Pentingkah Susu untuk Anak?

Pentingkah Susu Untuk Anak?

Udah pada tahu semualah ya.. ASIX itu wajib untuk anak usia 0-6 bulan. Syukur-syukur bisa dilanjutkan sampai dia usia 1 tahun, atau bahkan 2 tahun. Buat yang bisa ngasih ASI full sampai anak usia 1 tahun bahkan lebih, itu jadi kebanggaan tersendiri. Apalagi kayak saya yang full time working mom ini.

Meski di usia 18 bulan, saya sudah harus menyerah dan memberi Luna tambahan susu UHT atau susu formula. Tapi lumayanlah kerja keras saya untuk mengusahakan ASI dan rajin pumping selama di kantor.

*mana keproknya?*

Baca juga: Manajemen ASI Ibu Bekerja

Setelah anak disapih atau lepas ASI, biasanya orangtua kasih susu ke mereka, termasuk saya. Tapi ada juga orangtua yang enggak kasih, dengan alasan gizi protein untuk tumbuh kembangnya bisa dipenuhi dengan makanan yang dikonsumsi anak. Bagaimanapun, yang terbaik adalah yang serba alami. Susu terbaik adalah ASI, gizi terbaik adalah sayur dan buah.

Tapi saya nih, yang enggak pede dengan menu makanan untuk anak. Kalau dianya apa-apa doyan sih nggak papa, tapi Luna ini agak picky dan maunya makan itu-itu aja. Sayurnya cuma brokoli dan wortel. Lauknya cuma telur dan tempe. Sini yang masakin lama-lama bosen. Kriting juga kayak brokoli, dah..

Ini salah satu faktor yang bikin saya tetep kasih susu sebagai gizi tambahan buat Luna.

Baca juga: Makan atau Minum Susu?

Herannya, selama sebulan pengeluaran saya untuk susu enggak pernah ajaib. Paling banyak cuma 350 ribu per bulan. Seringnya bahkan cuma sekitar di angka 300 ribuan. Itu sudah semuanya, susu UHT sekian kardus dan susu formula sekian kotak. Cuma minuman yang Luna enggak picky. Dia ini peminum segala jenis minuman, mulai dari teh, yogurt, jamu-jamuan, sampai ke berbagai jenis susu. Dan yang paling rutin susu UHT dan susu formula.

Pentingkah Susu Untuk Anak?
Teh manis is da best!

Saya heran karena selama ini tahu dari cerita temen dan kakak ipar, pengeluaran untuk susu anaknya bisa mencapai angka 700 ribu bahkan 1 juta per bulan. Makanya kan, promo susu kalau beli sekian kotak dapet travel bag, meja belajar, atau sepeda. Kalau saya maksa beli supaya dapet hadiah, beneran deh.. itu susunya bisa buat stok 6 bulan.

Trus jadi mikir, jangan-jangan apa saya ini yang terlalu irit ya.. Atau anakku yang enggak doyan susu. Aku kan enggak mau dibilang ibu irit binti pelit. Kalau emang anak suka, ya udah beliin aja.. Toh buat kelengkapan gizinya juga. Satu juta mah, seberapa sih…

*gayaaaaa…. tapi abis itu puasa* LOL

*

Beruntung ya, saya punya temen kuliah di Teknologi Pangan UGM, namanya Ardiba Sefrienda. Nihh.. berkah indah itu punya banyak temen dari segala macam bidang. Jadi bisa nambah ilmu, biar lebih kece. Muah-muah. Kiss jauh buat Diba yang pasti lagi baca tulisan ini.

Dari dia, saya tanya-tanya sekaligus tjurhat perihal kegalauan ini. Berhubung dia juga punya anak usia 5 tahun, jadi pastilah bisa paham sama kebingungan saya.

Sebenernya penting enggak sih, susu buat anak?

Ternyata Diba juga senasib sama saya, pengeluarannya untuk susu Ais, anaknya bahkan enggak sampai 300 ribu per bulan. Katanya, malah lebih baik anak yang seperti Luna dan Ais ini, yang enggak “gila susu”. Karena kecenderungan anak “gila susu” adalah anak yang susah makan. Kan lebih enak minum susu, enggak perlu ngunyah, langsung kenyang.

Oke fix, legaa… Sesusah-susahnya Luna makan, tapi syukurlah paling enggak 2x sehari pasti kemasukan karbohidrat, sisanya ngemil random dan minum susu.

Tapi sebenernya susu itu penting juga buat tubuh anak, sebagai pelengkap protein hewani. Dan kandungan nutrisi susu relatif komplit. Meski begitu, susu tetep enggak bisa dijadikan pengganti nutrisi. Bagusnya ya, selain rutin minum susu, pemenuhan gizinya juga harus tepat sesuai Piramida Makanan.

Tau dong.. Piramida Makanan ini.. Yang tahunya cuma 5 Sehat 4 Sempurna, duh.. bangun woyy.. Itu kan udah enggak berlaku lama banget. Sekarang sudah ganti jadi Piramida Makanan.

Pentingkah Susu Untuk Anak?

Jadi, kalau anak susah makan ya bukan susu solusinya. Melainkan gimana kreatifnya kita nyuapin anak atau nyiapin menu makannya, supaya dia mau makan.

Trus jadi inget kata-kata DSA-nya Luna dulu, pas saya ngeluh dan minta resep vitamin penambah nafsu makan. Dianya enggak mau ngasih, tapi malah bilang, “Vitamin nafsu makan anak itu ya di tangan ibunya!”

Dan pulanglah kami tanpa vitamin yang diharapkan sebelumnya. LOL

Lalu gimana dengan anak yang fanatik pada susu merek tertentu? Tidak mau diganti merek lain, bahkan kalau diganti diam-diam, dia bakalan tahu dan nolak.

Kata Diba, sebaiknya anak jangan fanatik merek susu formula. Kecuali kalau susu UHT atau Pasteurisasi. Khusus kedua susu itu, kalau mau fanatik terserah aja, karena susu tersebut kandungan nutrisinya alami, sehingga nilai gizinya relatif sama.

Tapi kalau susu formula, beda merek biasanya beda formulasinya. Susu A bisa aja unggul di prebiotiknya. Susu B bisa aja unggul di kalsiumnya. Dan kalau mau asupan anaknya unggul semua, ya bagusnya kedua merek susu ini dikonsumsi.

*

Kembali ke pilihan mau kasih susu ke anak atau tidak? Itu terserah masing-masing orangtua ya.. Yang pasti, kalau kita memutuskan untuk kasih susu formula ke anak, ya harus sesuai takaran. Maksimal 500 ml sehari. Dan berikan ke anak setelah makan besar. Menghindari anak tidak nafsu makan gara-gara kenyang susu.

Kalau enggak kasih susu ke anak, pastikan nutrisi yang dikasih ke anak memenuhi Piramida Makanan.

Enggak perlulah, nambah panjang deretan mommies war, untuk perkara minum susu atau tidak minum susu. Yang penting anak kita sehat semua. Yakan?

Semangat bu-ibu!

18 thoughts on “Pentingkah Susu untuk Anak?

  1. Saya sih, gak fanatik sama susu. Tapi juga gak anti. Tapi saya percaya, susu punya banyak manfaat. Anak-anak masih minum susu, tapi pas mereka mau saja. Dan enggak dirutin dan diwajibkan.

  2. kalau saya pribadi sukaaaaa banget sama susu, tapi nanti mau biasain anak gak terlalu tergantung sama susu. Karena minum susu juga ada batasan “dosisnya” hehehe.

  3. Anakku yg pertama biasa aja mba sama susu, kalo lagi mau dia bisa minum banyak tapi kalo lagi ngga mau, ya betulan ngga mau. :)) alhamdulillah makan apa aja bisa..
    Luna suka minum es teh manis ya, akuuu juga sukaaa Lunaaa :)

  4. Mak, pengeluaran susuku per bulan untuk Athar gak nyampe 300rb juga :) hehehe siapa bilang kita emak irit, yeey, kan konsumsi susu tiap anak itu bedaaa shaay..
    Dan setuju harus imbangi susu dan makan, jangan sampai berlebihan susu apalagi formula dibanding makan. Aku lihat sendiri kok, anak adik ipar banyak minum sufor dan dikit makannya bahkan cenderung dipaksa loh makannya :(
    Untuk UHT ini emang alternatif yang baik untuk anak-anak. Temenku di UK, juga saranin gitu ma aku waktu sharing masalah susu, di sana katanya mereka lebih ke UHT makanya di UK sedikit banget sufor kalaupun ada itu udah lalui izin yang ketat.

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)