Aku Tahu Mama Sayang Aku

Sadar enggak sih, di era socmed ini mommies war semakin kenceng. Lihat anak orang enggak diminumin ASI, langsung dicecar. Lihat anak orang dikit-dikit dikasih obat kimia, langsung diceramahin. Lihat anak orang ditinggal emaknya ngantor, langsung dikatain si ratu tega. Lihat anak orang  udah makan sebelum usia 6 bulan, langsung diomelin. Lihat anak orang udah disapih sebelum 2 tahun, langsung disindir. Lihat anak orang dikasih makan yang bukan MPASI homemade, langsung disalah-salahin.

Katanya sih, “Stop bullying”. Tapi tanpa disadari, tangan kita bergerak lebih cepat ketimbang mulut dan kepala. Komentar kita mungkin menyakiti, menghakimi, menggurui, bossy, atau bahkan sok tahu.

Siapa sih emak yang pingin anaknya celaka? Induk kucing aja menjaga anaknya baik-baik, apalagi kita seorang ibu. Read more

Mengajari Anak Menabung

CYMERA_20150129_222942
Celengan pertama Aluna. Iihh.. nggak konsen masukin koinnya, sambil liat TV sih..

Ini ide suami saya. Membelikan Aluna sebuah celengan, dan mengajarinya untuk menabung. Uangnya dari kami tentunya, dan hanya recehan 500 ke atas. Jika penuh nanti rencananya untuk membeli scooter atau mungkin sepeda.

Sebenarnya, bisa saja kami membelikannya sekarang. Tanpa perlu susah-susah Aluna masukin recehan demi recehan. Tapi dengan mengajaknya untuk menabung dulu, sepertinya bisa sedikit mengajari prinsip keuangan ke dia. Bahwa sesuatu tidak bisa didapatkan secara instan, harus bekerja dulu, bahkan harus menabung.

Berhubung Aluna masih 19 bulan, dan belum bisa saya suruh nyapu, ngepel, nyuci piring. Jadi saya ajarin aja dia untuk nabung dulu.

Padahal memasukkan logam ke dalam lubang kecil bagi anak seusia Aluna mungkin saja susah. Tapi, setau saya mengajari anak menjumput itu baik untuk merangsang otot-otot jari mereka. Sehingga nantinya mereka akan lebih siap untuk memegang pensil dan belajar menulis. Dan berhubung memegang logam dan memasukkannya ke lubang itu prinsipnya mirip seperti menjumput, jadi dapat dobel manfaat kan…

Asalkan.. ini dilakukan di bawah pengawasan orangtua. Karena sekalipun di seusia ini Aluna udah enggak apa-apa dimasukkin mulut, tapi demi mencegah terjadi hal yang tidak-tidak, lebih baik tetap diawasi. Read more

Saat Anak Sering Sakit Batuk (2)

Sebelumnya saya pernah cerita di sini, bahwa Aluna itu sering batuk. Dibanding demam atau pilek, frekuensinya lebih sering batuk-nya. Kalau demam, paling lama 2 hari udah normal. Kalau pilek, paling lama 3 hari udah reda ingusnya. Nah, kalau batuk bisa sampe seminggu, dua minggu, bahkan lebih!

Dan kalau udah batuk, bisa sampe muntah. Udah susah-susah nyuapin, eh.. pas tidur terus batuk-batuk, langsung deh dimuntahin semua yang dimakan barusan. Aduh-aduh, stres berat rasanya. Naikin bb anak itu susah, ini turunnya gampang banget.

Belum lagi, efek batuknya Aluna itu bisa sampai ke telinganya.

Suatu hari, saya melihat telinganya Aluna keluar cairan seperti nanah dan berbau. Langsung deh, saya bersihin sampai habis cotton bud berbatang-batang. Ilang sih, tapi beberapa jam kemudian muncul lagi. Setelah saya bawa ke dokter THT, barulah saya tahu bahwa itu adalah infeksi telinga. Karena saluran tenggorokan dan telinga anak bayi itu pendek, jadi batuk yang berkepanjangan efeknya bisa seperti ini. Harus segera diobati, kalau enggak lama-lama saluran pendengaran ini bisa tertutup, lalu pendengaran anak bisa terhambat.

Ckckck.. Kayaknya “cuma” batuk ya.. Tapi buat anak kecil, batuk itu menyiksa banget. Tidur enggak nyenyak, makan enggak enak, bb turun drastis.

Sampai di suatu titik, saya capek. Capek ngobatin terus. Kasian Aluna juga batuk dikit diminumin obat. Satu sisi saya pingin minta ke dokternya untuk ngasih antibiotik aja biar cepet sembuh. Tapi di sisi lain, sekarang kan lagi santer “bijak antibiotik” ya. Saya pun jadi ragu untuk minta antibiotik. Nurut dokter aja deh, mau ngasih apa enggak. Saya enggak mau minta-minta. Enggak mau sotoy. Bukan lulusan kedokteran juga. Hehehe…

Sampai suatu hari, saya nemu poster ini dari bijak-antibiotik.

10524650_10152938990974577_2406477254463552062_n Read more

Saat Anak Sering Sakit Batuk (1)

Kalo anak sakit itu pasti bikin hati emak-bapaknya kebat-kebit. Rasanya pingin mentransfer sakit itu ke tubuh emaknya aja, dan membiarkan anak sehat dan ceria terus.

Aluna termasuk anak yang sering batuk. Kalau udah batuk, sembuhnya lama, bisa sampe berminggu-minggu. Persis kayak saya.

Kalau kata bapaknya Aluna, “Batuk kalian itu tipe batuk lebay.”

Lha habis gimana lagi, kalau enggak dibatukin lebay, gatel di tenggorokan ini susah ilang.

repotnya, kalau udah batuk bisa sampai muntah! setelah muntah, baru bisa tidur nyenyak. :(
Repotnya, kalau udah batuk bisa sampai muntah! Setelah muntah, baru bisa tidur nyenyak.

Awal-awal Aluna sakit batuk, saya obatin pake obat batuk biasa yang bisa dicari di apotek terdekat. Katanya artikel-artikel kesehatan itu kan, batuk biasa akan sembuh dalam 2-3 hari dan enggak perlu antibiotik. Karena kalau anak kebanyakan antibiotik, enggak baik juga buat tubuhnya.

Saya jadi takut ke dokter. Karena menurut saya, dokter-dokter suka ngasih antibiotik. Katanya kan, harus cari dokter yang RUM (Rational Use Medicine). Dan menurut saya, itu sama aja seperti mencari jarum dalam jerami. Dunia kedokteran udah dimainkan sama dunia farmasi.

Akhirnya, saya gelontori Aluna sama obat batuk biasa itu. Sembuh sih… Tapi lama. Dan, seminggu kemudian muncul lagi.

Haduh!

Padahal saya enggak ngasih Aluna antibiotik loh. Bukannya artikel-artikel itu nulis bahwa kalau anak dikasih antibiotik, maka dia bakal sering sakit.

Gimana ini, mana yang bener?

Panik semakin mendera saat tiba-tiba mendapati di belakang telinga Aluna, ada benjolan kecil. Pikiran aneh-aneh muncul. Akhirnya saya putuskan untuk ke dokter saat itu juga. Read more

Neverending Parenting

Hari Sabtu kemarin adalah pertama kalinya saya datang diskusi parenting yang diselenggarakan oleh daycare, tempat Luna bermain selama saya tinggal bekerja. Sengaja Bunda Cici, pemilik sekaligus kepala sekolah Bintang Bintang Daycare & Preschool, memilih hari Sabtu itu karena bebarengan dengan anak-anak field trip ke Kebun Agro. Jadi, sembari orangtua menunggu anak-anaknya, bisa sambil diskusi tentang parenting masa kini.

learning-to-read-with-phonics-21705020Tema parenting saat itu adalah “Mengajarkan Anak Membaca”. Duh, kayaknya masih jauh banget ya sama Luna di usia sekarang ini. Dan memang benar, saya adalah orangtua dengan anak termuda, yaitu 14 bulan. Otomatis, saya lebih banyak diam dan menyimak. Belum banyak hal berkenaan dengan topik itu, yang bisa saya share.

Kesan 15 menit pertama setelah mengikuti diskusi parenting itu adalah… Masalah anak ternyata enggak sebatas, susah makan. Makin dia tumbuh besar, makin kompleks permasalahannya. Ngg.. buat kita orangtua, mungkin itu masalah. Tapi buat anak-anak, masalahnya mereka cuma satu: kalau keinginannya enggak diturutin orangtuanya. *tepok jidat* Read more

Pengalaman Bawa ASIP ke Pesawat

Bulan April lalu, saya mendapat titah dari atasan untuk pergi ke Kuala Lumpur demi tugas yang menanti. Memang di sana selalu ada even tahunan, yaitu Kuala Lumpur International Book Fair di Putra World Trade Centre. Di tahun ini saya dan Intan yang mendapat tugas untuk berangkat. Lumayanlah, bisa working for traveling.

Tapi, masalah lain muncul. Saat itu Luna masih 9 bulan dan masih full ngASI. Setiap malam pun dia masih kebangun-bangun untuk ngASI. Gimana kalau saya tinggal berhari-hari ya.. Belum lagi, kalau mendadak ASIPnya abis gimana dong.. Padahal kan, saya emak yang irit (alias males beliin sufor), maunya anak ini minum ASI sampai 2 tahun.

Sempet sih, kepikir ajak suami dan Luna untuk ikut serta jalan-jalan ke KL. Tapi (sekali lagi), saya kan emak yang irit ya, biaya buat beli tiket PP Jog-KL ditambah tetek-bengek lainnya, pasti bikin anggaran rumah tangga bocor. Trus kebayang nanti malah jadi rempong dan enggak bisa kerja. Karena saya ke sana bukan buat jalan-jalan, tapi bekerja. Udah saya repot kerja sambil momong anak, Luna juga kasian enggak bisa menikmati perjalanan.

Akhirnya diputuskan bersama, saya akan berangkat ke KL, dan Luna di rumah bersama suami, dengan membajak ibu mertua ngungsi sementara ke rumah saya untuk momong cucunya. Read more

Balada Diapers

Dulu, sebelum punya anak, saya selalu mbayangin bahwa pengeluaran setelah punya anak itu bakal buanyak buanget. Beli susu formula yang katanya sebulan bisa sejuta sendiri, beli baju karena anak cepet banget pertumbuhannya, dan beli diapers yang katanya satu bal isi 40 itu cuma bisa untuk satu minggu.

Tapi kenyataannya, semua terjadi kebalikannya, at least pada Luna sampe sekarang usia 1 thn ini.

Saya enggak pernah beliin Luna susu formula, karna sampe sekarang Luna masih ngASI full. Luna tergolong bayi yang mungil, ya karna bapak-ibunya juga mungil, jadi baju pun juga lebih awet. Dan sejak usia 3 bulan, Luna udah dilatih pipis dan pup ditatur sama eyang utinya, jadi irit celana, banget.

Utinya ini telaten banget untuk natur Luna. Tiap sebelum tidur, bangun tidur, abis makan dan minum, sama abis mandi. Pasti ditatur. Dan tiap gelagat Luna ngeden2 gak jelas, langsung angkat bawa ke WC, lalu pup-lah dia dengan sempurna.

Emang sih natur itu enggak selalu berhasil. Kadang Luna nolak ditatur, trus jadinya ngompol. Tapi enggak pa-pa, namanya juga lagi proses belajar toilet training.
Read more