Science Experiment: Susu Pelangi

Science Experiment: Susu Pelangi

Masih serangkaian libur panjang kemarin, kami sekeluarga enggak kemana-mana. Selain karena lagi bokek, gajian baru hari Seninnya. Juga karena capek, tiap sore-malem ke gereja, setiap hari. Serius, TIAP HARI. Yes, sesungguhnya Paskah itu lebih melelahkan ketimbang Natal. -______-

Selain ngajakin Luna melukis telur, yang ujung-ujungnya telur ayam berubah jadi telur dino. Si Bapak berinisiatif untuk bermain-main dengan science. Idenya entah datang dari mana. Dia emang enggak cuma programmer, tapi juga pengajar Science Club di sebuah SD swasta. Jadi, paling juga “permainan” ini pernah diajarkan ke murid-muridnya.

Baca juga: Practical Skill for Toddler: Menghias Telur

Coba deh, praktikin. Bahan-bahannya simpel.

Science Experiment: Susu Pelangi

  • Susu kedelai putih
  • Pewarna makanan
  • Sabun pencuci piring
  • Cotton bud

Pertama, tuangkan susu kedelai putih ke dalam sebuah piring. Lalu teteskan sedikit pewarna makanan di sisi yang berbeda-beda. Boleh satu warna aja, boleh juga dua atau lebih. Kalau saya kemarin netesin 4 warna.

Science Experiment: Susu Pelangi

Trus, ambil cotton bud dan oleskan ke sabun cuci piring. Lalu celupkan cotton bud itu ke sisi pewarna makanan dalam susu kedelai. Dan lihatlah apa yang terjadi.

Semua terpampang nyata.

Terlihat setetes warna di susu itu menjauh dari sabun cuci piring, melebar, berpendar ke luar, dan berputar. Kalau misal kalian meneteskan lebih dari 1 pewarna makanan, nanti pendar warna yang keluar bisa tercampur sendiri, dan muncul warna pelangi yang bagus.

Kenapa bisa seperti itu?

Kata si guru Science Club aka bapaknya Luna, itu karena susu kedelai memiliki kandungan protein dan lemak. Nah, protein dan lemak itu punya sifat yang sensitif terhadap sekitarnya. Dan ketika diberi sabun, senyawa sabun itu akan memecah protein dan lemak yang ada pada susu.

Makanya kenapa dibutuhkan pewarna makanan, supaya lebih terlihat proses “memecah”nya. Sehingga terlihat susu pelangi yang cantik.

Eh, harus pake susu kedelai ya?

Enggakkk.. Pakai susu sapi pun bisa. Susu sapi dan susu kedelai sama-sama punya kandungan protein dan lemak. Jadi ketika dipraktikin hal yang sama, hasilnya juga bakal sama. Susu pelangi.

Kemarin saya pake susu kedelai, karena sayang kalo pake susu UHT plain-nya Luna. Mending diminum dahh… Kalau susu kedelai kan tinggal beli di warung, 1000 rupiah. Lol

Belibet ya jelasinnya kalo enggak ada videonya. Kemarin mau bikin, tapi hasilnya kok enggak bagus, karena disambi momong 2 bocah, Luna dan sepupunya. *perfeksionis nih…*

Tapi untung, visualisasinya terbantu dengan video dari Dunia Orbit Digital ini. Semoga kalian semakin paham dengan penjelasan saya tadi, dan enggak bingung bayanginnya.

Yuk ah, dicoba sekarang!

7 thoughts on “Science Experiment: Susu Pelangi

  1. mom aktifitasnya keren sekali.. saya ijin tiru ide kegiatan dan penjelasan kenapa terjadi fenomena seperti itu ya, untuk saya upload di IG saya. saya akan tulis sumber ny dari artikel ini. terima kasih,

    *oya IG saya ika_lovyqa kalau mgkin mbak mau cek.

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)