Kesalahan Penyebab Anak Tidak Suka Baca

Kesalahan Penyebab Anak Tidak Suka Baca

Baca: Fun Cican, Serunya Bermain dan Belajar Bersama Cican

Ngajak anak untuk suka baca itu susah-susah gampang. Belum tentu loh, bapak-ibunya penulis trus anaknya punya hobi baca buku. Kayak Luna gini masih kecil, masih bisa diarahkan untuk membaca buku sebelum tidur dan tiap diajak ke toko buku dia langsung kalap semua pengin dibawa. Tapi enggak jaminan juga sih, besok gedenya dia tetep bakal suka baca.

Life is changing. Siapa tahu besok setelah SD dia ikut les biola, hobinya jadi berubah ke musik. Who knows?

Anak yang enggak suka baca buku itu enggak salah kok. Sama sekali enggak. Apalagi jaman anak kita besok, jendela dunia enggak cuma dari buku tapi dari internet.

Permasalahannya adalah, mereka suka baca enggak? Buku dan internet itu sama-sama harus dibaca. Semuanya butuh ketekunan mata dan otak untuk membacanya. Kalau cuma skimming atau baca cepat, informasi yang nyantol cuma setengah-setengah. Gawat kalau dengan ilmu setengah-setengah itu langsung disebar-luaskan.

Buku kalau enggak dibaca tinggal disingkirin tanpa disentuh. Tapi kalau informasi di internet enggak dibaca komplit dulu, bisa gawat kalau langsung asal share tanpa dibaca lebih lanjut dulu tulisannya. Unfortunately, its happen right now.

Seperti biasa, saya dengan gaya sotoy, kayak punya anak udah 11 aja. Beuh! Eh, jangan deh, sukseskan program KB.

Saya coba tulis beberapa kesalahan orangtua kenapa anak tidak suka baca. Feel free kalau mau diprotes atau mau ditambahin, karena beda orang pasti beda pengalaman.

1. Tidak dikenalkan pada buku sejak kecil.

Buku sebaiknya diperkenalkan ke anak sedini mungkin. Usia 0 bulan sudah bisa kok. Apalagi sekarang sudah ada soft book. Sekalipun diremas-remas, digigit-gigit, tetap aman, dan enggak rusak.

Baca: Mengenal Metode Reading Aloud

2. Tidak pernah diajak ke toko buku atau perpustakaan.

Jangan cuma ajak anak main ke playground, sesekali ajak mereka ke perpustakaan. Sekitar usia 2,5 atau 3 tahun, biasanya anak sudah mulai bisa tenang, jadi bisa diajak ke perpustakaan. Dan kalau main ke mall, jangan cuma diajak ke supermarket atau toko mainan, sesekali perlu diajak ke toko buku dan biarkan mereka memilih sendiri buku kesukaannya.

3.Tidak telaten membacakan buku.

Membacakan buku jelas butuh ketelatenan. Apalagi seiring mereka besar, akan banyak sekali pertanyaan yang keluar dari bibir mungilnya. Kok beruangnya pergi Ma? Kok awannya seperti ini Ma? Sabar ya bu… *talk to myself*

4. Tidak sabar menghadapi reaksi anak yang diluar ekspektasi, ketika sedang dibacakan buku.

Anak yang aktif dan penuh inisiatif itu dambaan banyak orangtua ya.. Saking aktif dan inisiatifnya dia, saat baca buku tidak jarang mereka akan berdiri, melompat-lompat, atau berlari mengambil mainannya. Bukan karena mereka tidak tertarik sama buku. Tapi itu karena mereka mau menirukan hal yang sama seperti di buku. Syantai ajah… Enggak usah saklek baca itu duduk manis.

Baca: #1000BooksForKids: Pippin Penguin Goes Fishing

5. Tidak mau menuruti permintaan anak untuk dibacakan buku.

Anak yang mulai tertarik sama buku, biasanya akan meminta ortunya untuk dibacain buku. Tapi dengan berbagai alasan, sibuk atau ngantuk, biasanya juga kita mungkin menolaknya lalu mengalihkan mereka ke permainan individu lain tanpa perlu kita temani. Ini PR banget, jadi ibu harus ekstra power. Sekalipun udah capek kerja di luar seharian, atau nyelesaiin pekerjaan rumah tangga yang enggak ada habisnya, seharusnya sih tiap anak minta dibacain buku, kita meladeninya. *trus menyesal, kemarin nyuruh Luna bobok ketimbang nglanjutin baca buku*

 

Katanya baca enggak cuma buku, tapi kok contoh-contohnya semua baca buku? Karena buku itu sarana paling mudah dan aman buat anak ketimbang internet.

Yakin, mau kasih laptop ke bayi untuk dia browsing? Yakin, hapenya boleh digigit-gigit, dijilat-jilat, dan mungkin dibanting sama bayinya? Yakin, mau lama-lama baca audio storybook tanpa sayang mata anak?

Buat saya, mengenalkan budaya baca itu dari buku dulu. Perkara gedenya dia lebih suka baca yang serba digital dan online, enggak masyalah.

13 thoughts on “Kesalahan Penyebab Anak Tidak Suka Baca

  1. Sediiihhh hampir semua point di atas ada di diri aku. Untuk working mom yang seringnya pulang di malam hari, agak susah cari waktu untuk ngebacain buku ke anak2. Kesempatan emasnya hanya di weekend yang kadang malah dihabiskan untuk keluar rumah dengan keluarga.

  2. aku ama suami itu bedaaa bgt.. aku hobi baca dr kecil.. suami ga..

    aku sndiri suka baca krn memang dr kecil itu udh diajarin baca ama papa.. jd 3 thn udh lancar baca, dan lgs dibawa k toko buku yg aku anggab kyk surga bgt wktu itu krn penuh buku2 berwarna :).. malah aku inget loh mba, novel pertama yg aku baca pas sd kls1 itu lima sekawan, harta karun rockwell :D.. saking terpatrinya soalnya.

    nah kalo suami, aku tau dr mertua knapa dia ga suka baca, ya krn dr kecil emg ga dibiasain.. makanya susah bgt kalo disuruh baca sampe abis.. tapi sialnya, kerjaan dia skr justru mgharuskan dia utk banyak membaca hahahaha ;p biarin aja lah, biar jd suka baca ;p

    makanya anakku dr kecil udh aku biasain ama buku2.. supaya ga kyk bpknya ;p

    1. sama banget:) ortu suka baca jadi aku jg dibiasakan baca dari kecil… Sebenarnya sih modus si ortu, drpd bacain cerita biarin aku baca sendiri… Hahahahha… Kayaknya begitu bisa baca ada jendela dunia baru yang terbuka…

  3. ikut nyimak saja, masih lajang soalnya. tapi saya sendiri kalau ketemu buku bawaannya ngantuk, dari kecil sampai sekarang tiap ketemu buku pasti bukunya jadi bantal.

  4. Aku termasuk yg jarang ngebacain cerita ke anak. Aku sendiri visual learner dan sukanya via video or gambar2. Tapi pelan2 memaksa diri untuk baca. Biar anak demen baca juga.

  5. Setuju mak.. Mengenalkan anak pada buku sejak 0 bulan itu penting bgt..

    Kalau pengalamanku pribadi, si kakak lebih dulu kenal buku daripada gadget, jadi sekarang walaupun sudah pegang tab sendiri tetap lebih tertarik sama buku2nya..

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)