Self-Healing for Beginner

self-healing for beginner
photo credit to @kedairasayana

Selamat hari Selasa dan ketemu lagi dengan saya, Nadia yang selalu penasaran ini 🙂

Hari ini saya membawa cerita yang spesial, karena kalau biasanya saya membagi resep dan pemikiran yang berhubungan dengan merawat badan dengan asupan makanan dan minuman, kali ini kita akan bersama-sama belajar merawat batin.

Whaaattt. Tenang, saya nggak akan ujug-ujug ngomongin ilmu kebatinan, kok :)))

Saya akan memulainya dengan berbagi pengalaman hasil hangout di kelas Self-Healing Keluarga, 30 Januari lalu di Pendopo Maguwo. Sabtu itu saya berkesempatan menimba ilmu dan belajar langsung dari ahlinya, Ibu Diwien Hartono, seorang pengajar holistik, spesialis Jin Shin Jyutsu, dan praktisi Jin Shin Jyutsu di True Nature Holistic (Praktek holistik milik Reza Gunawan, suaminya Dee Lestari). Saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama karena keramahan dan cara beliau membuat suasana mencair sedemikian nyamannya.

Sesi dua jam ini padat berisi dan berasa banget. Total saya menghasilkan notula 9 halaman ms.word (hasil dari transkrip rekaman yang disimpan di handphone, karena pada saat sesi berlangsung saya nggak mau riweuh mencatat, fokus mencerna dulu pokoknya.), yang akan coba saya mampatkan jadi satu blog post di Selasa Sehat kali ini. Bismillah. Doakan aku nggak ngalor-ngidul yaaa!

Penyembuhan holistik itu intinya fokus pada perawatan batin dan energi. Kita, manusia, sebenarnya sudah diberi modal untuk merawat diri kita sendiri. Merawat badan tentu saja, ini sepertinya yang sering menjadi fokus utama kita. Merawat jiwa, tidak mungkin, karena bagian ini adalah teritori Sang Maha Pencipta, Dia-lah yang akan memutuskan sampai kapan jiwa ini akan berdiam di badan kita. Nah, yang sering dianak-tirikan adalah merawat batin (memori, pikiran) dan energi (alasan kita bisa beraktivitas). Dengan mengerti self-healing atau penyembuhan diri, kita sudah berbaik budi pada diri sendiri. Dan kalau ingin lebih lagi, untuk diterapkan untuk merawat orang-orang tercinta di sekitar kita.

Modal yang dibutuhkan semuanya sudah disediakan Tuhan: Napas, Sentuhan, Gerak, dan Keheningan. Keheningan pun jangan diartikan harus selalu menyepi di tempat sepi, keheningan juga bisa didapat dalam keramaian. Dalem ya 🙂

Sebelum menolong orang, pertama kita harus sudah menolong diri sendiri. Makanya kita perlu nih menerapkan dua teknik sederhana yang bisa dilakukan setelah bangun pagi, diulang saat siang, atau saat-saat yang dibutukan seperti ketika panik menyerang.

agenda self healing

1. Zip up

Sudah bukan berita baru, kalau energi orang-orang di sekitar kita bisa memengaruhi diri kita. Mood, tenaga, suasana hati, dan lainnya. Namun, tahukah kalau sebenarnya kita bisa melindungi diri dengan cara yang sederhana?

Caranya adalah dengan menarik napas dan menggerakkan jari dari atas tulang pubis (tulang kemaluan) seakan menutup retsleting diri, digerakkan sambil menarik napas dalam sampai ke bawah bibir, lakukan gerakan mengunci, dan buang kunci itu. Ulangi sampai 3 kali.

Kami yang hadir di kelar sudah mencobanya, sebelum dan sesudah zip up. BIG BIG DIFFERENCE.

2. Napas 478

Bernapas dengan sadar adalah kunci self-healing. Napas perlahan dengan pola ini, membuat kita tak hanya semakin nyaman, rileks, tapi juga fokus. Caranya adalah dengan menarik napas dari hidung, lakukan dengan durasi 4 hitungan/4 detik versi yang sesuai dengan kapasitas diri sendiri. Dilanjut dengan menahannya selama 7 hitungan, kemudian hembuskan perlahan melalu mulut, pelan-pelan selama 8 hitungan. Lakukan 3 kali.

Diterapkan pagi hari sehabis bangun tidur, saat akan tidur, juga bisa juga sebagai pertolongan pertama saat dilanda serangan panik atau emosi lain yang berlebih atau saat ingin menolong orang. Ketika panik itu datang, minggir sejenak, lakukan napas 478, 5 kali, lanjutkan dengan zip up, 3 kali.

Ketika dibutuhkan untuk merawat diri dan orang lain, kita berperan sebagai terapis sekaligus klien.

***

Well, mungkin kita akan langsung beralih ke Jin Shin Jyutsu (JSJ) . Apakah JSJ itu? Di Jepang, metode pengobatan ini telah dianggap seni dan berlaku turun temurun. Di Indonesia metode ini mulai diterapkan sekitar sepuluh tahun belakangan ini. Jin Shin Jyutsu, secara terjemahan berarti penyembuhan diri sendiri dengan bantuan Sang Maha Pencipta.

Dalam JSJ, tubuh kita punya apa yang dinamakan SEL (Safety Energy Lock) atau bahasa sederhananya saklar tubuh. Seperti rumah yang punya saklar, jumlahnya kadang tidak hanya satu, biasanya dibagi per bagian-bagian rumah, per sirkuit-sirkuit. Misal di pagi hari, dapur menjadi pusat penyedot listrik yang paling banyak. Beban di daerah dapur akan berat, dan ketika beban tersebut tidak mampu ditahan maka sekringnya akan turun. Bagian lain dari rumah mungkin tidak terpengaruh, maka kita akan fokus menyelesaikan masalah energi yang terjadi di daerah dapur. Apa ada yang terlalu membebani, kenapa konslet? Maka kita akan mencoba melepaskan beberapa kabel dan mencoba menaikkan sekring di bagian dapur lagi. Itu prinsip dasar yang sama di JSJ. Jadi di tubuh manusia ada 26 titik yang disebut SEL, dengan hanya menekan/menyentuh salah satu SEL tersebut, kita bisa mengharmoniskan energi ke daerah-daerah tertentu. Bukan mentransfer energi, tapi kita menaikkan saklar itu, agar energinya mengalir.

Sekarang kita akan langsung praktek teknik utama dalam JSJ, yang disebut Main Central & Miracle Flow. Di kelas kemarin, kami para peserta yang semuanya buk-ibuk mbak-embak dipasang-pasangkan, dan secara bergantian menjadi terapis dan klien.

1. Main Central

Atau metode yang diperuntukkan untuk situasi saat kita/orang yang akan kita tolong (klien) merasa nggak enak badan, tapi nggak tahu akar masalahnya secara detail. Pokoknya semacam kemrungsung, linu. Hingga masalah yang lebih mendetail letaknya, seperti pusing, demam, gejala-gejala spesifik, sinusitis, pilek, flu, batuk, sesak napas, maag, gas, asam lambung, mens tidak teratur, diare, sembelit, sakit punggung, dan skoliosis.

Caranya adalah dengan salah satu tangan (kanan/kiri) diletakkan di puncak kepala. Misal saya pakai tangan kiri diletakkan di atas kepala, maka tangan kanan yang akan berpindah-pindah ke titik yang dituju. Begitu pula sebaliknya. Selama terapi berlangsung, bisa sambil duduk atau lebih enak tiduran. Bisa merawat diri sendiri atau menjadi terapis bagi orang lain. Sebelum merawat diri/orang lain, lakukan napas 478 sebanyak 3 kali dan tetaplah rileks. Kalau sedang sendiri, kita juga bisa merawat diri sendiri lho. Saya coba dengan diri saya sendiri, ilustrasi di bawah mungkin bisa membantu. Kita coba ya, here we go.

main central - self healing

  1. Pejamkan mata, cari posisi serileks mungkin. Bisa berbaring, bisa duduk. Tangan kiri diletakkan di puncak kepala. Letakkan dengan santai, tidak perlu tekanan yang berlebihan. Tangan kanan diletakkan di atas dahi. Di setiap titik yang disentuh, diamkan selama 2-3 menit (bisa lebih lama sesuai bagian yang dirasa bermasalah), untuk awal-awal bisa gunakan timer di handphone untuk memudahkan akurasi waktu.
  2. Tangan kanan dipindah ke puncak hidung, tangan kiri tetap di puncak kepala. Gunakan dua jari saja dan sentuh hidung dengan perlahan.
  3. Tangan kanan pindahkan ke tengah dada, tangan kiri tetap di puncak kepala.
  4. Tangan kanan dipindah ke ulu hati atau perut atas, tangan kiri tetap di puncak kepala.
  5. Tangan kanan dipindah ke atas tulang pubis, tangan kiri tetap di puncak kepala. (kalau sedang menerapi orang lain/klien, dan klien merasa risih dengan sentuhan di bagian ini. Kita bisa menggunakan tangan klien untuk menyentuh dirinya sendiri).
  6. Tangan kanan tetap di atas di tulang pubis, tangan kiri pindah ke tulang ekor.

Perlahan-lahan buka mata, bangun, dan rasakan energi yang mengalir lancar. Setiap sesi berlangsung sekitar 12-15 menit. Singkat, tapi hasilnya, luar biasaaa, rasanya seperti memanfaatkan waktu dengan sangat berkualitas. Selesai terapi bisa luruh, ngalir, rileks, dan ngantuk. Enaaak banget!

2. Miracle Flow

Kenapa disebut sebagai Miracle Flow? Karena metode ini bisa dibilang sebagai sapu jagatnya JSJ. Teknik ini bisa mengharmoniskan organ dan emosi. Tanpa arus tahu emosi yang mana, Miracle Flow akan menyelaraskan emosi kita. Tanpa menghilangkan marah/sedih, tapi membantu menerangkan apa penyebab kemarahan/kesedihannya itu.

Miracle Flow ini menjadi favorit ketika menjenguk orang yang sakit. Ketimbang ngomong ngalor ngidul, sambil ngomong kita bisa melakukan Miracle Flow.

Caranya adalah seperti seperti teknik jumping cable, tangan kanan dengan kaki kiri, atau sebaliknya. Flow pertama adalah ketika salah satu jari tangan menyentuh jempol kaki kiri, maka jari tangan kanan yang disentuh adalah kelingking. Berkebalikan, terus bergantian.

  • Sentuh jempol kaki kiri, pada saat yang sama sentuh kelingking tangan kanan. Lakukan selama 2-3 menit, berlaku untuk seterusnya.
  • Sentuh telunjuk kaki kiri, pada saat yang sama sentuh jari manis tangan kanan.
  • Sentuh jari tengah kaki kiri, pada saat yang sama sentuh jari tengah tangan kanan.
  • Sentuh jari manis kaki kiri, pada saat yang sama lanjut sentuh telunjuk tangan kanan.
  • Sentuh kelingking kaki kiri, dan sentuh jempol tangan kanan.

miracle flow - self healing

Total lama terapi Miracle Flow berkisar antara 10-12 menit. Hasilnya huaaa … nyaman kuadrat. I dont know why :):) Pas sekali karena pada saat terapi kepala saya sedang berkecamuk dengan berbagai isu yang sulit dihilangkan. Oh, rasanya seperti ditenangkan.

***

Dari semua metode yang kami praktekkan, dan hasil diskusi dan tanya jawab yang intim. Ada benang merah yang menarik yang sama-sama disetujui. Yaitu tentang berserah, tapi tidak asal ikhlas. Berdamai dan jujur dengan diri sendiri. Saat energi diaktifkan dan dialirkan ntah kenapa hal-hal yang terpendam jadi keluar lagi. Tersadarkan, yang belum diikhlaskan, jadi terpikirkan, pada saat yang sama ilham itu muncul untuk mencoba mencari jalan keluar. Does it sounds that too good to be true? Hahaha.

Ah, saya pun bakal bilang absurd sebelumnya, tapi setelah mencoba memahami hal-hal yang jadi pondasi Self-Healing metode Jin Shin Jyutsu ini, I couldnt ask for better. Ibu Diwien is the coolest! (Makasih Ibuuuu :))

kedai rasayana - self healing
photo credit to @kedairasayana

Kalau untuk pertama kali, lakukan metode-metode tadi, sekaligus atau salah satu, setiap hari dalam satu minggu. Untuk minggu kedua, bisa dilakukan setiap dua hari sekali atau sesuai kebutuhan. Untuk anak, baik dilakukan dua hari sekali, untuk menjaga mood dan daya tahan tubuh mereka. Misalnya akan diberi untuk orang tua kita, yang sedang ada masalah kimiawi darah (asam urat, tensi tinggi, dan lainnya), bisa diterapi dua hari sekali. Bisa gunakan Main Central atau Miracle Flow, ask yourself, you know best apa dan metode yang paling nyaman kamu gunakan.

Sementara, saya suka semuanya 🙂 🙂

Selamat mencoba dan jangan pernah malu bertanya dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya!

 

Jangan lupa follow Nadia di sini ya!

Instagram | Twitter | Blog

4 thoughts on “Self-Healing for Beginner

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)