How come, BB Grup Saya Hilang Sendiri dari BB Saya?

Haishh… Bolehkah saya menumpahkan kekesalan saya di blog saya ini? Mau mendengarkan kan?

Begini critanya.

Oke. Semua sudah tahu kan ya.. Bahwa saya punya sebuah butik online bernamakan Mopilea Shop. Dan semenjak saya punya BB, maka saya memanfaatkan teknologi itu dengan membentuk Grup. Yah.. mencari komunitas penggemar Asia Fashion gitu deh.. Membernya sudah mencapai angka maksimal, yaitu 30. Dan yang inden pingin gabung tapi enggak bisa (karena sudah full) juga ada banyak. Paling tidak, usaha saya untuk  membentuk komunitas pencinta Fashion Asia sudah cukup membuahkan hasil.

Lalu, pada suatu ketika.

Ada seorang cewek, yang sengaja saya rahasiakan namanya, mengirim sms ke saya. Saya tidak mengenal dia, kami hanya berkenalan via sms, karena dia baca email saya di milis. Dia kasih pin-nya dan minta untuk diinvite ke grup saya. Semua permintaannya langsung saya kabulkan. Saya invite dia di grup.

Karena admin grup itu saya, dan kami belum berteman di contact bbm. Maka atas inisiatif dia sendiri, dia menginvite saya untuk masuk ke dalam daftar contactnya. Tapi..  karena statusnya pending terus. Saya jadi heran. Ini salah sinyal atau salah BBnya sih. Maka saya kirim bbm ke dia via message. Saya meminta dia untuk invite ulang pin saya, dan permintaan sebelumnya akan saya cancel.

Tapi.. suatu tragedi terjadi. Read more

Apa Resolusi Berinternet Saya di 2012?

Mau tahu rutinitas harian saya? Tiap Senin sampai Jumat, saya kerja di kantor mulai dari jam 9.00 – 17.00. Lalu malamnya, sekitar jam 19.00 – 22.00 saya berkutat dengan bisnis online di rumah. Artinya, rata-rata 11 jam saya berdekatan dengan internet. Ya.. bolehlah internet itu dibilang pacar saya, karena internetlah yang selalu siaga ketika saya membutuhkan sesuatu.

Saya butuh kontak klien, tinggal nyalain Yahoo Messenger dan kami bisa bernegosiasi via chatting. Saya kangen sama sahabat di luar kota, tinggal nyalain Skype dan kami bisa ngobrol tanpa takut pulsa membengkak. Dan kalau saya butuh baju baru buat ngrayain natal seperti kemarin, tinggal online dan belanja via internet. Read more

Kenapa “The Raid” Tidak Berjodoh dengan Saya??

Siang ini, saya serasa kembali ke masa-masa kuliah di tahun 2006 lalu. Saat saya dan teman-teman menyerbu tiket box JAFF (Jogja-Netpac Asian Film Festival). Mulai dari film yang tidak jelas ceritanya, sampai film yang tenar dan banyak peminatnya. Mulai dari nonton di studio kecil di LIP (Lembaga Indonesia Perancis), sampai nonton di studio besar Cinema 21.

Bedanya saya dan JAFF dengan 5 tahun yang lalu adalah… Saya sudah beranjak dewasa dengan kesibukan sebagai seorang pekerja. Sedangkan JAFF masih tetap muda dengan film-filmnya yang semakin menarik untuk ditonton. Sehingga hasilnya, saya tidak bisa mengikuti semua jadwal film di JAFF seleluasa dulu.

Di JAFF 2011 kali ini ada satu film yang pingin banget saya tonton. Sebuah film action berjudul “The Raid”, garapan sutradara Gareth Evans. Mendengar judul dan nama orang di baliknya, sepertinya film ini buatan Hollywood. Eits, tunggu dulu. Nama boleh keinggris-inggrisan, tapi kenyataannya film produksi PT Merantau Films ini adalah film asli Indonesia yang sudah go internasional. Read more

Bagaimana Ketika Celetukan Itu Menjadi Nyata?

1 Januari 2011, pkl. 01.00 WIB

“Apa impianmu tahun ini?” tanyanya.

“Aku ingin, sampai akhir tahun nanti kita bisa terus bersama,” ujar saya.

“Itu harus. Bukan hanya sampai akhir tahun ini, tapi sampai tahun-tahun selanjutnya,” jawabnya.

Saya tersenyum. Sumringah. Senang. Dan mengamini kata-katanya di hati saya paling dalam.

“Aku pingin punya rumah,” celetuk saya tiba-tiba.

Dia menolehkan pandangannya dan melihat saya.

“Amin.. Kita berjuang sama-sama ya. Buat semua yang menjadi impian kita,” ujarnya. Pelan tapi dalam.

Saya memalingkan wajah, mencoba menyembunyikan air mata yang tertahan.

Ya. Doa saya hari pertama tahun 2011 itu adalah..

“Ijinkan kami untuk bisa terus bersama, melewati semua halang-rintang dan suka-duka dalam hidup ini. Dan mampukan kami untuk saling mendukung dalam kami meraih semua impian kami.” Read more

Kenapa Harus Bunuh Diri?

Bosan hidup? Tidak kuat menanggung tekanan hidup? Sakit berkepanjangan dan tidak kunjung sembuh? Atau mungkin menganggap hidup di dunia ini kurang tantangan? Solusi singkat yang banyak dipilih adalah, bunuh diri.

Duh.. serem yaa. Padahal ya, Tuhan kasih kasih kita ujian hidup atau mungkin sakit, pasti Tuhan punya rencana buat hidup kita. Rencananya indah, baik buat kita ataupun buat orang-orang di sekitar kita. Read more

Mengapa Saya Tidak Pernah Merantau?

Satu per satu sahabat saya meninggalkan kota ini. Hingga akhirnya hanya meninggalkan saya seorang diri di kota ternyaman se-Indonesia ini. Dua di antara mereka merantau ke ibukota, dan satu pulang kampung mbangun kampung. Sedangkan saya? Seumur hidup yang tidak pernah merantau, menghabiskan masa kecil, masa ababil, masa dewasa, hingga kelak masa menikah (amiinnn..) di kota ini.

“Dik Noni sih.. enggak pernah ke luar, jadi enggak bisa ngerasain nikmatnya mudik.”

“Kok enggak pingin kerja di Jakarta Ni?”

“Yaahh… Gaji di Jogja mah kecil Ni, mending ke luar aja.”

“Ayo belajar mandiri Dik, ke luar dari kota ini.”

dan bleh.. bleh.. bleh.. pertanyaan nggambleh lainnya, dari orang-orang yang namanya tak boleh disebut. Read more

Mau Hadiah Apa?

Hhmm… Sebentar lagi saya ulangtahun. Yang ke berapa? R.H.S.

Sekali lagi ya.. R.A.H.A.S.I.A. Karena apa? Ya karena rahasia, saya enggak mau kasih tahu berapa umur saya ke kalian. *sembunyiin ktp*

Nanti kalian bisa syok trus pingsan, karena ternyata wajah saya masih unyu, seperti teenager ababil masa kini. Sama sekali enggak pas dengan usia saya yang sudah tidak teenager lagi. Read more