlie_zpssb8jak0p.gif

Berhubung Luna ini dasarnya bukan anak yang sweet, dikit-dikit bilang “i love you”. (padahal saya sering banget peluk-cium dia sambil bilang “i love you” lohh) atau memuji orang. Makanya pas dia melakukan ini, rasanya unch-unch.. terharu banget..

Bebelac langsung saya nobatkan sebagai iklan terbagus sepanjang masa. *lirik2 siapa tahu diendors*

“Maunya sama Ibuk.”

Kayaknya saya udah sering cerita kalau Luna ini anaknya Bapak. Kartu As-nya dia adalah bapaknya. Udah muka mirip, lengket banget sama bapak, cuma keras kepalanya aja yang mirip ibuknya. LOL

Seringkali dia maunya sama Bapak. Makan, maunya sama Bapak. Mandi, maunya sama Bapak. Harusnya aku hepi yaa.. bisa lalala-yeyeye tanpa digondelin anak. Tapi aku iri gaess.. Masak Ibuk cuma dibutuhkan pas mau minta susu doang sihh.. Apalagi kalau pas lagi mood swing, bisa banget saya bete dan sedih, cuma karena merasa anak enggak butuh saya. :(

Makanya, pas suatu hari mood Luna sedang “maunya apa-apa sama Ibuk”, aku terharu hepi. Hahahaha… Remeh yaa.. Tapi berasa saya ini dibutuhkan enggak cuma buat ngurusin persusuan. Meski abis itu kesel juga sih, ini anak susah dilepas karena maunya sama Ibuk.

Oh manusia, susah diturutin maunya apa. LOL

“Ibuk jangan sakit.”

Ketika saya demam, gara-gara malam sebelumnya ngemper di Bandara Soekarno-Hatta. Saya musti bedrest selama 2 hari.

Baca: Ketika Hidup Bergantung pada Si Burung Besi

Saya tidur di rumah, Luna di daycare. Dan pas dia pulang, saya enggak bisa nemenin dia main karena kepala masih pusing berat.

Tiap hari Luna selalu masuk kamar dan tanya, “Ibuk masih sakit?” Ketika saya jawab “Iya.” Dia lalu keluar kamar dan tidak mengganggu saya, memilih bermain sama Bapak. Lalu di hari ketiga, ketika saya sudah mulai lebih sehat, dia bilang, “Ibuk jangan sakit ya.. Luna enggak suka.”

Unch-unch.. anakku… Kamu sedih kalau ibuk sakit ya..

Kata “enggak suka” ini refers to “sedih” ya.. Koleksi kosakatanya yang menunjukkan lawannya “bahagia” dan “senang”, baru “enggak suka”. LOL.

“Luna aja beli sendiri.”

Sebelumnya saya selalu sedih dan gemas, karena Luna bukan tipe anak yang beranian sama orang lain. Dia jago kandang dan cuma berani kalau ditemani orangtuanya. Dan sekarang ketika perkembangan kemampuan sosialisasinya dia meningkat tajam, wah.. aku hepi banget.

Baca juga: Luna, Lebih Berani Yuk!

Dia berani menyapa orang duluan. Dia mau menjawab ketika ditanya orang. Dia mau bergaul dengan orang-orang baru. Dan dia berani belanja sendiri ke warung deket rumah.

Warungnya cuma deket banget sih, ada di dalam satu gang. Saya intip dari halaman rumah aja, keliatan dia jalan kaki dengan gaya menenteng belanjaan. Biasanya, tiap meminta dia untuk belanja, saya memberikan list belanjaan biar dia enggak lupa. Lalu dia akan masuk ke warung dan bilang, “Budhe.. beli,” sambil menyerahkan listnya. Kalau ada sisa kembalian, dia akan pilih jajanannya.

Hahaha.. remeh banget yaa.. Tapi aku terharu bahagia. Ternyata anakku udah gede..

*

Mungkin Luna bukan tipe anak yang romantis, sweet, dan gampang memuji. Dia dominan tomboy, keras kepala, dan akan memilih panjat dinding ketimbang bilang, “Ibuk kamu cantik banget hari ini.”

Tapi segala perkembangan kemampuan sosial dan emosionalnya, meski itu remeh banget, bisa bikin saya terharu bahagia. Ah, ternyata dia udah besar..

Anakku.. please don’t grow up so fast.

Ibuk pengin menikmati setiap detik bersamamu dan peluk-peluk sambil bilang, “Atileee…” Sebelum kamu besok udah jalan dan belanja sendiri ke mall, sebelum kamu besok maunya apa-apa sendiri dan menolak bantuan Ibuk.

:)

Kalau kalian, apa sih sikap atau perbuatan anak yang bikin terharu? Cerita yuk, boleh di sini atau bikin tulisan tar aku dicolek yaa..

11 thoughts on “Sikap Anak yang Bikin Terharu

  1. Wah hebat bunda anaknya kecil2 udah pengen mandi sendiri, bikin susu sendiri dll. Ini salah satu moment kita sebagai orang tua menghargai keinginan anak untuk blajar mandiri dan melatih kemandiriannya. Walau nggak bersih n nggak rapi juga gapa2 ya bun namanya juga anak2. Nti seiring pertumbuhan dan perkmbangannya ia akan smkin lbh baik dalam mandinya atau aktivitas kemandiriannya. Cuma kita suka kurang sabar ya bun n gemes. Pengennya anak langsung brsih atau biar ama kita aja yg ngelakuinnya. Padahal sbnarnya anak sdang fase blajar ya bun hihihi. Aku juga salut nih ama bunda bisa mngajarkan anak untuk mengungkapkan perasaannya, walau terkesan anak suka membantah tetapi sebnarnya anak sdang bljar untuk berpikir kritis n ga suka disuruh2. Ini salah satu tipe pemimpin ya bun. Smgat kita bun dan smga slalu dbrikan kesbaran dlm mndidik anak2 kita. Aaaminnn

  2. Anak saya 2y6m. Belum lancar bicara, apalagi bilang maaf. Suatu hari dia ngisengin abang sepupunya dengan mendorong-dorong badan si abang. Saya bilang kalau perbuatannya itu nggak baik. Lalu dia menarik kembali tubuh si abang, dipeluk, dicium pipinya, lalu cium tangan. Aduuhhh… aku mesem-mesem terharu jadinya.

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)