Sudahkah Membaca Buku Hari Ini?

Hari ini, 23 April 2012 adalah Hari Buku & Hak Cipta Sedunia. Di aneka jejaring sosial, banyak yang menulis “Selamat Hari Buku” dalam berbagai versi. Tetapi, pertanyaan besar dalam benak saya muncul. “Benarkah kita telah rajin membaca buku?” Bukan sekadar buku handout sekolah/kuliah yang memang wajib kita baca. Bukan sekadar membaca flyer yang ┬áberisi iklan-iklan aneka produk fashion, elektronik, ataupun gadget. Dan bukan pula sekadar membaca kolom baris iklan di surat kabar untuk mencari mobil dijual, rumah dikontrakkan, dan lowongan pekerjaan.

Satu minggu yang lalu saya sempat mengobrol (tidak banyak) dengan beberapa personil inti sebuah EO Pameran Buku. Sedikit bocoran, di tahun 2012 ini mereka memutuskan untuk cuti sejenak dari aktivitas pameran buku di seluruh Indonesia. Alasannya? Beberapa event pameran buku terakhir ini sangat sepi pengunjung dan omzet yang didapatkan pun tidak banyak. Sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, sebuah gedung expo di Yogyakarta membocorkan grafik pengunjung di berbagai event yang diselenggarakan di sana, nama “Pameran Buku” pun tidak ada di list 10 besar di sana. Di peringkat satu, bertengger pameran komputer & gadget. Dan di peringkat dua, duduk dengan manisnya si pameran fashion & lifestyle.

Sungguh, sangat, amat, MENYEDIHKAN. Read more

#Part2: Forget the Past dan Ready for the Future

Mama sekarang sedang hobi bersih-bersih. Setiap sudut rumah, tidak ada yang luput dari aksi bersih-bersihnya. Kalau boleh dapat penghargaan dari Gubernur, layaklah mama dapat penghargaan Adipura. Mulai dari batas ujung depan halaman rumah, sampai ke ujung belakang garasi. Mulai dari setiap kamar di lantai bawah, sampai ke langit-langit di lantai atas. Kamar saya yang penuh barang-barang (yang menurutnya tidak berguna), juga ikut kena sidak. Beliau merapikan semua buku-buku saya. Perlengkapan make-up. Sampai tumpukan kertas-kertas di laci meja.

“Rumah kita mau kedatangan tamu banyak. Jadi harus bersih semuanya,” begitu kata mama. Read more

#Part1: Things to do before My W-Day, are..?

Awalnya, 7 Oktober 2012. Sehari tepat setelah ulangtahunku ke 27. Uhm.. sounds perfect, right?

“Jangan! Lebih baik pas liburan sekolah. Karena om Wito dari Banyuwangi memang ada rencana ke Jogja, jadi dibarengin aja. Kasian dia bolak-balik Banyuwangi-Jogja dua kali dalam setahun,” kata Bapak.

“Iya, lagipula budhe-pakdemu itu kebanyakan guru. Kalau pas liburan sekolah itu lebih baik,” tambah mama.

Oh God.. Libur sekolah, it means June or July. Ngos-ngosan aku cari duitnya. Gilak!

Oke, maju jadi tanggal 15 Juli 2012. Gedung? Booked.

Mama calling,“Ganti hari aja ya.. Dimajuin lagi jadi 1 Juli 2012. Karena tanggal 16 Juli itu anak-anak sekolah sudah masuk. Terlalu mepet sama berakhirnya liburan sekolah.”

What????? 1 July, it means 4 bulan lagi. Kali ini bener-bener gilak!

Mempersiapkan semuanya dalam waktu 4 bulan. Cukup enggak yaaa..

Then, mama calling me again,“Eh, malah pas lo tanggal 1 Juli. Itu pas hari lahir & pas wetonmu. Minggu Legi. Dan itu artinya tanggal yang sangat baik.”

Ammiiinnnn… Read more

Ketika SIM C Sudah Kadaluarsa?

Sepertinya saya harus berterima kasih pada adik saya yang berlama-lama memakai baju, saat kami bersiap untuk E-KTP. Karena menunggui dia yang super lama itu, saya membuka-buka dompet. Melihat-lihat seberapa banyak uang saya (dan kenyataannya tidak banyak). Membuang kertas-kertas nota & slip ATM yang tidak terpakai. Dan melihat-lihat SIM.

Tiba-tiba saya kaget. SIM C saya sudah kadaluarsa!!!

Oh Gosh… How come??

Setau saya, saya ini orangnya tertib untuk urusan administrasi. Karena bapak mengajari untuk tertib administrasi, jadi saya melakukan hal yang sama pada diri sendiri. Tapi kenyataannya, kali ini saya benar-benar tidak tertib. :(

Akhirnya sepulang dari E-KTP, saya mengurus SIM C yang sudah kadaluarsa 4 bulan itu. Dengan mendatangi SIM Corner di Ambarukkmo Plaza, saya bertanya pada Mas Polisi di sana. (soalnya masih muda, paling juga seumuran saya atau di atas saya maksimal 5 tahun). Read more

Stop Laughing Please.. Can you?

Apa perasaanmu ketika pesan yang kamu maksudkan tidak tersampaikan?

Berteriak di depan orang-orang itu secara langsung?

Atau mencurahkan itu melalui status BBM, Facebook, ataupun Twitter? Di mana 140 karakter itu tidak cukup untuk menampung semuanya, karena rawan kesalahpahaman.

Dan sayang, saya bukan orang yang seperti itu. Saya lebih memilih untuk menuliskan semua ini di tempat ini.

Tempat yang bisa mendengar cerita saya tanpa banyak protes.

Tempat yang bisa mendengar cerita saya tanpa banyak tanya.

Tempat yang bisa mendengar cerita saya tanpa didengar sambil tertawa.

Tempat yang bisa mendengar cerita saya tanpa ada kesalahan maksud.

Tempat yang bisa mendengar cerita saya tanpa tanggapan sinis.

Awalnya, dan sesungguhnya. Saya adalah perempuan yang tidak bisa membiarkan “ketidakjelasan” itu terus berjalan. Saya akan berbicara dan mengungkapkan, supaya semua menjadi jelas, dan tidak ada pembicaraan diam-diam di belakang. Tapi sepertinya, hari ini telah mengubah saya untuk lebih baik diam dan membiarkan “ketidakjelasan” itu terus berjalan.

Karena hari ini, ungkapan saya ke mereka, ke forum itu, tidak ditanggapi dengan serius. Read more

What is My Video Clip of this Week?

And this is my video clip of this week!

 

 

then, compare with another video clip.

 

 

~~

Maka komentar saya adalah… Read more

How come, BB Grup Saya Hilang Sendiri dari BB Saya?

Haishh… Bolehkah saya menumpahkan kekesalan saya di blog saya ini? Mau mendengarkan kan?

Begini critanya.

Oke. Semua sudah tahu kan ya.. Bahwa saya punya sebuah butik online bernamakan Mopilea Shop. Dan semenjak saya punya BB, maka saya memanfaatkan teknologi itu dengan membentuk Grup. Yah.. mencari komunitas penggemar Asia Fashion gitu deh.. Membernya sudah mencapai angka maksimal, yaitu 30. Dan yang inden pingin gabung tapi enggak bisa (karena sudah full) juga ada banyak. Paling tidak, usaha saya untuk  membentuk komunitas pencinta Fashion Asia sudah cukup membuahkan hasil.

Lalu, pada suatu ketika.

Ada seorang cewek, yang sengaja saya rahasiakan namanya, mengirim sms ke saya. Saya tidak mengenal dia, kami hanya berkenalan via sms, karena dia baca email saya di milis. Dia kasih pin-nya dan minta untuk diinvite ke grup saya. Semua permintaannya langsung saya kabulkan. Saya invite dia di grup.

Karena admin grup itu saya, dan kami belum berteman di contact bbm. Maka atas inisiatif dia sendiri, dia menginvite saya untuk masuk ke dalam daftar contactnya. Tapi..  karena statusnya pending terus. Saya jadi heran. Ini salah sinyal atau salah BBnya sih. Maka saya kirim bbm ke dia via message. Saya meminta dia untuk invite ulang pin saya, dan permintaan sebelumnya akan saya cancel.

Tapi.. suatu tragedi terjadi. Read more