Pengalaman Pap Smear Pertama

Pengalaman Pap Smear Pertama
gambarnyaa.. biar terkesan serem, padahall..

Akhirnya pap smear jugaaa….

Dari dulu saya selalu menunda-nunda. Besok aja setelah ultah pernikahan ke-3. Besok aja setelah Luna lepas ASI. Besok aja setelah ultah ke-30. Dan semuanya omong doang. Hahahaha….

Terus menunda-nunda, dengan alasan akhir tahun kemarin abis kontrol KB, bidannya bilang rahim saya baik-baik aja kok. Santai aja lahh..

Sampai sekitar 2 bulan yang lalu berita duka menimpa keluarga besar kami. Kakak sepupu saya (beda kakek, tapi satu buyut) meninggal karena kanker payudara. Masih muda, usia sekitar 34 tahun, dan meninggalkan 1 anak perempuan masih balita. :(((

Berhubung dulu di usia 20 tahun saya pernah punya pengalaman FAM, saat itu saya langsung SADARI. Ditambah berita duka ini lengkap bikin saya parno abis. Saya pengin selalu hidup sehat dan bisa mendampingi Luna sampai dewasa kelak.

Baca juga: Berjuang untuk Hidup Sehat Bebas Kanker Payudara

Tapi karena parno, saya tidak bisa SADARI dengan jeli. Saya tidak bisa membedakan, mana benjolan yang aneh, mana benjolan yang normal. Tiap malam cuma mikir, ini benjolan normal enggak ya.. Gimana kalo ternyata itu berbahaya. Stres berat jadinya. >.<

Akhirnya dengan tekad bulat, saya HARUS SEGERA pap smear sekaligus cek payudara. Kalau cuma cek payudara doang, nanggung amat deh. Udah nikah juga, sekalianlah pap smear. Meski takut, tapi mau enggak mau itu harus dilakukan. Pap smear itu wajib untuk wanita dewasa, apalagi yang sudah aktif seksual.

Setelah survey sana-sini, kemudian saya memutuskan untuk pap smear di Kucala Medical Center, sebuah yayasan pelayanan kesehatan khusus kewanitaan. Dulu saat didapati benjolan di payudara saya adalah FAM juga di rumah sakit ini. Jadi untuk urusan kesehatan wanita, saya percayakan saja pada rumah sakit ini.

Paket pap smear di sini sudah digabung dengan cek payudara. Jadi sekalipun cuma mau pap smear, pasti juga akan dicek payudaranya.

Biaya Paket Pap Smear & Cek Payudara di Kucala Medical Center:
Rp163.500
*di luar jika perlu kontrol KB, atau jika perlu diberikan obat.

 

PROSEDUR PAP SMEAR

Di Kucala, sebelum pap smear pasien diminta melengkapi pertanyaan-pertanyaan dulu. Seperti, hari terakhir haid kapan? Sudah punya anak belum? Dulu melahirkan dengan proses apa? Pernah punya riwayat keguguran enggak? Haidnya teratur enggak?

Selain formulir pertanyaan itu, pasien juga diminta membaca dan menandatangani surat pernyataan terlebih dahulu. Tidak cuma pasien aja ding, tapi juga keluarga yang mendampingi. Bisa suami, anak, atau orangtua.

Isi surat pernyataan tersebut adalah penjelasan proses pap smear adalah mengambil cairan di rahim yang paling dalam, untuk dicek di laboratorium, apakah ada bibit-bibit sel ganas atau tidak.

Juga dijelaskan risiko setelah dilakukan pap smear, yang biasanya terjadi perdarahan kecil. Untungnya saya kemarin tidak.

Serta yang terakhir, jika ternyata didapati ada sesuatu yang dicurigai sel ganas, maka pasien bersedia mengikuti saran dokter, karena apa yang disarankan dokter adalah yang terbaik untuk kesehatan dan penting untuk kehidupan pasien.

 

SYARAT PAP SMEAR

Harus sudah pernah berhubungan seksual atau menikah. Ya iyalah.. menurut ngana?

Idealnya pap smear dilakukan 3 tahun setelah menikah atau setelah berhubungan seksual. Tapi sayangnya, tidak banyak orang yang sadar akan hal ini. Makanya, pas saya ditanya dan menjawab bahwa sudah 4 tahun menikah (yang artinya sudah 4 tahun aktif seksual), itu udah bagus banget.

Lakukan di hari ke-7 sampai ke-10 setelah haid. Pokoknya sampai rahim benar-benar bersih dari haid.

TIDAK BOLEH berhubungan seks minimal 1 hari sebelum dilakukan pap smear, syukur-syukur 2-3 hari.

Tips tambahan dari saya, lakukan pap smear saat masa subur, di mana produksi lendir sedang tinggi. Jadi, ketika alat dimasukkan akan lebih mudah dan tidak sakit. Penting banget loh ituu.. Banyak orang takut pap smear karena takut sakit kan.. *nunjuk diri sendiri*

Tapi ternyata, pap smear kemarin ENGGAK SAKIT sama sekali. Uuuu.. yeayyy. Sama sekali tidak terasa saat diambil lendir di rongga rahim terdalam. Dan cuma bentar banget, enggak ada 5 menit. Sampe saya kaget, “Udah dok?”

“Iya, sudah. Mau lebih lama lagi?”

Hahahaha.. enggakk.. Cuma takjub aja, ternyata sesebentar itu dan setidak-terasa itu.

BENERAN.

Kata dr. Prima Dhewi, itulah kenapa orang-orang pada takut pap smear, karena denger cerita dari teman-temannya bahwa pap smear itu sakit. Sebenernya yang bikin sakit itu karena otot rahim itu udah keburu tegang duluan, jadinya ketika proses memasukkan alat dan mengambil cairan, kerasa sakit.

Proses pap smear memang akan terasa sakit, ketika dilakukan kepada wanita menopause, karena produksi cairan lendir di rahim sudah berkurang.

Naa.. berarti make sense kan tips dari saya untuk melakukan pap smear saat masa subur.

 

HASIL PAP SMEAR

Cairan lendir yang sudah diambil tadi, akan dibawa ke laboratorium dan dicek, apakah ada sel ganas atau tidak. Hasilnya tidak cepat, butuh waktu 7-10 hari.

Kucala bekerjasama dengan Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran UGM. Dan jika ada “sesuatu”, misal sampel tidak bisa dibaca sehingga harus pap smear ulang, atau ditemukan suatu sel ganas sehingga harus segera dilakukan pengobatan medis. Maka Kucala akan segera menelepon pasien yang bersangkutan.

Saya mengharapnya sih enggak usah ditelepon, berarti itu artinya pertanda hasil labnya baik.

Diagnosa hasil pap smear:

Kelas O: Sediaan tidak representatif atau tidak dapat dievaluasi. Harus segera pap smear secepatnya.
Kelas I: Sel dalam batas normal. Kontrol pap smear 1-2 tahun lagi.
Kelas II: Ditemukan sel-sel abnormal, tapi tidak tersangka keganasan, umumnya akibat peradangan. Tindak lanjutnya adalah pengobatan radang dan kontrol pap smear 6-12 bulan lagi. Sedangkan untuk radang ringan non spesifik, tidak perlu pengobatan, kontrol pap smear 1-2 tahun lagi.
Kelas III: Ditemukan sel-sel abnormal yang meragukan keganasan (pra-kanker). Bisa disebabkan peradangan berat yang dapat disembuhkan menjadi normal kembali. Tindak lanjutnya adalah pengobatan radang.
Kelas IV: Ditemukan sel-sel abnormal yang mencurigakan keganasan (kanker dini). Tindak lanjutnya kontrol pap smear secepatnya untuk konfirmasi.
Kelas V: Ditemukan sel-sel ganas (kanker invasif). Tindak lanjutnya segera konsultasi dengan dokter kandungan.

Puji Tuhan… Hari ke-9 saya mengambil hasil labnya dan memang hasilnya baik. Tidak ada sel ganas yang perlu dikhawatirkan dan dijadwalkan untuk pap smear 1 tahun lagi. Memang ada radang ringan, tetapi kata dr. Prima, kebanyakan wanita aktif seksual memang didapati radang ringan. Ini tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri tanpa antibiotik. Jadi kemarin saya mendapatkan obat untuk radang ringan tersebut.

Pengalaman Pap Smear Pertama

Ohya, keunggulannya di Kucala juga adalah setiap mengambil hasil lab, pasien atau keluarga pasien WAJIB menemui dan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Jadi enggak cuma ambil kertas hasil lab trus pulang.

Lalu kelanjutan setelah pap smear, jika kita menghendaki untuk imunisasi HPV (Human Paviloma Virus) bisa juga dilakukan. Imun ini adalah untuk mencegah virus HPV yang merupakan penyebab utama kanker serviks.Imunisasi ini dilakukan beberapa kali suntikan secara bertahap. Persis kayak imunisasi untuk anak yang enggak cuma 1x injeksi. Harganya juga lumayan. Minimal harus nyiapin duit 1,5 juta-lah untuk sekali imunisasi.

 

Kemudian, tanggapan yang muncul setelah denger cerita saya, biasanya seperti ini.

“Kamu dulu lahirin Luna partus normal sih.. Wajarlah kalo enggak sakit, kan rahimnya udah elastis.”

Karet kalii elastis. -____-

Eh, sini aku kasih tahu ya.. Mau kemarin nglahirin normal kek, atau caesar kek. Enggak ngaruh juga. Ada kok temenku yang dulu nglahirinnya caesar, trus pap smear dan sama sekali enggak sakit. Adaaa..

Ada juga yang dulu lahirinnya normal, pas pap smear sakit sampe susah jalan. Adaaa..

 

Jadi kesimpulannya, sakit-enggak sakit pap smear itu tergantung kitanya juga sih. Bisa enggak lebih rileks dan enggak tegang. Ketegangan di otak danperasaan kita, pasti akan berpengaruh pada ketegangan otot rahim. Kalau kitanya rileks, pasti otot rahimnya juga rileks. Percaya deh!

 

Trus gimana dengan hasil cek payudaranya?

Saya kemarin diminta untuk tiduran dan mengangkat kedua tangan, sementara dokter meraba kedua payudara saya. Puji Tuhan… tidak ada benjolan yang mencurigakan. Sepertinya stres bermalam-malam itu karena parno saya aja.

 

Semoga kita sehat selalu ya.. Dan dijauhkan dari segala penyakit berat, juga diberi kesempatan Tuhan untuk tetap hidup sehat sehingga bisa mendampingi anak-anak kita sampai dewasa kelak. Aminn…

 

Alamat Kucala Medical Center:
Jl. Suroto No. 18, Kota Baru,Gondokusuman, Yogyakarta
Telp. (0274) 515208
Jam praktek:
Senin-Sabtu, pkl. 09.00-12.00 dan 17.00-19.00

21 thoughts on “Pengalaman Pap Smear Pertama

  1. Adauga yang dulu lahirinnya normal, pas pap smear sakit sampe susah jalan. Adaaa..
    Itu akuuuu, dan papsmear yang menyakitkan itu membuat trauma hingga sekarang.

  2. Pengen sebenernya..tapi masih takut. Padahal udah lahiran 2x, pertama caesar dan ke dua normal. Tapi krn saya suka tegang, pas periksa dalam utk cek bukaan berapa aja itu berasa sakit bgt. Apalagi ngebayangin pap smear :(

  3. Waaahhhh papsmear cuma 100rb an?!! Aku kira ampir setengah jutaan.
    Aku ga pap smear tapi ikutan test IVA di kesmas, gratis. Pake cocor bebek Dan asam asetat. Rasanya? Ah biasa aja mak. Kaga sakit *efek keseringan kontrol Hamil pake cocor bebek. Huahahaha.

    PS. Owalahhhh kukira harus komen pake fb.

  4. Setuju, kalau kita sudah tegang, semuanya jadi menegang.
    Aku malah sudah mau 25 tahun menikah belum pernah pap smear, hayyaaa.

    Kalau mamografi, pernah sekali. Dan hasilnya negatif.

    Wah, baru tahu kalau pap smear ternyata free pain alias bebas nyeri, juga.
    Cuma yaitu tadi ya, kudu santai kayak di pantai.

    Terima kasih tipsnya ya, Mom.

  5. Mau nanya donk pengalamannya papsmear yg sampe
    Keluar darah kayak haid gt.aku lagi ngalamin ini karena aku ada erosi servik tapi kt dokter udah memdinga

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)