Telepon Penipuan

Waspada Telepon Penipuan

Menjelang subuh, suami saya membangunkan, katanya dia mau mau ke rumah orangtuanya dulu. Berkali-kali bapak-ibunya ditelpon orang yang mengatakan kalau anak pertamanya (kakak ipar saya) kecelakaan, nabrak orang sampai meninggal. Bapak sempet panik, apalagi anak pertamanya ini enggak bisa dihubungi, juga nomor istrinya. Read more

Tentang Rejeki

tentang rejeki

Jujur yaa.. saya ini aslinya orang yang gampang baper. Bahasa alusnya, mungkin.. kompetitif. Ketika melihat seseorang mendapatkan pencapaian tertentu, trus kelimpungan, baper, dan hasrat kompetisinya terbangun. Penasaraannn, kok dia bisa.. Kira-kira aku bisa juga enggak ya? Sampai setelah nyoba sendiri dan hasilnya beda, trus baper lagi.. Baper kok ra uwis-uwis. Lol
Read more

Jangan Pernah Meminta Orang Lain Memahami Anak Kita

jangan meminta orang lain memahami anak kita

Malam minggu kemarin, saya mengalami kejadian yang menggemaskan. Gemas sama anak orang lain. Gemas juga sama orang tuanya. Saking gemasnya, saya sampe keluar ruangan dan memilih menghirup udara luar. Seringkali, rumput tetangga lebih hijau dibanding rumput sendiri kan.. Anak orang lain lebih menggemaskan dibanding anak sendiri. Hahahaha…

Read more

Mendefinisikan Cantik

Mendefinisikan Cantik. Cantik itu tidak harus mainstream. Sekalipun menurut ukuran media seseorang dianggap tidak cantik, tapi kalau dia menghibur, berprestasi, kontroversi, dan punya nilai lebih, bisa banget jadi terkenal. Yes atau yes? :)

Mendefinisikan Cantik

Jadi, beberapa hari yang lalu, instagram @nitajunita85 yang terkenal dengan “Diet ala Eike”-nya, memposting DM-annya dengan salah satu follower. Follower itu bilangnya “ngasih saran” untuk mempermak muka, percuma badan kurus tapi muka gak dipermak, kusam pula. Apalagi (dia lalu kirim salah satu foto di postingan Nita) fotonya dia sok kecantikan.

What???? Read more

Demi Pencitraan

demi pencitraan

Beberapa waktu yang lalu di timeline saya sempet heboh bahas tentang seorang traveler yang ngutang demi biayain gaya hidup travelingnya. Sebenernya saya enggak begitu ngikutin beritanya sih.. Follow request akun IG-nya aja enggak diaccept-accept. Kasian amat yak aku.. :( Tapi ya kurang lebih, sekilas yang saya pahami adalah tentang pencitraannya di publik sebagai orang yang hobi traveling, jadi ya pokoknya gimana caranya harus bisa traveling.

Baca juga punya Isti: Berhutang Demi Pencitraan

Lalu berlanjut, beberapa waktu yang lalu, Mbak Lusi juga bahas tentang eksis di sosial media yang bikin bangkrut. Di situ aku langsung merasa tertampar-tampar. Sekalipun (puji tuhan) sampai sekarang keeksisanku di sosial media adalah tanpa ngutang, tapi itu bikin saya mikir, sebenernya segala yang saya inginkan itu gara-gara sosmed kah? Read more

Untuk Intan Olivia, Dari Aluna Gantari

Untuk Intan Olivia, Dari Aluna Gantari.jpg

Hai Intan Olivia Marbun,

Apa kabarmu di surga? Pasti asyik sekali ya di sana. Damai, tenang, tidak merasakan sakit sama sekali, dan tidak ada orang-orang ribut seperti di sini.

Eh iya, aku lupa memperkenalkan diri. Aku Luna, Aluna Gantari. Kita seumuran loh.. Lebih tua aku sedikit sepertinya. Hanya tua beberapa bulan. Jadi kamu tidak perlu memanggilku “kakak”. Andai kamu besok masuk SD, kita sepertinya bakal seangkatan.

Read more

Belajar Berdamai dengan Perbedaan

 photo 1478509473716-001_zpsjgvmzatl.jpg

Dulu saat masih SMA, siswa yang mau masuk klub debat itu ada seleksinya. Tidak cuma pintar, cerdas, dan punya nilai akademik yang tinggi aja, tapi juga mampu mengendalikan emosi dan mampu menyampaikan pendapat dengan baik. Tanpa terkesan ngotot, tanpa adu ketegangan urat leher, dan tanpa nada bicara yang tinggi. Melainkan semua pendapat tersampaikan dengan santun, lugas, dan bernas.

Tapi sekarang, kelompok debat sepertinya tidak perlu ada seleksi ya… Semenjak TV mulai menayangkan acara debat bertajuk talkshow. Semenjak internet merasuk ke sendi-sendi kehidupan kita. Dan semenjak sosial media mulai mengambil alih kontrol hidup kita. Lalu semua orang seakan berlomba-lomba menyampaikan pendapatnya masing-masing. Read more