Liburan Maksimal, Budget Minimal

Liburan Maksimal, Budget Minimal

“Sayank, kita liburan ke Bali dong..”
“Besok ya, tahun depan.”

Setahun kemudian, kami enggak kemana-mana. Dan pertanyaan yang sama terulang lagi.

“Sayank, kita liburan ke Bali yuk..”
“Hhmm..,” responnya datar sambil tetap menatap layar ponselnya. Membaca… entahlah.
“Aku mintanya kan Bali, enggak ke Singapore apalagi Korea, buat nemuin sayangku yang satunya, Lee Jong-suk.”
“Iya, tahun depan ya. Siapa tahu di Bali kamu ketemu sama sayangmu siapa itu namanya? Lee Kuan-Yew?”

Sepertinya dia minta ditimpuk pake tablet yang sedang kupegang ini. Tapi janganlah. Sayang tablet-nya. Benda berharga untuk nonton drama korea sambil nyemil toppoki ala-ala (baca: cilok saus pedes).

Dan sekarang sudah menjelang akhir tahun, tapi liburan ke Bali belum juga terealisasi. Kata artikel di majalah parenting itu kan, ibu jauh lebih rentan stres ketimbang ayah. Ini aku udah mau stres, kerjaan kantor kalau diturutin enggak ada selesainya, sama juga kerjaan rumah enggak ada ujungnya. Aku butuh liburan. Liburan yang jauh dari rumah, dan bisa seru-seruan mengeksplore tempat-tempat baru.

Tapi di lain sisi, aku pun menyadari bahwa setelah menikah kebutuhan hidup semakin meningkat. Cicilan KPR yang baru lunas setelah Luna SMP besok. Tabungan pendidikan untuk Luna dari SD sampai Kuliah yang menyedot tabungan. Belum lagi, target ningkat rumah sebelum Luna punya adik. Kapan sih.. Aku dan keluarga bisa jalan-jalan ke luar kota, tapi gratisan.

“Kamu bikin rencana anggaran liburan dulu. Kita pergi bertiga, tapi pengeluaran enggak boleh lebih dari 5 juta.”

Heh! Ini tu apa sih sebenernya. Di rumah kan dia bukan lagi bos, kenapa aku disuruh-suruh bikin proposal liburan dulu. Ya udah sih, kalau mau liburan, tinggal berangkat aja. Kalau dibudget-budget tar malah enggak hepi liburannya. Mikirnya bundet, mau beli ini, mau ke sana, cukup enggak ya duitnya. Halah, repot!

Lagian ini tuh ke Bali loh.. Tiket pesawat bertiga sendiri udah berapa? Suruh naik bis? Hiihh.. males! Sudah cukup offroad-ku PP Jogja-Banyuwangi setahun sekali. Dikira setelah bis nyebrang dari Ketapang ke Gilimanuk, kita langsung bisa menikmati indahnya pantai dengan bule-bule berbikini?

Sini ya kukasih tahu. Gilimanuk sampai Kuta itu setengah hari sendiri perjalanan daratnya. Bisa mabok darat. Pokoknya Incess enggak mau naik bis!

“Ya terserah. Yang penting semua budget liburan kita ke Bali enggak lebih dari 5 juta.”

Lama-lama Bapaknya Luna minta ditimpuk pake tablet beneran deh ini. Eh, atau tabletnya kujual aja ya.. buat tambah-tambah budget liburan.

Masuklah aku ke kamar. Ngambek. Prinsip suami kan seharusnya, “happy wife, happy life“. Buat bahagiain anak-istri masak pelit amat sih. Eh tapi kalau membahagiakannya pake duit korupsi, dih.. amit-amit ding. Mending hidup sederhana apa adanya.

Aku kan istri yang baik dan patuh pada suami tuh..

Malaikat baik bilang gini di kupingku, “Ini masih mending banget, suami ngebolehin traveling. Kan ada banyak suami yang bener-bener enggak ngasih jatah liburan buat istrinya. Boros, katanya.”

Jadi ini harus disyukuri dan tinggal cari cara gimana bisa ke Bali bertiga cuma keluar duit maksimal 5 juta.

*

Oke, sekarang mulai dari gimana caranya bisa sampai ke Bali dengan cepat, selamat, dan enggak capek di jalan.

TIKET

Liburan Maksimal, Budget Minimal

Klutak-klutik, aku sibuk di depan komputer. Biarlah disangka suami, masih ngambek. Padahal aslinya aku sedang browsing tiket pesawat di online travel agent dan cari harga termurah. Hari yang paling memungkinkan dan tidak mengganggu pekerjaan sebenarnya di weekend atau long holiday. Tapi, di hari-hari itu harga tiket pasti melonjak 2x lipatnya. Maleslah..

Mending liburan di weekdays. Urusan cuti kerja, gampang. Tinggal bilang ke atasan dan ngajuin ke HRD, sambil ngebut menyelesaikan pekerjaan di kantor. Jadi kalau ditinggal seminggu, bisa bebas dari whatsapp atau telepon kantor.

Apesnya, kalau belum dapat tiket murah dan cocok. Harganya cocok, tapi tanggalnya pas jadwal ada event kantor. Atau tanggal bebas deadline, eh.. gantian harga tiketnya tinggi. Jadi aku daftarkan email di newsletter sebuah maskapai. Harapannya, supaya kalau ada program tiket promo aku bisa tahu infonya lebih dulu. Lebih cepat tahu, lebih cepat booking.

Salah satu cara yang bisa irit biaya lagi sebenarnya adalah memesan tiket jauh-jauh hari, jauh-jauh bulan. Tapi sejujurnya aku bukan orang yang bisa membeli tiket untuk keberangkatan satu tahun ke depan. Aku masih punya anak balita yang suka panas-dingin tiba-tiba. Takutnya kalau ada apa-apa dengan anak di hari-H keberangkatan. Kalau dibatalin, pastilah tiketnya hangus. Sayang banget.

Tapi kan, aku cari tiket murah.. Kalau belinya dadakan dan dapetnya tiket mahal, bisa kere aku di Bali. Ngemper di Legian dan memohon belas kasihan bule-bule yang lewat. Baiklah.. sepertinya membeli tiket 6 bulan sebelum keberangkatan, masih lebih masuk akal ketimbang setahun.

Aku pun mengetik nama lengkap kami bertiga, memesan, dan siap meminta duit suami buat bayarin.

 

Urusan tiket sudah beres, sekarang perkara tempat menginap. Ingat, budget liburan 5 juta tadi sudah berkurang separonya sendiri buat tiket PP bertiga. Trus besok di Bali gimanaaa…

HOTEL

Liburan Maksimal, Budget Minimal

Bisa aja sih, mengemis pinjam kamar di rumah beberapa teman kami yang tinggal di Bali. Tapi rumah mereka jauh dari pantai, jauh dari Kuta. Malah lebih repot nanti perkara transportasinya.

Aku lanjutkan gerilya onlineku, dengan mencari hotel yang murah tapi nyaman.

Sebelum klik booking, aku bertanya dalam hati. Apa sih yang ingin dilakukan di Bali? Eksplore tempat wisatanya? Atau cuma mengurung di hotel dan jalan-jalan seperlunya di sekitar hotel.

Jujur ya.. Aku bukan orang yang betah lama-lama di dalam hotel, apalagi kalau nginepnya di luar kota. Di Bali aku pengin jalan-jalan ke aneka tempat wisatanya yang keren-keren. Jadi, aku harus menganggarkan budget untuk itu.

Dan pilihanku adalah menginap di Zen Rooms.Tempatnya cozy, bersih, dan ada kolam renangnya (ini fasilitas wajib untuk keluarga yang punya anak kecil). Dengan harga yang murah parah dan include breakfast. Eh, biasanya hotel-hotel budget gitu kan, emang murah tapi tanpa fasilitas breakfast. Itu sama aja boong. Kita bakal keluar duit lagi buat beli sarapan.

Ihh.. Pasti suami bakal cium mesra, karena aku ternyata cerdas. Bisa nemu hotel murah di Bali.

Duh, kok jadi deg-degan ya..

 

Pertanyaan selanjutnya, gimana ittinerary liburan kami di Bali?

ITTINERARY

Liburan Maksimal, Budget Minimal

Yang pasti, setelah sampai Bali kami harus sewa mobil. Biar kalau mau pergi kemana-mana lebih gampang, dan enggak terkungkung di sekitaran hotel doang. Lagian ya.. kalau mau naik taksi, ihh.. pasti harganya mahal. Kalau naik motor, emang praktis, tapi kalau sudah berkeluarga itu repot. Kasian anak.

Mending hunting persewaaan mobil sejak dari rumah dan sewa mobil tanpa driver. Enggak usahlah takut kesasar, kan ada teknologi GPS.

Dan demi menekan budget liburan, aku harus hunting tempat-tempat wisata murah dan kece. Enggak usah muluk-muluk musti surfing atau diving. Di Bali kan banyak tempat wisata budaya yang bagus dan juga Pantai Kuta yang bisa dinikmati gratis sepanjang hari.

 

Terakhir nih ya.. Aku juga sudah mempersiapkan diri, kalau ada teman yang tahu kami mau ke Bali, dan nitip oleh-oleh. Bhay deh, semua omongannya.

SHOPPING

Liburan Maksimal, Budget Minimal

Enggak usah terbeban harus pulang bawa oleh-oleh dan kasih mereka souvenir satu-satu. Kalaupun mau cariin oleh-oleh, mending beli oleh-oleh makanan yang jumlahnya banyak dan bisa dinikmati rame-rame. Misalnya, kacang disko, sekotak pie susu, atau pia legong.

Kalau tetep maksa nitip beliin ini-itu, aku bakal pasang tarif jasa titip belanja, yang sudah include transportasi dan tenaga ke sana.

Enak aja, kita mau liburan kok malah direpotin dengan segala titipan aneh-anehnya.

*

Eh, ternyata aku cerdas juga ya. Bisa bikin traveling hemat dan tetep hepi. Enggak salah suami pilih aku jadi istrinya. Lengkap dengan gampang ngambeknya, gampang marahnya, dan gampang baiknya lagi. Bhuahahaha.

“Masih pengin liburan?” tanyanya.
“Masihlah..”
“Pokoknya budget-nya cuma 5 juta ya.”
“Iya-iya. Cerewet. Sini kartu kreditnya!”

55 thoughts on “Liburan Maksimal, Budget Minimal

  1. Bah, istri cerdas ini! Sukak banget Mbak sama tipsnya. Bermanfaat sekaligus menghibur para istri yang senang liburan tanpa mau diribetkan dengan budget. Ceritanya juga lucu, whehe.

  2. widih dengan budjet yang minimal bisa menghasilkan liburan yang maksimal bener bener harus diperhitungkan tuh mbak. mulai dari penginapan transport dan masih banyak lagi hihi dan tentunya harus berhemat

  3. untuk menekan biaya liburan keluar kota, biasanya bisa sih memanfaatkan koneksi akan kawan disana :)))

    Ya misalnya, soal penginapan kan bisa diirit, jika nginep di rumah kawan, dsb
    Tapi itu hanya berlaku bagi yg belum nikah 😀

  4. Hahahaha segitunya ya mba minta liburan sama suami. Ngakak bacanya wkwkwk
    Etapi tipsnya boleh juga mba. Aku pun lagi nyari2 tiket pesawat ke Medan tapi belom nemu yg promo ahahhaha

  5. Hahaha, emang kalo pasangan lagi sibuk2nya. Sementara kita berkoar pengen liburan, jatuhnya iya nanti ya. Hihihi, alhasil sekarang saya berdua memaksimalkan liburan yg dekat2 aja dulu. Dalam kota ini, untungnya kemarin mindah ke Malang…kota wisata :)

    Btw, sukses mba…smoga itinerary ke Balinya terwujud ^^

  6. Mbak Noni detail banget persiapannya. As far, aku belum pernah merencanakan liburan secara detail. Hasilnya, pernah kemalaman di jalan dan bingung nyari penginapan. Yang berakhir pada nginap di rumah seorang teman. :v

  7. Iya, ke Bali naik bus itu ngabisin waktu bgt. Kalo dah berkeluarga dan jatah liburnya dikir, kudu maksimalin waktu dan budget jg. Duh, kudu pinter pilih2 nih ya

  8. Liburan memang jadi impian bagi yg sudah berkeluarga ya, mba…
    Namun jaman sekarang, segalanya sudah jauh lebih mudah dan menyenangkan.

    Semoga kami pun bs mewujudkan liburan impian.

  9. Piknik sepertinya udah jadi kebutuhan buat menghalau stress dari rutinitas ya, Mbak. Aku jadi pengen liburan hemat juga nih! Tapi aku bukan tipikal orang yg bisa pesan tiket jauh2 bulan, khawatir ada satu dan laih hal yang urgent. Bisa ga ya, dicancel tapi uang ga melayang kalo dah booking gt?

  10. Semoga segera terwujud liburannya ya, Mbak. Biar fresh lagi, keluar dari segala kepenatan.
    Liburan emang harus selalu menyesuaikan budget ya. Mau budget besar atau kecil ga jadi masalah, karena pasti ada celah untuk ngewujudinnya.

  11. Kalo belum berkeluarga pasti berpikirannyaa liburan gak ada plan di tambah psti serba ngedadak hee
    tapi kalo udah berkeluarga pastinya harus mikirin jauh” hari.
    Agak kemahalan jga kalo sampe 5 juta, mungkin efek shoppingnya diperbanyak dibandingin maen ke wisatanya hee

  12. Liburan asik dengan budget minimal! Wah ga kebayang nih kalo dari Aceh bisa minim 5 juta mbak. Harga tiket pesawat aja udah berapa :’D

    Eh, tapi tipsnya bisa digunain nih buat para pencari refreshing macam aku yang tinggal di ujung P. Sumatera. Soal booking tiket itu memang harus dilakuin pinter-pinter biar dapat promo murah. Dan lagi biaya paling tinggi biasanya ada di jajan alias shopping. Belum lagi kalo ada yang nitip oleh-oleh. Duh please deh, mau refreshing tapi suka pada nitip :’D

  13. Tips nya bermanfaat banget mbak. Aku yang butuh liburan ini sangat berterima kasih dengan hadirnya artikel ini mbak hehehehe apalagi penasaran juga belum pernah ke Bali. Pengen banget kesana =D

  14. Enaklah mba, ada suami yang bisa diajakin liburan, sayah mah apa atuh, liburan sendirian aja, berharap dapat gebetan di jalan, eh.

    Liburan ke luar kota, emang butuh persiapan matang, mulai dari tiket, hotel dan lain-lain. Plus tempat yang mau dikunjungi

  15. Bener banget ini mba. Setuju. Biar budget minimal hasil perjalanan kudu maksimal ya. Makanya saya suka pesan kamar hotel yg fasilitasnya lengkap terutama ada breakfast dan kolam renangnya. Hihii biar makin ngeirit

  16. Sekalian aja lee suk jin😂😂
    Liburan itu mending irit tapi berkualitas, sehingga sampai dirumah tidak lagi kecapean karena bawa barang2 hehe.
    Asuransi menguras tabungan yah 😂

  17. Artikel ini memantapkan aku untuk tidak buru-buru nikah. Muahahaha. Mau puas2in diri keliling Indonesia dulu baru berkeluarga.

    Semoga kesampaian liburan minim budgetnya, Mbak. 😄

  18. Mbak jadi dijual? Ehehe.
    Zenrooms ini semacam a***rooms yah mbak? Jadi kita langsung pesen di zenroomsnya. Kayak kerjasama dengan hotel gitu kan ya? Pernah pas ke Surabaya, nginep di a*** tadi itu, ternyata di dalam hotel pasahasi.

  19. Kalo aku sekarang agak susah liburan keluar aceh, soalnya sekarang aja jauh dari misua, weekday benar2 dimanfaatkan utk ngumpul. Paling kalo cuti baru deh jalan2. Tapi tetap seputaran aceh

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)