Practical Skill for Toddler: Mencuci Piring Sendiri

Practical Skill for Toddler: Mencuci Piring Sendiri

Di usianya yang menjelang 3,5 tahun ini, Luna suka banget ngikutin apa yang dilakukan orangtuanya. Sering saya dibuat takjub, kok tiba-dia ngerti lipstik dipake di bibir atau kuas besar buat blush-on pipi. Padahal itu karena tiap hari dia lihat ibuknya dandan. *brb nyembunyiin make-up di rak atas*

Termasuk juga urusan perdapuran. Diam-diam dia ternyata merhatiin juga gimana cara saya memotong sayur, mengupas wortel, atau menguleg bumbu. Lalu dengan gayanya yang sok Masterchef Junior, dia keluarin peralatan masak saya dari lemari dan main masak-masakan sendiri.

“Ini diuleg dulu ya..” katanya sambil metikin daun dan kembang di taman depan, lalu diuleg dengan batu.

Ya ampun.. anakku ini ternyata udah besar lohh.. Dulu cuma bisa ketawa dan bubbling sambil masukin jari ke mulut, sekarang udah bisa protes dan main sendiri. *lalu kekep dia erat-erat dan berharap waktu berjalan pelan-pelan*

*

Berhubung Luna ini sukanya ngikutin aktivitas saya di dapur, jadi kepikir untuk kenapa enggak mengajak dia mengeksplor dapur aja sekalian. Mengenalkannya pada perabot dapur dan aneka bumbu, mengajaknya menguleg bumbu halus, mengaduk bumbu tepung mendoan, dan juga mencuci piring.

Memasak dan mencuci piring itu kan aktivitas yang tidak terpisahkan. Sekalipun di kamera TV tidak pernah men-shoot para masterchef saat mencuci piring, tapi yang namanya chef enggak boleh cuma tahu ngotorin peralatan dapur aja, melainkan juga membersihkannya. Ini yang mau saya ajarin ke Luna, siapa tahu dia besok mau ikutan Masterchef.

Lagipula yah, nyuci piring itu bisa disambi masak kok. Apalagi buat saya yang diburu jam kerja. Sambil nunggu gorengan mateng, bisa sambil cuci panci, trus sesekali mbalik gorengannya. Makanya kan.. dimana-mana sink dan kompor itu deketan. Semacam hatiku dan hatimu, selalu berdekatan.. <3

Practical Skill for Toddler: Mencuci Piring Sendiri

Balik lagi ke ngajakin Luna nyuci piring. Ternyata ya.. Dia seneng banget sama aktivitas rumah tangga ini. Karena bisa sambil mainan air. Emang, sesederhana itu kok cara membahagiakan anak kecil. :))) Padahal di balik aktivitas sederhana ini, secara tidak langsung kita sedang melatihnya kemandiriannya, membekali dirinya practical life skill buat bekal masa depannya nanti, dan melatih motoric skill jari-jemarinya. Alih-alih menjejalinya dengan baca-tulis-hitung, lebih baik perkuat motorik halusnya, supaya ketika sudah waktunya belajar menulis, mereka akan lebih cepat bisa.

Baca juga: Aktivitas Anak yang Melatih Otot Jari untuk Persiapan Belajar Menulis

Tapi mungkin kadang kita suka khawatir ya. Nanti kalau piringnya pecah gimana? Nanti kalau cuciannya enggak bersih gimana? Nanti kalau bajunya jadi basah semua gimana?

Tenang dulu bu-ibu.. Mengajari anak mencuci piring tidak sesulit itu kok..

  1. Ajak dia untuk membiasakan diri meletakan piring dan gelas kotor bekas makan, ke dalam sink. Setelah mulai terbiasa, mulailah ajak dia yang mencuci peralatan makannya sendiri.
  2. Kalau badan anak masih kurang tinggi, berikan kursi kecil supaya bisa dijadikan panjatan sehingga dia bisa lebih tinggi dan meraih air kran. Atau jika ingin lebih nyaman, bisa dengan mencuci piring di bawah saja. Cukup sediakan ember isi air dan sabun.
  3. Untuk awal pengenalan, berikan peralatan makan yang terbuat dari plastik atau melamin. Jadi sekalipun licin dan jatuh dari tangan tidak akan pecah. Nanti pelan-pelan mulai berikan peralatan makan keramik untuk dicuci.
  4. Lakukan sebelum anak mandi pagi atau sore. Supaya ketika bajunya basah, bisa sekalian mandi. Jadi tidak perlu bolak-balik ganti baju.
  5. Jangan langsung membilas piring dan gelas hasil cucinya. Mungkin kita gemes lihat hasil cuciannya yang kurang bersih. Lebih baik ajak dia untuk membilas sisi yang masih ada busanya tersebut, dan biarkan dia yang membilasnya sendiri. Kalau masih gemes karena kurang bersih juga, biarkan saja dulu. Nanti selesai dia mencuci, baru diam-diam kita membilasnya sendiri hingga bersih. Jadi, mereka akan merasa bahwa hasil kerjanya dihargai, tidak sedikit-sedikit dikoreksi.
  6. Berikan sabut spons lembut, mudah digenggam anak, serta tidak merusak peralatan makan. Tahu sendiri kan, peralatan makan anak itu banyak gambarnya. Kalau salah pilih sabut spons, bisa merusak gambar tokoh idolanya. *brb, tar dia minta dibeliin peralatan makan baru lagi, bisa lebih tekor dompet mamak*

*

Ngomongin sabut spons, sejak pertama kali kenal dengan sabut spons Scotch-Brite saya langsung jatuh cinta sama merek ini. Bisa dibilang deh, segala peralatan rumah tangga saya didominasi oleh Scotch-Brite. Mulai dari sapu, pel lantai, serbet piring, sikat WC, sikat keramik, dan juga sabut spons cuci piring.

Kalau dilihat dari luar, sepertinya semua sabut spons cuci piring itu sama aja ya. Padahal sebenarnya perbedaan warna dan bentuk sabut spons menunjukkan fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda.

Misalnya untuk Sabut Spons Hijau Scotch-Brite. Karena memiliki partikel penggosok khusus, sabut spons ini akan lebih maksimal untuk mencuci peralatan masak seperti panci, wajan, atau spatula yang terbuat dari alumunium atau stainless. Biasanya peralatan masak tersebut terdapat kotoran bekas makanan yang menempel sangat bandel, jadi harus digosok dengan sabut spons hijau yang bisa membuat peralatan masak kita 3x lebih bersih, 3x tahan lama.

Practical Skill for Toddler: Mencuci Piring Sendiri

Lalu ada lagi Sabut Spons Anti-Gores Scotch-Brite. Sabutnya yang mengandung serat dan mineral berkualitas, sangat maksimal digunakan untuk mencuci peralatan masak anti-lengket, misalnya teflon atau peralatan makan plastik punya Luna. Sebelumnya saya suka sebel kalau gambar yang ada di piring plastik Luna kegores saat dicuci. Buat anak kecil, gambar di peralatan makannya itu kan penting banget untuk meningkatkan nafsu makan, ya.. Dan sabut spons ini lembut banget serta anti-gores, gambar-gambar lucu di piring Luna tetap aman.

Practical Skill for Toddler: Mencuci Piring Sendiri

Terakhir adalah Sabut Spons Pink Botol Scotch-Brite. Bentuknya yang ramping memanjang, maksimal digunakan untuk mencuci botol-botol, karena bisa meraih kotoran di dasar botol. Sabutnya dibuat dengan teknologi ampuh untuk membersihkan kotoran, sebandel apapun itu. Termasuk sisa susu formula yang mengendap di dasar botol susu anak.

Practical Skill for Toddler: Mencuci Piring Sendiri

Sementara Luna lagi asyik mencuci sendiri peralatan makannya dengan Sabut Spons Anti-Gores Scotch-Brite, saya mencuci wajan dan panci yang terdapat kotoran membandel sisa menggoreng ikan dengan sabut spons Scotch-Brite Hijau.

Lumayan loh bu.. Mengajak anak mencuci piringnya sendiri, selain bisa ngajarin anak mandiri, juga bisa bikin anak lebih tenang dan terarah, sehingga kita bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Pada pengin lihat keseruan Luna mencuci piringnya sendiri enggak sih? Lihat yuk! Ada di video ini yaa…

Kalian, sudah cuci piring hari ini?

Libatkan anak untuk mencuci peralatan makannya sendiri, yuk!

Dan jangan lupa like fanpage Scotch-Brite ini ya.. Siapa tahu ada tantangan mencuci yang seru buat diikutin. Karena cuci piring itu dasarnya asyik kok. Asal tidak salah memilih sabut spons-nya, sehingga hasilnya pun bisa lebih maksimal dirasakan.

16 thoughts on “Practical Skill for Toddler: Mencuci Piring Sendiri

  1. aku ngajarin anak cuci piring sedari kecil, habis makan cuci piring sendiri dan agar gak pecah aku pakai piring plastik

  2. aku juga sambil nunggu gorengan matang nyambi nyuci piring mbak. Makasih sharingnya ya mbak. Besok kalau aku udah nikah dan punya anak, aku juga pengen ngelibatin dia buat nyuci piring bareng. 😉

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)