Kenapa Anak Saya Tidak Pernah Tidur Larut Malam?

Kenapa Anak Saya Tidak Pernah Tidur Larut Malam?.jpg

Beberapa hari yang lalu saya cerita di Instagram, bahwa Luna begadang sampai malam. Ada yang nebak Luna baru tidur jam 12, ada juga jam 3 pagi. Dan tebakannya salah semua.

Percaya atau enggak, tidur termalamnya Luna itu jam 11 malam. Itu pun karena dia tidak tidur siang, dan baru tidur sekitar pukul 5 sore, lalu pukul 7 malam dia terbangun. Akhirnya saya musti nemenin dia melek, biasanya jam 9 malam dia udah tidur lagi, kadang baru jam 11 malam. Kalau kondisi normal, misal dia bobok siang, ya nanti jam 9 atau 10 malam dia udah ngantuk sendiri.

Saya tidak pernah mengalami fase Luna yang begadang sampai larut malam. Eh, pernah ding, dulu pas masih bayi merah. Hahaha.. Luna bayi tidur jam 7 sampai 12 malam, trus jam 12 malam sampai 3 dini hari ngajakin melek banget. Untungnya fase begadang itu sudah selesai setelah dia lewat usia 40 hari. Setelahnya, pola tidurnya selalu normal.

Luna bayi sampai usia 1 tahunan selalu tidur pukul 7 malam. Lalu usia 2tahun, tidurnya agak malam dikit, pukul 8 malam. Usia 3 tahun sampai sekarang, dia tidur pukul 9 malam. Jam segitu udah merem, bobok nyenyak. Kalau misal agak susah, diemin aja paling tar maksimal pukul setengah 10 malam udah ngantuk sendiri.

Beberapa temen pernah ada yang tanya, kok bisa Luna enggak pernah ngajakin begadang?? Ya bisa. Itu tergantung orangtuanya kok.

1. Disiplin waktu

Kalau pengin anaknya tidur pukul 9 malam, satu jam sebelumnya saya udah ajak Luna melakukan ritual sebelum tidurnya dan memindahkan semua aktivitasnya di kamar. Misal, ngajak dia gosok gigi dan pipis dulu, menyiapkan susunya, dan mengganti bajunya. Kalau masih mau lanjut main masak-masakan, di kamar aja. Kalau enggak, ya dibacain buku cerita di kamar.

Baca juga: Drama Toilet Training Itu Sudah Usai

Spare waktu 1 jam sebelum tidur itu mayan efektif. Soalnya pada praktiknya, ritual anak sebelum tidur itu banyak banget. Entah minta susu 2 botol, atau minta dibacakan 5 buku cerita. Macem-macem. Dan kalau baru masuk kamar jam 9 malam, pasti nanti tidurnya baru jam 10 malam.

2. Matikan TV, jauhkan gadget, dan matikan lampu

Ini orangtuanya yang musti disiplin. Kalau sudah pukul 8 dan waktunya masuk kamar, matikan TV-nya, jauhkan gadgetnya, dan matikan lampu ruang tengah juga kamar. Kecuali kalau masih mau beraktivitas di kamar ya..

Seringkali anak bisa tidur cepet itu karena kita menemaninya tidur dan tidak menyambi-nyambi yang lainnya. Tidak menyambi nonton TV, tidak menyambi pegang gadget, atau tidak menyambi baca buku. Lampu yang dipadamkan juga bisa memberi efek lebih teduh di mata, jadi anak (dan kita) bisa cepet tidur.

Baca juga: Menciptakan Internet Aman di Rumah

Hahahaha.. Sering loh, setelah nidurin anak saya niatnya mau bangun, buat nulis atau sekadar baca buku dan nonton. Ehh.. tapi malah bablas ketiduran. Kalau gini, saya antisipasinya dengan nyalain alarm, jam 11 harus bangun.

3. Bacakan buku atau ceritakan dongeng

Bacain anak buku sebelum tidur itu buat saya cukup efektif untuk mendisiplinkan anak tidur. Karena kalau dibacain cerita, dia jadi duduk tenang dan mendengarkan cerita kita. Energinya enggak disalurkan dengan loncat-loncat atau lari-lari yang itu justru bikin anak jadi enggak ngantuk-ngantuk. Kalau dia bisa duduk tenang kan, lama-lama ngantuk tuhh..

Cuman kadang, Luna jadi hafal bahwa kalau dibacakan buku artinya waktunya tidur. Padahal enggak selalu baca buku = tidur. “Luna enggak mau tidur!” Enggak kokkk.. ini cuma mau baca buku aja. Beneran. Lalu sejam kemudian dianya tidur. LOL

Baca juga: Memilih Buku Anak

4. Tidak menemani & meladeninya bermain

Menemani anak main itu nyenengin yahh.. Tapi kalau sudah waktunya tidur dan kita tetap meladeninya bermain, dia jadi keasyikan dan enggak mau tidur. Tingkahnya jadi makin aktif, trus enggak ngantuk-ngantuk.

Jadi kalau saya, tetap membiarkannya bermain. Tapi di kamar, lampu ruang tengah mati, dan saya yang tidur. Nanti lama-lama dia bakal nyusul tidur. Meski praktiknya, saya sering banget jadi bablas ketiduran duluan. Hahaha.. Makanya, kalau mau ada aktivitas di malam hari, saya nyalain alarm itu tadi..
 photo 1494430087055-001_zpssfrqdjwd.jpg

5. Ikut berbaring, menemaninya tidur

Udah dijelasin ya di atas. Jam 8 mulai ritual sebelum tidur, lalu masuk kamar, lampu di ruang tengah dimatikan, membiarkannya bermain sendirian di kamar, no TV, no gadget, dan kita menemaninya sambil ikutan berbaring tidur.

Anak itu bisa tidur cepet kalau ditemani tidur dan orangtuanya enggak sibuk sendiri dengan TV atau gadgetnya. Pengalaman kalau saya nemenin dia sambil mainan gadget, dianya kesenengan. “Ibuk nonton HP banyak-banyak, Luna main.” -_____- Dan dia enggak tidur-tidur. Persis setelah saya letakkan gadget dan mapan tidur, dianya ikutan tidur.

*

Semua tips itu akan efektif kalau semua anggota keluarga sama-sama konsisten jalaninnya. Enggak cuma ibu aja, tapi juga ayah. Saya udah niat nemenin dia tidur, eh.. suami masih asyik nonton TV. Luna bakal keluar kamar dan ikut bapaknya nonton TV. Bubar dehh…

Makanya, paling enak tinggal sendiri. Kalau sudah gabung sama keluarga lain, kita maunya lampu dan TV mati jam 8 malam, tapi mereka masih asyik nonton TV dan bercengkrama. Enggak enak juga mau protes kan ya… Hahaha..

Baca juga: Drama Menitipkan Anak ke Orangtua

Kalau tinggal sendiri, kita punya hak untuk mengatur ritual sebelum tidur keluarga kita. Bisa lebih mendisiplinkan anak perkara tidur malam dan tidur siang. Dan semua berjalan mulus tanpa intervensi keluarga lain.

2 thoughts on “Kenapa Anak Saya Tidak Pernah Tidur Larut Malam?

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)