Hello, My Name is Aluna!

Setelah 1,5 bulan beradaptasi dengan status baru, ibu beranak satu, sekarang saya mau nyempetin diri untuk ngeblog lagi. Hore!

Setiap registrasi sesuatu, pasti ada kolom “Nama Ibu Kandung”. Dan besok, anak saya bakal tulis nama saya di setiap registrasi administrasinya. “Nama Ibu Kandung: Noni Rosliyani” Rasanya… Bangga dan bahagia luar biasa. :)

Just call me Luna!

Btw, kenalan dulu ya sama anak saya ini. Namanya “Sabiandra Faustin Aluna Gantari”. Dari nama yg (super) panjang itu, cukup panggil dia dengan sapaan, “Luna”. Cantik kan? Sang anak pertama ini besok bakal jadi jagoan yang ngayomi adik-adiknya. Seperti saya… *uhuk-uhuk*

Penamaan anak ini melalui proses yang panjang. Sang bapak lebay harus menunggu selama 32 tahun untuk bisa memberi nama anak, dan saya harus nunggu selama 27 tahun. Jadi, karena waktu menunggu kesempatan ini sudah cukup panjang, kami tidak mengijinkan orang lain untuk menyumbang nama. Sekalipun itu orangtua kami. Read more

#Part5: Rasanya itu?

Rasanya mau menikah itu… Excited! Ya awalnya. Lalu ketika mendekati hari H-nya? Stresful! Serius.

Begini euforia emosi ketika saya (dan mungkin juga kalian nanti), akan menikah:

#1. Bahagia sangat, ketika impian menikah dengan orang yang dicintai, akhirnya direstui oleh orangtua dengan ikatan pernikahan yang sah.

#2. Ribet, saat harus mengurusi semua berkas-berkas administrasinya. Saya jadi rajin bangun pagi untuk pergi ke rumah Pak RT, Pak RW, Pak Dukuh, Kantor Kecamatan, Kelurahan, dan Gereja.

#3. Work out, rajin ngegym setiap sore, setelah tahu bahwa badan ini semakin melar. Saya enggak ingin, kebaya yang saya buat berakhir sia-sia di badan saya. Jadi olahraga ekstra itu jalan keluarnya. Read more

#Part4: Am I The Right Woman?

Kata teman-teman yang sudah menikah, “Menikah itu enggak enak. Tapi enak banget.”

Nah lo! Apa maksudnya coba.

Berhubung satu bulan lagi saya akan menikah, jadi kekhawatiran saya tentang pernikahan itu cukup mengusik. Damn! Ternyata benar kata orang-orang itu. Bahwa ketika detik-detik akan menikah, hati kecilmu akan terusik.

Tapi bedanya, saya tidak bertanya-tanya, “Is he the right guy for me?” Melainkan, “Am I the right woman for him and for our children?” Read more

#Part3: Fun(ny) Click!

Prepare for the wedding day is…. really something. Sesuatuh beud.Many things to do, many things to think. Bikin sering pikun berat untuk hal-hal kecil.So, memopad di BB jadi sahabat untuk mencatat hal-hal yang tiba-tiba keinget pas lagi beraktivitas lain. Supaya enggak kelupaan.

Satu hal yang enggak lupa kami persiapkan adalah… Foto pre-wedding! Yey!!

Dasarnya saya suka difoto dan pacar saya anti foto box yang njepret sendiri pake kaki. Jadinya, kami menggunakan jasa kebaikan sahabat kami, Mas Beni untuk mengabadikan foto pre-wedding ini.

Inilah beberapa hasil fotonya yang belum diretouch oleh sang fotografer. Ya.. saya hanya menambahi list nama kami saja sih.. Foto-foto ini, saya comot langsung dari komputer sang mas fotografer. Hihihi.. kalau pakai jasa pemotretan bukan sahabat, pasti enggak boleh ya.. That what friends are for! Read more

#Part2: Forget the Past dan Ready for the Future

Mama sekarang sedang hobi bersih-bersih. Setiap sudut rumah, tidak ada yang luput dari aksi bersih-bersihnya. Kalau boleh dapat penghargaan dari Gubernur, layaklah mama dapat penghargaan Adipura. Mulai dari batas ujung depan halaman rumah, sampai ke ujung belakang garasi. Mulai dari setiap kamar di lantai bawah, sampai ke langit-langit di lantai atas. Kamar saya yang penuh barang-barang (yang menurutnya tidak berguna), juga ikut kena sidak. Beliau merapikan semua buku-buku saya. Perlengkapan make-up. Sampai tumpukan kertas-kertas di laci meja.

“Rumah kita mau kedatangan tamu banyak. Jadi harus bersih semuanya,” begitu kata mama. Read more

#Part1: Things to do before My W-Day, are..?

Awalnya, 7 Oktober 2012. Sehari tepat setelah ulangtahunku ke 27. Uhm.. sounds perfect, right?

“Jangan! Lebih baik pas liburan sekolah. Karena om Wito dari Banyuwangi memang ada rencana ke Jogja, jadi dibarengin aja. Kasian dia bolak-balik Banyuwangi-Jogja dua kali dalam setahun,” kata Bapak.

“Iya, lagipula budhe-pakdemu itu kebanyakan guru. Kalau pas liburan sekolah itu lebih baik,” tambah mama.

Oh God.. Libur sekolah, it means June or July. Ngos-ngosan aku cari duitnya. Gilak!

Oke, maju jadi tanggal 15 Juli 2012. Gedung? Booked.

Mama calling,“Ganti hari aja ya.. Dimajuin lagi jadi 1 Juli 2012. Karena tanggal 16 Juli itu anak-anak sekolah sudah masuk. Terlalu mepet sama berakhirnya liburan sekolah.”

What????? 1 July, it means 4 bulan lagi. Kali ini bener-bener gilak!

Mempersiapkan semuanya dalam waktu 4 bulan. Cukup enggak yaaa..

Then, mama calling me again,“Eh, malah pas lo tanggal 1 Juli. Itu pas hari lahir & pas wetonmu. Minggu Legi. Dan itu artinya tanggal yang sangat baik.”

Ammiiinnnn… Read more