Alasan Kenapa Ibu Harus Bekerja

Alasan Kenapa Ibu Harus Bekerja

Setiap perempuan pasti punya alasannya masing-masing dalam memilih sesuatu. Kenapa memilih hidup lajang, kenapa memilih menikah usia muda. Kenapa memilih menunda punya anak, kenapa memilih tidak punya anak. Kenapa memilih punya anak satu aja, kenapa memilih untuk tidak membatasi jumlah anak. Kenapa memilih jadi ibu rumah tangga fulltime, kenapa memilih jadi ibu pekerja. Kenapa memilih jadi freelancer, kenapa memilih menjadi pekerja kantoran.

Saya ini ibu pekerja kantoran, dan saya punya alasan kenapa memilih itu. Meski di luar sana ada yang nyinyir dan menuduh saya enggak peduli sama anak, atau istri kurang ajar karena meminta suami menjemur cucian di depan.

Tapi enggak ada yang tau kan.. di dalam saya….. tidur-tiduran. Hahaha.. nggaklaahhh… Saya di dalem nyuci piring, masak, atau mandiin anak.

Ada beberapa alasan kenapa ibu memilih untuk tetap bekerja, entah itu pekerja kantoran, wiraswasta, pemilik online shop, pedagang, freelancer, ataupun blogger. Menurut saya, apapun yang menghasilkan uang dengan usaha secara halal, itu namanya bekerja. Yes atau yes?

Baca juga: What Working Mother Want

***

Ini alasan kenapa ibu harus bekerja. Karena saya itu tipe perempuan yang enggak betah diem dan selalu ingin bekerja. Ada yang sama? Yuk, kita gandengan dulu.

Membantu suami mencapai cita-cita keluarga.

Wuidiann.. Keren banget kan alasan saya? Tiap keluarga punya cita-citanya masing-masing. Ada yang pengin beli rumah di Pondok Indah, pengin jalan-jalan ke Eropa, atau lainnya yang membutuhkan biaya. Menyerahkan semua usahanya ke suami kok kayaknya kejam banget. Meski kita bisa membantu dalam doa dan hal yang lain (itu mah pasti), kalau saya sih memilih untuk ikut aktif membantunya mengumpulkan receh demi receh.

Tetap bisa jadi perempuan mandiri.

Saya sih bangga dan seneng kalau bisa nyalon, beli kosmetik, atau beli baju dengan uang hasil keringat sendiri. Enggak perlu minta ke suami, sekalipun dia tetep bakal kasih. Tapi dengan begitu, saya merasa jadi perempuan mandiri, enggak sepenuhnya tergantung pada keringat suami. Seberapa sedikitnya nominal yang dihasilkan, itu tetap membanggakan.

Sebagai pembuktian diri.

Bisa jadi tanpa perlu bersusah payah kerja, cita-cita keluarga sudah bisa tercapai atau kebutuhan keluarga sudah aman terpenuhi. Kalau saya sih, tetep memilih bekerja untuk membuktikan bahwa saya ini bisa. Saya mampu produktif dalam bentuk tenaga dan pikiran.

Mengasah otak biar enggak tumpul dan tetep gaul.

Bekerja itu bikin saya jadi tahu segala macam informasi di penjuru dunia. Saya yang bukan penggemar berat nonton film, tapi detik itu langsung tahu kalau Leonardo DiCaprio akhirnya meraih Piala Oscarnya untuk pertama kali. Dari siapa? Dari temen kerjalah… Bertemu dengan banyak orang di luar rumah, dengan berbagai macam kegemaran dan karakter, bikin saya tetep merasa jadi ibu muda yang gaul. Yes, the real anti-aging cream is having a lot of friends.

Sebagai me time sejenak.

Bekerja di kantor, di kafe, atau di mana pun yang bukan rumah itu menyenangkan dan menyegarkan pikiran. Saya bisa jauh sejenak dari rutinitas rumah tangga. Tidak mendengar tangisan anak dan tidak mendengar teriakan suami, “Sayankkk… kaus kakiku di mana?” Lalu ujungnya, saya bisa produktif dan bebas depresi.

Baca juga: Caraku Mengapresiasi Diri

Supaya jadi role model buat anak.

Apalagi anak saya ini perempuan ya.. Dengan bekerja, saya ingin menunjukkan padanya bahwa perempuan sekalipun sudah menikah tetap bisa berprestasi, produktif, dan mendapatkan passionnya kok. Dan perempuan itu tidak selalu berada dalam posisi inferior.

***

Trus gimana kalau pengin kerja tapi dilarang sama suami?

Ya, dulu pas pacaran gimana? Seharusnya udah diobrolin dong sebelumnya. Sejak awal harusnya sudah saling terbuka masalah gaji, uang, dan peran suami-istri. Sehingga sebelum beneran sah, kita punya gambaran masa depan setelah menikah nanti.

Syukurlah, gambaran saya pas masih pacaran sama setelah menikah, lebih hepi setelah nikah. Terutama enggak perlu boros pulsa buat telpon-telponan tiap malam. Lol

 

17 thoughts on “Alasan Kenapa Ibu Harus Bekerja

  1. Bekerja buat perempuan nggak melulu soal materi, tapi bisa juga jadi ajang aktualisasi diri. Paling ngga saat bekerja bisa rehat sejenak dari penatnya kehidupan rumah tangga dan ngurus anak.

  2. Samaaa mbak ^o^. Akupun GA bakalan mau disuruh tinggal di rumah aja. Ga bakal betah mbak. Mnding kerja kantoran kyk skr, gajinya utk uang jajanku supaya gak sering minta suami, dan krn kerjaan di Kantor juga menantang yg bikin otakku bisa lbh produktif 😉

  3. poin penutupnya setujuuu, sebelum sah beneran harus diomongin dulu donk yaa harusnya biar ada gambaran pas nikah nanti mau gimana, hehehe. akupun milih buat gak kerja kantoran ya berdasarkan kesepakatan. yang penting semua happy, huehehehe

  4. Seneng banget bisa kerja sambil jadi ibu. ^^ Sayangnya aku gak bisa kerja di luar, kerjanya di rumah, tetep aja dirempongin ma si kecil, gak bisa me time deh. Yang iya, kerjaan gak selesai-selesai. >,<

  5. saya tidak betah berdiam diri di rumah mbak ehhe 😀 kenapa saya milih kerja diluar salah satunyan biar terbebas mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang sangat membosankan hehe krn klo gak kerja gak boleh ada art sama misua

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)