Drama Milestone Anak 2 Tahun

image

Enggak kerasa deh, Luna sekarang udah 2 tahun 2 bulan. Perasaan dulu masih bayi yang ngomongnya cuma au-ao, sekarang udah ceriwis. Kayaknya barusan aja bisa jalan, sekarang udah hobi lari, manjat-manjat, dan lompat katak. Dulu sepertinya gendong dia 1 jam aja betah, tapi sekarang 10 menit aja udah pegel luar biasa.

Milestone Luna banyak sekali perkembangannya. Dari motorik sampai sensorik. Dari emosional sampai spiritual. Tapi yang paling jadi highlight milestonenya di usia 2 tahun adalah merasa bisa melakukan semuanya sendiri.

Mandi maunya sendiri, padahal nyiram badan pake gayung, airnya nggak kena badannya sama sekali. T___T

Minum dari gelas maunya minum sendiri. Walaupun kadang airnya jadi tumpah di baju. *laundry mana laundry*

Makan maunya makan sendiri, ambil sendok sendiri, nyuapin sendiri, dan nanti naruh piringnya sendiri di bak cucian. Emang sih makannya jadi lebih cepet. Tapi berhubung dia masih gampang bosenan, jadi suapan ke 10 langsung kabur, turun dari kursi.

Yang paling nyebelin adalah kalo lihat Bapak Ibuknya makan, maunya nyuapin. T___T Mending kalo bener nyuapnya. Ini yang sendok kena gigilah, nasinya tumpah-tumpah, atau terlalu dalem nyuapnya. *helppp…*

Banyak lagi nih kelakuan sok bisanya. Pakai baju maunya pakai sendiri. Pakai sepatu atau sandal maunya pakai sendiri. Pakai topi maunya pakai sendiri. Masukin kunci pintu, maunya masukin sendiri. Naik mobil, maunya nyetir sendiri, Si Bapak suruh duduk di belakang. *ya kalik kalo bisa* T____T

Ibuknya masak maunya mbantuin, metikin bayam walaupun yang dipetik bukan tangkainya tapi daunnya. Nuangin air ke mangkok bukannya secukupnya, tapi sebanyak-banyaknya.

Kelakuan anak oh anak…

Kalau suasana hati ini lagi baik, enggak keburu-buru, tidur cukup, dan transferan lancar, #eh. Biasanya sih saya bisa mengatasi semuanya dengan baik. Oke-oke aja menuruti rasa sok bisanya dia. Hidup aman terkendali.

Tapi kalau enggak, apalagi buru-buru mau kemana gitu. Haduhh… pecahlah perang tangis Luna.

Dia pinginnya A, tapi Ibuk maunya B, biar cepet. Ibuk maksain kehendak, Luna enggak terima. Nangislah dia. Tantrum.

*exhale, inhale*

Trus curhatlah saya sama temen yang anaknya udah 4 tahun. Plus belajar sendiri, bagaimana cara terbaik mengatasi hal ini.

Ternyata, highlight milestone anak usia 2 tahun memang itu: Merasa bisa melakukan segala sesuatunya sendiri.

Trus solusi yang perlu dilakukan orangtuanya? SABAR.

Yoii coy.. Sabar yang kadang suka terlupakan. T___T

Justru anak yang punya keinginan kuat untuk melakukan semuanya sendiri adalah anak yang milestonenya baik. Berarti dia punya kemauan untuk maju, berkembang, dan belajar.

Nah, orangtuanya tinggal menemaninya, melayaninya, dan sabar menghadapi keinginan kuatnya.

Biasanya saya cuma bilang, “Luna mau sendiri? Boleh. Tapi kalo sudah menyerah minta tolong Ibuk ya..”

Lalu bener deh, dia dateng minta bantuan. Tapi yang penting dia udah berusaha sendiri. Sadar bahwa dia masih harus belajar lagi supaya besok bisa sendiri.

Kalau mengambil atau meletakkan sesuatu yang letaknya tinggi, dia akan otomatis mengambil kursi untuk dinaikin, dan tugas saya adalah mengawasinya. Memastikan kursi tidak bergeser yang bisa bikin dia jatuh, membantunya jika naik kursi ternyata tetap kurang tinggi, dan memastikan barang yang diambil tidak membahayakan dirinya. Seperti obat, gunting, pisau, saklar listrik, juga handphone.

Huahaha… handphone memang enggak membahayakan dirinya. Tapi membahayakan kantong orangtuanya. :)))

Tapi, saya enggak membatasinya dengan mengamankan semuanya sedemikian rupa. Luna juga kadang belajar menggunting kok, walau belum bisa. Dia juga makan dan minum pakai piring dan gelas keramik. Kadang dia bawa sendiri gelasnya ke bak cucian. Maksudnya sih lebih supaya dia belajar bahwa benda yang dia pegang itu lebih berat dan bisa pecah. Jadi dia belajar untuk lebih hati-hati.

Tapi… semua itu atas pengawasan orangtua yang saat itu moodnya dalam level sabar seluas samudra. :)))

Dan satu lagi, saya belajar untuk BANGUN LEBIH PAGI. Bisa melakukan pekerjaan rumah tangga sebelum Luna bangun, dan bisa bersiap berangkat kerja tanpa terburu-buru. Lalu positifnya, bisa lebih sabar menghadapi Luna yang kalau pagi moodnya suka unpredictable.

Anak itu enggak bisa diajak buru-buru.

Apalagi kalau udah 2 tahun gini. Dia maunya gini dan dilakukannya sendiri, tapi lama. Sedangkan Ibuknya maunya gitu dan mending dibantu aja biar cepet. Bubrah deh jadinya. Drama eyel-eyelan itu dulu sering terjadi di pagi hari.

Kata temen sih, milestone merasa sok bisa ini akan berlangsung lama. Jadi ya, sabar aja… Itung-itung latihan besok kalo dia udah ABG. Kayaknya bisa lebih sok gede lagi.

Ah, anakku.. Kamu udah kayak anak gadis aja.

7 thoughts on “Drama Milestone Anak 2 Tahun

  1. Benerrr ih, anak udah 2 tahun itu udah mulai sok bisa ngerjain semuanya sendiriii, hahaha. Tapi bagus yaa buat latihan mandirinya dia mbak. Kita, orangtua beneran harus punya stok sabar yang tak hinggaaaaaaaaaaa…* banget (ceritanya tak hingganya juga tak terhingga, wkwkwk)

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)