Liburan Keluarga ke Bali (Part 1)

Liburan Keluarga ke Bali

Udah lama saya enggak menyapa blog ini. Kebiasaan nulis paper dengan materi yang berat dan serius, lama-lama kangen juga duduk manis, nulis cerita-cerita receh atau sharing pengalaman sehari-hari. Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman keluarga kami kemarin, pertama kali liburan ke Bali. Mumpung masih segar dan memorable banget.

*

Rencana liburan ke Bali sebenernya sudah diimpikan sejak lama, 4 tahun yang lalu. Dulu, pas Luna masih usia 1 tahun, dengan impulsif saya pernah klik booking promo kursi murah AirAsia. Tiket PP kami bertiga (Luna masih dihitung bayi) cuma sekitar 1 juta rupiah. Murah banget kan? Tapi sampai batas waktu pembayaran, saya enggak pernah transfer. Alasannya, karena saya ragu-ragu ngajak Luna bayi liburan ke Bali yang cuma impulsif dan tanpa plan.

Namanya tiket murah, jadi enggak refundable apalagi rescheduleable. Saya harus confirm fix dengan tanggal yang tersedia dan berangkat apapun kondisinya. But, baby is unpredictable. Malemnya ceria, bisa jadi paginya demam. Dasarnya juga saya ogah rugi, jadi ketimbang deg-degan mulu nunggu tanggal berangkat. Mending enggak usah aja, ditunggu sampai kami siap semua dan Luna lebih gedean. Lebih mahal enggak masalah, yang penting liburannya terplanning dengan baik dan memorable untuk semua.

Akhirnya, di tengah-tengah jadwal padat pekerjaan kami berdua, kami memutuskan untuk escape and fly to Bali and get a short family vacation. Yay!

Tiket pesawat sudah di tangan. Beberapa voucher hotel dan apartment dari Airbnb sudah terbooking. Tiba-tiba, Bos saya kirim message: “Besok Senin ada rapat evaluasi dengan direksi. Siapkan materi presentasi.”

Mampus! Saya sungkan enggak datang rapat evaluasi lagi. Sudah dua kali rapat evaluasi dengan direksi di tahun ini, saya enggak pernah datang karena lagi di Korea dan Jakarta. Masa kali ini mau enggak datang lagi. Bisa aja didelegasikan, cuma sebenernya sungkan juga. Dianya rapat, saya liburan. Padahal ikut rapat adalah bagian dari tanggung jawab saya.

Tapi kalau reschedule di detik-detik terakhir, gilak tiketnya over price. Plus harus rela kehilangan voucher hotel 2 malam yang enggak refundable.

Dengan muka melas, saya menghadap Bos. Cerita semuanya. Dan … dia langsung mengkoordinasikan dengan direksi untuk reschedule jadwal rapatnya. Ternyata dia lupa kalau di hari itu sudah approve pengajuan cuti saya. Yayy! Berangkat kami ke Bali!! Thank you, Bos!

*

Niatnya kami mau liburan, escape dari pekerjaan dan rutinitas harian. Tapi, di detik-detik sebelum jadwal flight, suami saya memutuskan untuk membawa laptop. Karena ada deadline yang harus disetor in the middle of our vacation. Wueidian! Ya udah, berat-berat bawa laptop. Dan malam selesai jalan-jalan, saya nonton TV dia nyalain laptop untuk kerja.

Liat dia malem-malem kerja, lama-lama gatel juga pengin buka email. Akhirnya saya buka email kerjaan juga. Dan balesin beberapa email koordinasi dengan relasi atau rekan tim. Sebenernya bisa aja dibalesnya besok kelar liburan. Mereka toh, juga ngerti saya lagi liburan. Tapi nanggung ah, udah dibaca ini. Nganggur juga karena dianggurin suami. Hahaha… Call us a workaholic couple!

*

Lalu kemana aja kami selama di Bali?

Kebetulan, kami bukan keluarga yang betah banget ngendon di kamar hotel seharian. Sepi dan berasa rugi. Ngapain jauh-jauh dan mahal-mahal bayar, kalau enggak eksplore. Mending di rumah aja, kalau cuma pengin tiduran dan males-malesan.

Tapi, kami juga bukan keluarga yang ambisius untuk mengeksplore semua tempat sepanjang hari. Namanya traveling with kids yaa.. Jadi, ittinerarynya enggak boleh padet. Untungnya, setiap liburan Luna selalu kooperatif. Dan dia udah bisa bilang, “Aku capek. Mau di hotel aja.” Kalau udah gitu, kita yang harus ngalah.

Liburan keluarga kami lengkap dengan ittinerary yang terschedule, tapi compromise sesuai sikon. Jadi, ini tempat-tempat yang kami eksplore selama di Bali.

Garuda Wisnu Kencana

Liburan Keluarga ke Bali

Kayaknya ada deh, 10 tahun kami enggak ke sana. Dulu, bentuk patung GWK masih berupa patahan-patahan. Tangan di mana, sayap di mana. Tapi sekarang udah bagus banget. Bersih, rapi, tertata.

Lokasi GWK enggak jauh dari bandara. Cuma sekitar 30 menit, karena pagi belum macet. Jadi, begitu mendarat dan transaksi rent car di bandara, kami langsung meluncur ke sana. Ternyata ada beberapa penumpang satu penerbangan yang punya pemikiran sama. Jadi, kami ketemu mereka lagi di GWK.

Sebelum masuk area GWK, kami nonton pagelaran tari legenda Garuda Wisnu Kencana. Ini traditional dance performace yang pertama kali ditonton Luna. Awalnya dia excited, milih kursi depan sendiri. Tapi begitu Garuda dan Buto-nya muncul. Langsung takut dan mundur ke deretan belakang, sambil tetep nonton tapi ngintipin dari sela-sela topi. Lol.

Liburan Keluarga ke Bali

Liburan Keluarga ke Bali

Saat kami masuk ke area patung Wisnu, sayangnya area patung Garuda belum dibuka untuk umum. Jadi kami cuma dibolehin lihat dari jauh aja.

Ternyata, 1 minggu setelah dari sana patung Garuda itu sudah grand opening. Rencana besok September akan diresmikan oleh Pak Jokowi. Lalu dibuka untuk umum, dan dari situ kita bisa naik ke lantai paling atas, untuk melihat Bali dari puncak tertinggi.

Liburan Keluarga ke Bali

Wah, besok suatu saat kami harus balik lagi ke Bali dan masuk ke dalam patung Garuda ini.

Tanah Lot

Liburan Keluarga ke Bali

Berbekal GPS, pagi-pagi selesai breakfast kami meluncur ke Pura Tanah Lot yang harus ditempuh selama 1 jam perjalanan. Menurut mitos yang saya baca di TripAdvisor, orang yang sudah pernah ke Tanah Lot pasti suatu saat akan balik lagi ke tempat ini. Dan emang sih, ini sudah kesekian kalinya saya ke sini.

Tempatnya tetap eksotis, bahkan makin tertata rapi. Terakhir saya ke sini 10 tahun yang lalu, kayaknya belum ada tamannya deh. Sekarang tamannya udah bagus dan rapi banget.

Liburan Keluarga ke Bali

Liburan Keluarga ke Bali

Ohya, ada cerita konyol pas di sini.

Selesai jalan-jalan kami kelaparan berat. Di perjalanan menuju parkiran (yang seperti biasa selalu diputer-puterin pasar dulu), kami lihat sebuah restoran Chinese Food. Karena males nanti di jalan nyari makanan lagi, jadi masuklah kami ke dalam.

Beberapa meja diisi chinese cutomers. Waitress melayani mereka dengan bahasa Mandarin. Daftar menunya dengan huruf mandarin yang ditranslate ke bahasa indonesia. Saya berasa kayak di China deh. Hahaha.. Wah, enggak salahlah harusnya kami pilih tempat makan. Harusnya ini bakal lebih enak ketimbang chinese food abal-abal yang pernah kami makan pas di Jogja.

Kami pesen 2 porsi “Mie Goreng with Pork Satay” dan 1 gelas Teh Tarik.

Dan yang datang adalah… INDOMIE GORENG with Pork Satay. Iya, keliatannya mie goreng, tapi pas dirasain itu Indomie dengan telor dan sayur. Blas enggak ada ala-ala chinese foodnya. Bahkan lebih mending mie goreng ala-ala chinese food yang ada di sini.

Padahal menu “Indomie goreng” dan “Indomie rebus” sudah ada di daftar menu. Jadi, enggak nyangka kalo mie goreng yang dipesen ini bakalan pake indomie. Jackpot banget!

Udah gitu, masih harus bayar 35.000 untuk tiap porsinya. Seumur-umur, ini pertama kalinya saya beli Indomie semahal ini, even with pork satay. -___-

*

Sebenernya masih banyak lagi yang pengin saya ceritain. Tapi berhubung ini udah 1000 kata, dan kalau diterusin bakal bisa jadi 2000 kata. Saya tahu kalian bakalan males baca postingan panjang-panjang, karena saya juga males kalo baca postingan kepanjangan. Jadi part-2 bisa dibaca di sini..

Ada yang habis dari GWK dan Tanah Lot jugakah di minggu-minggu terakhir ini?

4 thoughts on “Liburan Keluarga ke Bali (Part 1)

  1. 14 sept besok aku dan kantor bakal outing ke Bali again.. Sbnrnya bosen tiap outong ke bali lagi hahahaha. Tp kalo anak2 kantor selalu milih bali supaya bisa dugem. Ya sudlah.. Kalah suara -_-

    Tp ttp sih tanah lot slalu jd favoritku kalo ke bali 🙂 .cakep aja krn beda dr pantai2 lain. Ini sbnrnya aku bingung bakal main kemana hr terakhir ke bali krn kalo pantai2nya ga bgitu tertarik krn paanaas ya bok hahahaha. Kyknya bakal ke ubud lg sih :D. Cari yg adem

  2. Wawgelaseh mlh pada kerja dewek dewek *awkward mb non wakakaaa, worcaholic couple paraah parah parah
    Tanah lot sekarang uda ijoooo byk tamannya

    Jeli juga tauk indomie ey…padahal nama menunya uda mayan kerenan tuh

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)