Prosedur Klaim Kacamata dengan BPJS

image

Satu minggu yang lalu, saya pamer di sosmed kalau kacamata saya baru. Yahh… maklum lah, udah lama enggak ganti kacamata. Makanya begitu punya kacamata baru langsung norak.

Kacamata itu hasil perburuan dari BPJS. Per tahun ini, kantor saya full pake BPJS sebagai asuransi kesehatannya, terutama untuk rawat inap dan biaya melahirkan. Kalau rawat jalan masih bisa klaim biasa tanpa prosedur harus ke faskes 1. Tapi kalau kacamata dan melahirkan, diutamakan pake BPJS dulu, tar kelebihannya baru klaim ke kantor.

Jadi, setelah tahu berapa plafon saya untuk klaim kacamata ke kantor, segera saya kumpulin niat untuk memproses semuanya mulai dari dokter faskes 1.

Awalnya, ngiranya pasti ribet. Tapi, kalau kita ikutin prosedurnya dengan benar, semuanya lancar. Tapi emang butuh kesabaran dan keniatan untuk kesana-kemari.

Minta rujukan dari dokter umum faskes 1.

Mau bikin kacamata itu enggak ucluk-ucluk dateng ke optik trus priksa mata & beli kacamata di situ. Tapi harus ke dokter mata dulu. Nah, ke dokter matanya juga harus minta surat rujukan dari dokter umum faskes 1.

Ngomongin dokter faskes 1, ternyata pilihan faskes 1 itu enggak melulu harus yang terdekat sama rumah kita, atau se-kabupaten sama domisili kita. Kata bapak kepala BPJS Sleman yang dulu presentasi ke kantor saya, BPJS enggak bisa jalan kalau pilihan faskes berdasarkan KTP. Kan banyak tuh, orang yang KTPnya beda sama tempat tinggalnya sekarang.

Pilihan faskes 1 juga enggak harus yang terdekat sama rumah kita. Memang sih, yang disarankan begitu karena kalo orang sakit kan males ya jalan jauh-jauh. Tapi, dokter kan cocok-cocokan juga.

Kalau kami, milih faskes 1 kemarin mikirnya jauh banget. Gimana kalau misal ada apa-apa dan bikin salah satu dari kami harus rawat inap. Trus udah ngincer rumah sakit juga, besok buat lahiran anak kedua. Padahal hamil aja belum. :))))

Saya tinggal di kabupaten Bantul, yang jauh banget sama pusat kota Bantul. Rumah sakit rujukan yang ada di domisili kami enggak ada yang cocok. Belum lagi pilihan rumah sakit itu sebenarnya malah jauh banget sama rumah. Soalnya saya tinggal di perbatasan antar kabupaten Bantul dan Sleman. Malah rumah sakit yang cocok ada di kabupaten Sleman. Makanya saya cari faskes 1 di kabupaten Sleman. Supaya kalau ada apa-apa rujukannya di rumah sakit Sleman yang deket sama keluarga dan jauh lebih cocok.

Saya pilih faskes 1 di dokter umum praktek mandiri, yang bukanya hanya malam. Soalnya kami semua kerja, dan priksa biasanya selalu malam. Kalau misal ada emergency yang harus pagi, bisa langsung ke rumah sakit dan tetep bisa klaim BPJS. Meski penyakit yang masuk kategori emergency itu ada banyak detilnya lagi.

Balik lagi ke urusan minta rujukan kacamata. Saran saya, sms atau kirim wa ke nomor admin praktek faskes 1-nya dulu. Ketimbang bolak-balik atau nunggu lama. Tapi, kalau minta rujukan kacamata biasanya enggak akan diperlama. Pengalaman kemarin, tanpa perlu si dokter tandatangan langsung, saya langsung dikasih surat rujukan sama adminnya di depan. Asal jelas ya bilangnya, mau bikin kacamata baru.

Saya cuma ditanya, mau ke rumah sakit mana? Dan saya pilih RSA UGM. Rumah sakit yang tergolong baru. Walaupun agak jauh sama rumah, tapi mau nyobain dan lihat dalemnya. Trus ngukir di temboknya “Noni was here”.

Priksa mata di dokter mata rumah sakit yang dipilih.

Udah bekal surat rujukan itu tadi, saya telepon dulu RSA UGM. Tanya dokter mata prakteknya kapan? Hari Sabtu siang ada enggak? Apa yang harus disiapkan untuk klaim dengan BPJS?

HARUS telepon dulu ya. Make sure semuanya jelas, supaya enggak capek bolak-balik, dan dadakan nyiapin berkas.

Kemarin saya diminta untuk menyiapkan fotokopi kartu BPJS, KTP, KK, dan surat rujukan. Enggak dijelaskan berapa lembar jumlahnya, tapi saya fotokopi masing-masing 3 lembar. Buat jaga-jaga, kalik kurang, dan fotokopiannya jauh.

Setelah datang ke RSA UGM, karena itu baru pertama kali saya periksa di sana, jadi harus melengkapi identitas pasien dulu di meja administrasi. Ini untuk dapat nomor rekam medisnya.

Baru setelah itu, saya diminta untuk ke meja pemeriksaan berkas-berkas BPJS. Jadi, di RSA UGM (dan seharusnya di RS lain juga) ada meja khusus yang petugasnya ngecekin kelengkapan berkas-berkas kita. Supaya semua kekurangan berkas bisa dilengkapi di awal. Ketimbang udah jauh jalan, ternyata salah atau balik harus fotokopi ini-itu lagi.

Kalau udah lengkap, seperti biasa, ambil nomor antrian di poli mata. Trus antri sebentar dan dipriksa sama dokter mata.

Karena RSA UGM termasuk rumah sakit baru, jadi antrinya enggak begitu kiamat. Tapiii… pas antri di farmasi. Baru panjang banget.

Ini kasus khusus ya.. Kalau emang tujuannya minta surat untuk bikin kacamata, seharusnya enggak perlu ke Farmasi segala. Karena enggak ada obat yang harus diambil.

Tapi, kemarin pas priksa minus mata itu pas banget sama mata saya yang bengkak gara-gara bintitan. Udah 2 minggu enggak sembuh-sembuh, malah makin membesar. Akhirnya, sama dokter mata itu juga saya dikasih resep yang harus ditebus di farmasi rumah sakit.

Resepnya itu pun gratis. Jadi saya keluar dari rumah sakit dengan nota yang totalnya 0 rupiah.

image

Minta cap atau legalisir dari petugas BPJS yang ada di rumah sakit.

Setelah dapat kuitansi pembayaran 0 rupiah itu, tanyakan ke petugas rumah sakit, dimana meja petugas BPJS-nya. Karena untuk ke optik, kita masih harus bawa berkas-berkas dari rumah sakit yang sudah dicap sama BPJS.

Berhubung saya priksa di hari Sabtu, dan RSA UGM bukan rumah sakit besar, jadi petugas BPJS itu kerjanya cuma 5 hari kerja. Mungkin beda kali ya kalo itu di rumah sakit umum pusat. Pasti petugas BPJS itu selalu ada sepanjang hari.

Akhirnya, saya diminta ninggal sebendel berkas surat-surat itu di mejanya, dan bisa diambil besok hari Seninnya.

Senin siangnya saya ke RSA UGM lagi untuk ambil berkas-berkas yang sudah dicap. Saya juga dikasih fotokopian daftar optik di Jogja yang bekerja sama dengan BPJS. Kalau pilihan optik ini enggak based on domisili. Saya mau pilih optik yang di Gunung Kidul pun juga bisa. Tapi, ya kalik mau jauh-jauh ke Gunung Kidul. Saya pilih rumah sakit yang sejalan sama rute pulang ke rumah Mama aja.

Ohya, saya juga sempet tanya sama petugas BPJS itu. Adakah berkas yang harus saya kembalikan ke dokter faskes 1? Karena, kalau namanya rujukan, pasti ada surat balasan dari dokter yang dirujuk itu, dan harus disampaikan ke dokter yang merujuk.

Tapi, karena dokter mata saya enggak nulis apa-apa di surat balasan rujukan. Jadi, kalau sudah dapat kacamata, saya juga enggak harus balik lagi ke faskes 1 untuk kasih “surat laporan” atau surat balasan.

Datang ke optik yang bekerja sama dengan BPJS.

Sampai di optik, jangan lupa bilang kalo kita mau klaim dengan BPJS. Lalu mereka akan kembali meminta fotokopian identitas saya; KK atau KTP dan kartu BPJS. Plus surat-surat yang tadi saya bawa dari rumah sakit.

Lalu pilih-pilihlah saya frame mana yang cocok buat wajah. Tapi harganya jauhlah sama plafon BPJS. Frame doang ya ini.. harganya udah 400rban. Belum lensanya. Mulai 200rb sampai 600rb. Saya kemarin pilih lensa yang 350rb, framenya 450rb. Bisa ditotal harganya berapa kan? Jelas kuranglah dari plafon BPJS. Untung bisa klaim ke kantor.

Eh, harga segitu udah dapat gratis kacamata item buat Luna. Hahahaha…. dia enggak mau kalah. Minta kacamata biar kembaran sama Ibuknya. Dan dipakenya kacamata itu terus sekalipun malam hari. -_____-

Plafon klaim kacamata BPJS:

Kelas 1: Rp300.000

Kelas 2: Rp200.000

Kelas 3: Rp150.000

Ohya, Si Bapak kemarin sempet nanya sama petugas optik. Boleh nggak bawa frame dari luar trus bawa ke sini untuk dibuatin lensanya yang baru?

Dan katanya, BOLEHH.

Kata Si Bapak gini, harga frame di luar kan buanyak yang murah-murah ya. Dan kalau kita nyaman pake itu, nggak pa-pa kan… Tinggal beli aja di luar, bawa ke optik untuk dibuatin lensanya.

*iritttttt…..* :)))

Kemarin saya juga sempet ditawarin sama petugas optik, untuk periksa mata lagi. Kali beda gitu. Soalnya minus mata saya turun. Padahal kebanyakan kalau ganti kacamata itu kan minusnya naik ya.. Tapi saya keukeuh enggak mau, ngikut resep dari dokter aja.

Kalau udah fix pilih lensa dan frame yang mana, tinggal tunggu kapan kacamata itu jadi. Cuma bentar kok, 3 hari udah jadi.

Dan harga segitu tadi ternyata udah include garansi lensa 1 tahun. Enggak tahu juga sih, itu kebijakan optiknya atau aturan BPJSnya.

Selesai. Kacamata baruuu…. Trus jadi hobi selfie. :)))

image

Intinya kalo mau klaim pake BPJS itu emang harus sabar dan telaten. Kalo ditotal, saya kemarin ke dokter faskes, 1x. Trus ke rumah sakit, 2x. Ke optik 2x. Dan ke fotokopian 1x.

Jelas lebih rempong ketimbang tanpa BPJS yang udah langsung aja ke optik.

Tapi.. tapi… tetep cinta sama BPJS. Sekalipun dia dibully.

Ini kan langkah awal pemerintah untuk memajukan kesehatan masyarakatnya. Biar sehat itu enggak cuma milik orang kaya. Kalau masih ada yang ribet di sana-sini, ya wajarlah, namanya sistem baru emang perlu banyak revisinya. Apalagi yang diurusin ratusan juta penduduk.

Duh, negara mau maju kok susah banget ya.. Yuk-yuk, bikin BPJS. Tapi jarang makenya… Itu artinya, kita sehat teruss.. Aminn… Dan premi yang kita bayar tiap buat bisa dipake orang lain. Bisa membantu orang lain yang membutuhkan. Bukankah itu lebih menyenangkan?

😉

47 thoughts on “Prosedur Klaim Kacamata dengan BPJS

  1. Keren mba artikelnya…awal bulan ini kantorku baru daftarin bpjs…dan kacamataku udah ga enak…hmmm…bisalah nanti ganti lewat bpjs….makasih mba pencerahannya….

  2. Wah, info bagus ini, Mbak.
    Saya bukan pengguna BPJS, tapi Jamkesda mandiri Sleman. Kira-kira bisa enggak ya klaim kacamata? Harus cari tahu dulu. :))

  3. Sekarang uda gak seribet itu mbak.. tinggal datang lnsung ke optik yg kerja sama dengan bpjs langsung klaim..

  4. mau tanya dong, itu bisa klaim nya cuma yg faskes nya tingkat pertama aja atau bisa juga untuk yang tingkat faskes 2 ya ?

    makasih ^^

  5. ternyata samaan faskes 1nya, dokter Evi
    sekarang pindah ke Klinik Saroja yaa
    *malah jadi gosip*

    mba, kemarin rujukan optiknya apa aja? share sekalian dong, biar bisa ganti juga nih :)

    1. Aku lupa mba. >.< Yg pasti ada Optik Ismail di Sleman dan Optik Tugu di Jogja. Tar dari rumah sakitnya dikasih list-nya kok.. Dan itu bisa lintas kabupaten. Aku kemarin ke Optik Ismail.

      1. pas udah dapet resep ukuran minus dari dokter spesialis mata, apakah harus kembali ke faskes 1/BPJS-nya? aku baca katanya langsung ke optik kan yaa….

  6. kalau masa waktu penebusan kacamata sejak dapat receipt dari BPJS ada jangka waktunya tidak ya ?

    soalnya saya sudah dapat receipt dari BPJS untuk menukar kacamata dari bulan Januari, tapi saya belum ke optik di karenakan berbagai urusan.
    kira2 mau di tukar dekat-dekat ini apakah msh bs ?

  7. Mb tau gk rata2 harga kaca mata di optik rumah sakit, maksudnya biar klo nombok bawa duit lebihan gitu takut lebih mahal di optik luar

  8. Mbak saya pernah ke dokter yang ditunjuk untuk memberi rujukan BPJS tapi tidak bisa karena harus minimal minus 3 sedangkan mata saya minus 1,75 apa ada peraturan seperti itu? Tolong bantu dijawab, trims :)

  9. Bulan Maret 2016 sy ganti kacamatan pakai BPJS. Skrg klo dipakai agak tdk nyaman kadang pusing. Bolehkan masih 1 th ganti kacamatan pakai BPJS ?

  10. Misi mba, mau nanya, kalau mba itu ambil kacamatanya di optik mana? trus 350 rb itu dapat lensa merk apa ya? makasih mba infonya

  11. Hay mba.. ak 2bulan lalu di tawarin sm mas” yg dari salah satu optik gt.. sales nya kali ya. Nah dsitu ad tawaran bisa klaim pake bpjs cm pakek fotokopi bpjs n ktp aj tanpa hrus mnta surat rujukan dan lainya..gampang bgt kn ak pikir tp meragukan jg.. jd kira” nanti hrga nya tuh 450rbuan di mas” yg nawarin. Kira” itu tipu” pakek nama bpjs atau gmn sih?? Mungkin ad yg tau motif kyk gni..

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)