5 Strategi Bekerja Keras, Menembus Batas

5 Strategi Menembus Batas — Jadi blogger itu gampanggg.. Jadi social media geek itu juga keciilll.. Cuma klak-klik-klak-klik ngetik, enter, jadi. Tulisan terunggah, status terpasang, nama kita tenar. Membahana di jagad maya.

Sampai event kemarin Sabtu berhasil menampar saya keras. Enggak segampang itu kaliikkk.. Apalagi kalau kamu pengin keaktifanmu di social media itu bisa menghasilkan uang dan bisa menginspirasi banyak orang. Perlu waktu, perlu kesabaran, dan perlu konsistensi diri.

5 Strategi Bekerja Keras, Menembus Batas

Jadi ceritanya.. Sabtu, 19 November 2016 lalu, saya malam mingguan bareng temen-temen blogger di Harper Hotel Yogyakarta, yang disponsorin sama JNE. Acara yang seru dan mengeyangkan perut serta otak, sekaligus asik karena saya (dipaksa) jadi penyanyi dan sepanggung sama artis Malang, Winda Carmelita (visit her blog www.windacarmelita.com).

Dan nantinya, sepulang dari acara, sepanjang perjalanan saya nyanyiin lagu Bimbang – Melly Goeslaw berkali-kali-kali-kali. Hahahaha… Wincee.. ayo kita duet lagi, aku udah hapal liriknya.

5 Strategi Bekerja Keras, Menembus Batas

Di acara itu kita ngobrol-ngobrol santai bareng Bapak Marsudi (Head JNE Regional Jogja-Jateng), Grace Melia (blogger Jogja bak ibu RA Kartini yang harum namanya), dan Uphie Mashar (online shop seller yang omzetnya ngalahin gaji pegawai lulusan Sarjana).

Masing-masing menceritakan perjalanan hidupnya sebelum akhirnya menjadi seperti sekarang. Bagaimana Bapak Marsudi yang sudah bersama JNE selama 20 tahun, sementara JNE sendiri usianya sudah 26 tahun. Serta komitmen JNE untuk selalu melayani negeri dan ikut berperan aktif meningkatkan geliat e-commerce di Indonesia. Sekalipun jasa kurir lain sudah mulai bermunculan, tetapi JNE selalu berusaha menciptakan inovasi-inovasi baru yang berbeda.

Dilanjutkan oleh Uphie Mashar yang bercerita singkat, tentang kisahnya nyasar di Jogja. Niat interview kerja di perusahaan telekomunikasi tapi gagal. Mau pulang kampung kok malu, dan enggak bisa bayar kos-kosan karena enggak punya penghasilan. Hingga akhirnya, berjualan tas dan baju impor (follow her os @stupidroom), yang menghasilkan omzet melebihi gajinya andai keterima kerja di perusahaan telekomunikasi tersebut.

Terakhir, Grace Melia (visit her blog www.gracemelia.com), mamaknya Ubii dan Aiden yang berbagi cerita, bagaimana caranya membranding diri, menjadikan prestasi teman-teman lain sebagai alat untuk melecut dirinya sehingga bisa berprestasi serupa bahkan lebih. Jadi, sekalipun blogger daerah tetep bisa terkenal, banjir job, dan enggak kalah sama blogger ibukota.

5 Strategi Bekerja Keras, Menembus Batas

Dari cerita-cerita mereka ini, membuat saya mikir itu tadi…

Jadi blogger, online shop seller, social media geek, influencer, buzzer. Semua itu enggak mudah. Sekalipun dilihat orang luar itu gampang, enak, dan enggak mikir. Diundang sana-sini, dapet lunch dan dinner gratisan. Pulang-pulang masih dikasih sangu buat belanja bulanan. Dalam perjalanan pulang baca email, terima undangan liburan gratis ke pulau sono. Dan sampe rumah terima paket produk gratisan untuk diendorse.

Semua itu enggak dateng tiba-tiba. Simsalabim, abrakadabra. Siapa bilang juga, semua itu dikerjakan tanpa mikir. Untuk bikin tulisan konsisten update tiap 2 hari sekali, dengan konten yang enggak membosankan, dan bikin pembaca pengin balik lagi. Itu jelas butuh strategi dan pemikiran serius.

Termasuk untuk bikin produk kita laris manis dan brand kita terkenal, yang kemudian menaikkan omzet. Jelas itu butuh pemikiran serius.

Gitu masih ada yang menyepelekan dan menggampangkan profesi blogger dan online shop seller..

Sini dek, kakak kasih tahu. Pekerjaan yang paling gampang dilakukan tanpa mikir itu cuma satu. Tidur.

*

Sepulangnya dari malam mingguan bergizi itu, saya langsung terlecut. Apalagi momennya tepat banget. Sebulan lagi kita bakal memasuki tahun baru 2017. Mulai mengevaluasi diri dan bikin resolusi hidup.

Enggak asal resolusi. Atau copy-paste dari resolusi tahun sebelumnya. Tapi juga menyusun strategi supaya tahun 2017 besok jadi tahunnya kita. Bisa menginspirasi banyak orang seperti Grace Melia, bisa melayani pelanggan/pembaca dan bekerja dengan senyum terkembang seperti JNE, dan bisa makan-makan enak karena rekening lancar seperti Uphie Mashar.

Dan saya coba menyimpulkan sedikit, bagaimana strategi kita supaya seperti mereka, yang sudah bekerja keras menembus batas.

1. Gali sesuatu yang beda dari diri kita

Sesuatu yang beda bisa menjadikan kita lebih mudah diingat. Kalau agak susah cari yang beda, berarti cari potensi yang paling menonjol dari diri kita, terus eksplore itu supaya menjadi unik dan akhirnya.. jadi berbeda.

Di bawah matahari tidak ada yang baru. Termasuk itu kreasi dan bisnis kita. Tapi jangan lelah mengeksplore potensi dan kreativitas kita ini tadi. Supaya akhirnya kita bisa jadi berbeda dengan yang lain.

2. Kelola personal branding diri kita

Ini penting banget. Apalagi zaman pencitraan begini ya.. Dan pencitraan itu bukan sesuatu yang buruk kok. Tinggal kita mau mencitrakan diri kita seperti apa? Dan gimana cara kita mengelola pencitraan atau personal branding ini tadi, supaya enggak fake-fake banget. Tetap jadi diri sendiri dan enggak maksain supaya terlihat keren.

Bagusnya ya, personal branding ini berdasarkan hasil kontemplasi dan survey kecil-kecilan kepada teman-teman.

Apa yang kalian langsung ingat, setiap mendengar nama Noni Rosliyani? Ini pertanyaan serius, tolong dijawab.

3. Kompetitor itu teman, bukan lawan

Kompetitor itu untuk dirangkul, bukan dipukul. Karena mereka membuat kita punya semangat untuk menjadi lebih baik lagi.

Kompetitor bikin A+, kenapa kita enggak bikin A+? Kompetitor jago bikin B, kita pinter bikin C, lantas kenapa enggak ditandemkan aja jadi BC?

Seseorang bisa dipandang kompetitor, bisa dipandang mitra kerja. Tergantung gimana kita menyikapinya.

4. Jangan baper

Baper is the middle name of all woman. Saya bilang woman, karena kebanyakan yang baper itu emang beneran cewek loh.. Enggak disapa aja bisa baper.

Alih-alih baper karena teman lebih sering membeli produk online shop lain dan bukan punya kita, mendingan kita introspeksi. Jangan-jangan kualitas dan pelayanan kita kurang maksimal.

Alih-alih, baper karena kita sudah blogwalking ke blognya tapi dia tidak pernah blogwalking balik ke blog kita, mendingan kita introspeksi. Jangan-jangan tulisan kita enggak asik untuk dibaca.

5. Tidak cepat puas

Kepuasan itu tanda siaga 1. Kepuasan membuat kita berada di zona nyaman yang malas berinovasi untuk membuat sesuatu yang berbeda. Sehingga nantinya, ketika ada pemain baru yang bisa mengejar ketertinggalannya, habislah sudah kita dibabat.

Apapun yang sudah kita peroleh sekarang ini, jangan pernah puas. Tetaplah selalu haus terhadap sesuatu yang baru.

*

Minum mana minum?

Haus beneran nulis postinganini yang sesungguhnya menunjuk ke diri sendiri.

Dan balik lagi ke resolusi 2017. Saat ini saya sedang membuat resolusi blog 2017.

Mengingat saya orangnya seringan omdo, dan resolusi cuma jadi penghias buku catatan. Tapi kali ini saya mau serius, dan itu artinya saya harus konsisten melawan kemalasan.

Karena mau jadi apapun kita nanti, kalau enggak dipikirin strateginya dengan serius dan enggak dijalankan dengan kerja keras, kita cuma bakal jalan di tempat dan tidak akan pernah menembus batas.

13 thoughts on “5 Strategi Bekerja Keras, Menembus Batas

  1. Keren tipsnya mbak, izin saya catat ya, mau tempel ke mading kamar biar ingat.,! Salam kenal mbak Noni. Saya Yelli blogger asal Aceh. Mampir ke rumah ku ya..,! Yellsaints.com

Silakan tinggalkan pesan. Tapi maaf ya.. link hidup akan otomatis dihapus. :)