#MyLifeAsEditor 8: Kisah Little House dan Laura Ingalls Wilder

laura-ingalls-wilder-quote
source

Kecintaan saya sama buku itu nurun dari Mama. Sejak muda, Mama itu magazine-holic (secara belum njaman internet yaa). Jadi kesibukannya di rumah diisi dengan masak, momong anak, baca majalah. Mama enggak begitu suka nggosip. Dateng ke rumah tetangga trus nggosip, is not her style. Tapiii… kalo didatengin untuk berbagi gosip, nah… itu baru sering.

Sambil nunggu anaknya pulang sekolah dianter sama mobil antar-jemput, Mama baca majalah sampe ketiduran. Trus anaknya pulang gedor-gedor pintu minta dibukain, tapi Mama enggak denger, trus akhirnya anaknya ngungsi ke rumah tetangga, dan numpang makan siang di sana. :))))

Beragam majalah dan tabloid sepertinya Mama pernah langganan. Mulai dari Sarinah, Pertiwi, Kartini, Wanita Indonesia, Nova, Aura, dan Femina. Waktu saya kecil, Mama kasih saya langganan majalah Bobo dan Donald Duck. Setelah saya beranjak remaja, Mama mulai kepoin bacaan saya, Kawanku, Gadis, Aneka, Anita, dan terakhir sebelum saya nikah… Cita Cinta.

Kalau dipikir-pikir, bacaan saya itu Mama banget. Kebanyakan majalah, tabloid, buku yang saya baca pasti Mama suka trus ikutan baca.

Seperti buku ini, buku favorit Mama sepanjang masa, dan akhirnya jadi favorit saya juga. Little House Series, kisah nyata perjuangan Laura Inggalls Wilder dan keluarganya di belantara Amerika tahun 1800an. Read more

#MyLifeAsEditor 7: App Review WATTPAD

Selamat hari Rabu!

Di #MyLifeAsEditor kali ini saya mau share aplikasi ya. Aplikasi yang enggak jauh-jauh sama dunia perbukuan.

Mononton ya kayaknya hidup gue.. Di kantor ngurusin buku orang, di rumah baca buku, di hape isinya juga aplikasi buku. :))))

Pada tahu aplikasi Wattpad enggak? Yang suka nulis atau baca, wajib banget nih punya aplikasi ini.

Jadi, Wattpad itu semacam socmed yang berbasis buku/tulisan. Orang bebas nulis buku di sini, tanpa diseleksi sama editor. Dan orang lain juga bebas komentarin tulisannya. Nulisnya pun enggak harus langsung satu buku kelar. Banyak penulis kok yang upload ceritanya per bab.

IMG_20150617_101136 Read more

#MyLifeAsEditor 6: Aktivitas Yang Jadi Rutinitas

john c maxwell

Suatu saat, bos saya di kantor pernah bilang gini, “Hati-hati, kalau aktivitas kalian sudah menjadi rutinitas. Itu artinya, kalian butuh penyegaran untuk memantik kreativitas.”

Yes, Bos! Saya butuh liburan. Jatah cuti saya ditambah ya.. *ngarepnya* :))))

Oke, sekarang saya jembrengin aktivitas saya dari pagi melek sampai malem merem.

Pagi, bangun jam 5 (pencitraan, aslinya jam setengah 6, kadang jam 6). Trus belanja sayur, masak buat orang rumah, nyiapin tetek bengeknya Luna di daycare, siap-siap kerja. Jam 7.20 baru berangkat. Rute berangkatnya selalu lewat situ. Sampe saya apal, lubang jalannya di sebelah mana.

Pagi sampe sore di kantor, ya kerja. Tapi baru bener-bener on kerja biasanya jam 9. Sebelumnya ya browsing, blogwalking, cek socmed. Trus nanti sore jam 4, biasanya udah enggak konek lagi, iseng-iseng onlineshop walking, dan sering nyantol belanja apa gituh. Tar jam 5 sore pas, capcus pulang. Rute pulangnya pun juga sama. Selalu lewat situ juga, dan apal sama setiap tikungannya.

Malemnya, makan malem di rumah, main-main sama Luna, sampai dia ngantuk. Biasanya jam 8 udah mapan tidur-tiduran di kasur. Tapi jam 9 dia baru bener-bener merem  dan bisa ditinggal lanjutin aktivitas lainnya. Nonton film, reality show, baca buku, atau nyalain internet (lagi) buat jualan.

(Baca: Jualan Asyik di Shopious)

Ya.. gitu-gitu aja kan aktivitas saya tiap hari. Sampe apal di luar kepala, abis ini mau gini. Trus kalo gitu, nanti gini aja. Read more

#MyLifeAsEditor 5: Tentang Dee Lestari

supernova-gelombang-dee-lestari

Weekend kemarin, saya re-read seri kelima-nya Supernova, Gelombang (2014).

Jujur yaa.. sebenernya saya bukan penggemar fanatiknya, Dee Lestari. Dulu (sebelum kerja di sini), saya diseret-seret sama temen untuk nemenin dia ke acara “Coffee Talk with Dee” di Dixie Easy Dining tahun 2011. Nah, dari situ saya mulai “kenal” sama Dee. Lalu, takdir membawa saya bekerja di penerbit yang menerbitkan semua buku-bukunya.

Sebelum buku Gelombang terbit tahun kemarin, penerbit mau warming up dulu dengan mengingatkan pembaca terhadap buku-buku serial Supernova sebelumnya; Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh (2001), Akar (2002), Petir (2004), Partikel (2012). Salah satu caranya republish dengan ukuran dan tampilan baru.

Saat itu, saya dapat kehormatan untuk handle buku Supernova edisi republish ini. Mulai dari menyusun timeline terbitnya, mengecek isinya, sampai memastikan setting isi dan desain cover berjalan baik.

Dan dari sinilah saya mulai kenal dengan Dee yang saya sapa Mbak Dee. Read more

#MyLifeAsEditor 4: Tentang Nama Penulis

Kejadiannya sudah berlangsung dua minggu yang lalu, ketika penulis saya tiba-tiba bbm dan mengatakan, “Kalau penulisnya lebih dari satu gimana Mbak? Soalnya rektor kampus yang bersedia nulis kata pengantar itu pingin namanya ada di cover.”

Lah? Kalau yang nulis bukan beliau, kenapa doi pingin ikut-ikutan namanya dicatut jadi penulis?

Ternyata, setelah diselidik-selidiki, ada yang miss di sini. Miss communication, miss understanding, misskin informasi.

Jadih, nama orang yang muncul di cover buku itu tidak melulu harus nama penulis. Ada banyak nama yang bisa muncul di buku. Yuk ah, liat penampakan cover buku di bawah ini.

5-strategi-ampuh-berbisnis
klik untuk perbesar ya

Read more

#MyLifeAsEditor 3: FAQ Editor Buku

Editor Definition in English Dictionary.
foto diambil di sini

 

Tiba-tiba saya kepikiran untuk bikin tulisan ini, setelah seminggu yang lalu kebagian jatah #TwiTalkRedaksi di kantor, trus banyak yang nanya seputar kerjaan editor.

Plus, terkadang saya merasa sedih, pas dulu pernah terjadi percakapan seperti ini:
“Jadi apa mba di penerbit itu?”
“Editor, mba.” *pinginnya sih jawab, CEO*
“Wah, keren ya. Harus teliti dong ya..”
“Iya mba..” *hepi sambil cengar-cengir*
“Trus kalo hitung-hitungannya salah gimana?”
“Hitung-hitungan gimana mba?”
“Itu..kan jadi auditor harus teliti.”
*keselak* “Ehem..mba… saya ini editor, bukan auditor. Beda jauh atuh…”
Trus mbaknya mlipir malu…

Duh, segitunyakah profesi editor di mata masyarakat indonesia? Kayaknya gampang dan nggak penting, jadi sering diremehkan, dilupakan, dan tidak dianggap. Coba, universitas mana di Indonesia yang punya jurusan penyuntingan? Setau saya cuma dua. Jurusan Editing di Unpad Bandungdan Jurusan Penerbitan di PNJ Jakarta. cmiiw.. 😀

Padahal kalo di luar, enggak usah jauh-jauh deh, temen saya editor salah satu penerbit di Malaysia, dia dulu kuliahnya jurusan penerbitan buku. Keren ya.. Karena di luar sana, editor itu profesi bergengsi. Dan kecintaan masyarakatnya sama buku dan daya beli buku mereka lebih tinggi ketimbang di Indonesia.

Udah ah… enggak mau mengkritisi yang kayak begituan. Yang penting saya kerja jadi editor selama 7 tahun ini bener-bener saya nikmati dan syukuri. Kalo saya diprotesin karna profesinya enggak keren, saya harus kerja apa dong? Situ mau menghidupi keluarga saya?

Sekarang langsung FAQ kerjaan editor aja ya. Ini berdasarkan pengalaman kerja di dua penerbit yang berbeda dan jadi editor fiksi serta nonfiksi lo ya.. Jika ada perbedaan dengan yang kalian alami, abaikan dan jangan protes ke saya. Sekian. Read more

#MyLifeAsEditor 2: Kenapa Harus Kartini?

Ikutan OOTD Kartinian, biar kekinian.
Ikutan OOTD Kartinian, biar kekinian.

Kenapa ya harus Kartini? Padahal wanita lain juga banyak. Bisa jadi ada yang lebih pintar, bisa jadi ada yang berpikir kritis juga, bisa jadi ada yang ide-idenya lebih brilian. Iya ya, kenapa harus Kartini?

Jawabannya cuma satu. Karena Kartini menulis.

Dia menuliskan semuanya dalam bentuk surat. Pemikirannya, kegelisahannya, gugatannya, ide-idenya, mimpi-mimpinya, cita-citanya. Semuanya.

Bukan karena dia menulis status sepanjang 160 karakter. Bukan karena dia menulis status demi pencitraan dan popularitas. (saya yakin, jaman itu belum tren orang gila popularitas, pencitraan, dan kekinian.) Dia menulis karena dia ingin mengungkapkan semuanya pada sahabat-sahabatnya di Eropa.

Jangankan menulis, berpikiran maju pada jaman itu saja sudah melawan kodrat. Read more